Komunikasi dengan Anak - Kunci Sukses menjadi Orang Tua

Komunikasi dengan Anak - Kunci Sukses menjadi Orang Tua

Membesarkan anak tidak cukup dengan menyekolahkan dan memberinya makan tiga kali sehari. Komunikasi dengan anak secara intensif juga diperlukan agar Anda memahami perasaannya.

Cara komunikasi dengan anak yang baik merupakan kemampuan yang orangtua harus miliki. Komunikasi dengan anak adalah hal penting dalam pertumbuhannya. Ajak anak bicara agar Anda dapat memahami kegalauannya.

Cara komunikasi dengan anak yang baik

komunikasi

Anda mungkin kerap mengenang masa di mana anak Anda masih berusia 4 tahun. Rasa keingintahuannya yang besar kadang membuat Anda kewalahan untuk menjawab semua pertanyaannya.

Namun setelah anak tumbuh besar dan bersekolah, makin sulit bagi Anda untuk mengajaknya bicara. Anda menjadi bertanya-tanya, mengapa komunikasi dengan anak makin sulit dilakukan seiring dengan pertambahan usia mereka?

Komunikasi dengan anak yang paling umum adalah mengajaknya berbicara tentang hari mereka di sekolah. Ketahuilah apakah ia merasa nyaman di sekolah, atau apakah anak Anda di-bully teman sekelas atau seniornya.

Membangun komunikasi dengan anak diperlukan sebagai upaya Anda memberikan dukungan kepadanya, sekaligus merupakan dasar dalam membentuk ketrampilan berkomunikasi yang baik kelak jika mereka dewasa.

Komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua akan memberikan anak rasa aman dan nyaman serta tak pernah merasa sendirian saat ia mengalami masalah.

Bukankah lebih baik menjadikan Anda sebagai satu-satunya pihak yang dapat menjelaskan berbagai hal yang ‘mengerikan’ seperti penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, daripada membiarkan aksi tutup mulutnya berlangsung dan terus menerus mencurigainya.

Kami merekomendasikan beberapa tips yang dapat Anda coba untuk memperkuat jalinan komunikasi antara Anda dan buah hati Anda :

1. Pertanyaan terbuka

Pertanyaan seperti ‘belajar apa di sekolah hari ini?’ mungkin hanya akan mendapatkan satu jawaban seperti ‘tidak belajar apa-apa’, atau ‘belajar berhitung’, dsb dan anak mungkin akan malas menjawabnya karena ia berpikir Anda sudah tahu jadwal pelajarannya setiap hari dan buat apa harus bertanya lagi.

Namun pertanyaan spesifik seperti ‘wah gambarmu bagus sekali. gimana cara buatnya?’  akan membuat komunikasi lebih menarik karena ia akan mengingat tentang yang telah dilakukannya seharian di sekolah dan mengatakannya pada Anda secara terperinci.

2. Luangkan waktu untuk berbicara dengannya

komunikasi

Selalu luangkan waktu untuk berbicara dengan anak, sesibuk apapun Anda. Makan malam bersama adalah saat yang tepat untuk memperkuat komunikasi antar anggota keluarga, dan jauhkan smartphone dari jangkauan agar pembicaraan Anda dengannya tidak terganggu.

Anak mungkin akan menjadi lebih tertutup dan menjauh dari Anda ketika mereka beranjak remaja. Ajak anak remaja Anda berjalan-jalan, atau sesekali ambil bagian dalam aktivitas yang disukainya, seperti mengajaknya menonton film di bioskop atau menemaninya menonton konser band hardcore kesukaannya.

Jika ia sudah cukup nyaman dengan kehadiran Anda, tak perlu menunggu lama untuk membuatnya bicara pada Anda.

3. Berikan contoh komunikasi yang sehat

Berbicaralah dengan pasangan tentang apa yang Anda alami seharian, dan biarkan anak mendengarkan pembicaraan Anda.

Memberikan contoh komunikasi yang ringan, diselingi humor dan diskusi intens dengan ayah/ ibunya, kakek/ neneknya atau bahkan tetangga sebelah akan mengilhami anak untuk melakukan hal yang sama.

Para ahli mengatakan, sesungguhnya komunikasi merupakan sesuatu yang dapat dipelajari, dan anak dari keluarga yang anggotanya jarang berkomunikasi/ berbicara satu sama lain akan menjadi pendiam saat mereka dewasa.

4. Kenali perubahan sikapnya

Ada beberapa anak yang terlahir dengan karakter pendiam. Namun, jika anak bawel Anda mendadak menjadi pendiam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasanya ia sukai, mendadak mengucilkan diri dari teman-temannya, atau mendadak menjadi pemuram dan mudah tersinggung, itu artinya Anda harus waspada. Bisa jadi ia telah mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, misalnya di-bully teman sekelas.

5. Dengarkan ia bicara

Ketika anak telah terbiasa membicarakan hari-harinya di sekolah dengan Anda, usahakan untuk jangan menghujaninya dengan pertanyaan yang sama. Duduk dan dengarkanlah ia bicara agar anak merasa makin nyaman melakukan komunikasi dengan Anda.

Tunjukkanlah minat terhadap pembicaraannya dengan menghentikan kesibukan Anda sejenak agar ia merasa dihargai dan tak kapok untuk berbicara dengan Anda.

Parents, selamat mencoba cara komunikasi dengan anak yang baik!

 

Baca juga:

Parents, lakukan hal ini agar komunikasi orangtua dan anak bisa lancar

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner