Keluhan menggunakan KB IUD dan cara mengatasinya

lead image

KB IUD disinyalir menjadi salah satu jenis KB paling ampuh dalam mencegah kehamilan. Namun, banyak keluhan menyertai penggunaannya

Apakah Anda sedang menimbang-nimbang menggunakan KB IUD untuk perencanaan kehamilan?

Ya, jenis kontrasepsi IUD (Intra uterine device) memang memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibanding metode kontrasepsi lainnya dalam pencegahan kehamilan.

Data dari produsen kontrasepsi Mirena menyebutkan bahwa risiko kegagalan IUD adalah 6:1000 artinya dari 1000 pengguna sekitar 6 orang mengalami kegagalan dalam pencegahan kehamilan.

Selain itu, KB IUD juga tergolong praktis karena bisa digunakan hingga 5-8 tahun tergantung jenis dan merk. Cocok bagi Anda yang sibuk atau pelupa.

Meskipun aman dan minim risiko, tetap saja penggunaan benda asing yang dimasukkan ke dalam rahim ini menimbulkan keluhan.

Kami mengumpulkan beberapa keluhan umum yang suka dialami para bunda dan ini tips dari kami untuk mengatasinya!

1. Perut terasa nyeri dan kencang setelah pasang KB IUD

Keluhan menggunakan KB IUD dan cara mengatasinya

Masuknya IUD ke dalam organ tubuh membutuhkan penyesuaian. Inilah yang membuat perut terasa nyeri pada bulan-bulan awal pemakaian IUD.

Pada beberapa kasus, nyeri bahkan berlangsung hingga 6 bulan dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Untuk mengurangi perasaan nyeri itu, kompres perut dengan air hangat untuk membantu melemaskan otot-otot.

Artikel terkait: Lihat Video Cara Pemasangan Kontrasepsi IUD ini Sebelum Memutuskan Menggunakannya

2. Suami ‘mengeluh’ saat hubungan intim

Beberapa-penyebab-suami-tak-bergairah

Beberapa bunda yang awalnya memasang IUD terpaksa harus melepasnya kembali karena keluhan suami yang merasa tidak nyaman saat berhubungan intim.

Hal ini disebabkan oleh benang IUD yang masih keras. Jika suami mau bersabar, rasa tidak nyaman itu akan hilang dengan sendirinya sekitar 2 minggu setelah pemasangan karena perlahan benang akan menjadi lemas.

Namun jika 2 minggu terasa lama bagi Anda dan suami, Anda bisa meminta suami untuk menggunakan kondom atau lubrikan.

Lapisan kondom dan lubrikan membantu melindungi penis dari gesekan yang membuat tidak nyaman.

3. Lendir berlebih pada vagina

Keluhan menggunakan KB IUD dan cara mengatasinya

Jika Anda merasakan adanya peningkatan jumlah lendir pada vagina setelah pemasangan IUD, itu adalah hal yang wajar.

Akibat dari pemasangan IUD, pada bulan-bulan awal akan mengakibatkan keputihan fisiologis. Ciri-cirinya lendir berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak gatal.

Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, gunakanlah celana dalam dari bahan katun atau gunakan pantyliners untuk menyerap lendir.

Usahakan tidak menggunakan celana yang terlalu ketat agar bagian kewanitaan Anda tidak menjadi lembab.

Konsultasikan kepada dokter apabila keputihan berubah berbau dan menjadi gatal. Anda mungkin harus mengganti metode kontrasepsi Anda.

 

Baca juga:

Sudah KB Suntik Kok Masih ‘Kebobolan’? Ini Penyebabnya!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Febby