5 Hobi dan Kebiasaan Suami yang Perlu Dimengerti oleh Istri

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Beberapa hobi dan kebiasaan suami seringkali membuat jengkel istri, namun sebenarnya suami ingin sang istri memahami obsesinya terhadap hal-hal berikut.

Setiap orang memiliki hobi atau kebiasaan yang kadang sulit dimengerti oleh orang lain. Demikian juga suami-istri, masing-masing harus beradaptasi dengan hobi dan kebiasaan satu sama lain.

Memahami kebiasaan suami yang mungkin berseberangan dengan istri, bisa menjadi jalan untuk mencapai pernikahan harmonis dan bahagia.

Artikel Terkait: 6 Langkah Menuju Pernikahan Bahagia

Mengacu pada laman Tiny Step, setidaknya ada 6 kebiasaan suami yang ingin dimengerti oleh sang istri. Karena hobi ini telah melekat dalam dirinya, tentu sulit mengubah kebiasaannya, bahkan setelah menikah.

1. Olahraga

Bagi istri yang tidak suka olahraga, dia tidak akan pernah mengerti obsesi suami terhadap sepakbola. Bahkan mendukung salah satu tim mati-matian, hingga jika tim kesayangannya kalah, sang suami pun ikut sedih.

Tentu saja, Anda tidak akan suka melihatnya sedih hanya karena sepakbola. Mungkin Anda malah memarahinya, karena menganggap alasannya bersedih tidak masuk akal.

Namun cobalah untuk memahami kesenangannya terhadap bola, mungkin Bunda bisa merefleksikannya dengan hobi Bunda nonton sinetron atau serial India. Bukankah jika cerita dalam sinetron tersebut tragis atau sedih, Bunda juga ikutan sedih? Demikian pula yang dirasakan oleh suami.

Jadi jangan menghakimi hanya dari sudut pandang Bunda ya, cobalah menempatkan diri dalam posisinya. Dan cari persamaan hobinya dengan hobi Bunda yang mirip, agar lebih mengerti kebiasaan suami yang satu ini.

3. Kondisi rumah yang berantakan

Baik masih berstatus lajang ataupun sudah menjadi seorang suami, kebanyakan lelaki tidak pandai membuat rumah menjadi rapih. Salah satu kebiasaan suami yang sering membuat istri marah-marah adalah saat suami membuat kondisi rumah berantakan, menaruh barang di sembarang tempat hingga sulit dicari, dan sejenisnya.

Kerapihan seperti kata yang asing bagi mereka, jika tidak dibantu sang istri. Mengenai persoalan ini, cobalah berkomunikasi dengan baik. Agar bisa sama-sama merasa nyaman dengan kondisi rumah, dan Bunda tidak capek membereskan ‘hasil karya’ suami yang membuat rumah berantakan.

3. Bekerja

Tanggung jawab suami untuk memberi nafkah pada keluarga, seringkali membuatnya terlalu berdedikasi dalam pekerjaan. Sehingga sering kerja lembur, atau bahkan membawa pekerjaannya ke rumah.

Bunda tentu merasa kesal, karena waktu Bunda untuk berduaan dengan suami jadi terbatas. Berusahalah membujuk suami Anda agar tidak terlalu terobsesi dengan pekerjaannya, karena tentu Bunda tidak ingin suami jatuh sakit karena bekerja terlalu keras.

4. Bermain video game

Meski sudah dewasa dan memiliki anak, suami masih tetap menyukai permainan video game. Obsesinya tidak pernah berkurang meski setiap tahun umurnya bertambah, bahkan mungkin menjadi lebih parah, ia menularkan hobinya bermain video game pada anak.

Selama kebiasaan suami yang satu ini tidak mengganggu kegiatannya mencari nafkah, juga tidak mengalihkan perhatiannya dari tanggung jawab terhadap keluarga, Bunda bisa membiarkannya bermain sepuas hati. Mungkin perlu dibatasi jika suami sampai lupa makan atau beribadah karena keasyikan bermain video game.

5. Mekanik

Untuk alasan yang tidak bisa kita mengerti, para pria seakan terobsesi dengan segala benda berbau mekanik, seperti motor atau mobil. Selain sebagai kendaraan untuk memudahkan mobilitas, para suami juga suka sekali utak atik mesin mobil atau motor.

Mungkin Bunda takkan pernah bisa memahami obsesi suami yang satu ini, namun tidak perlu meremehkannya. Karena kebiasaan ayah utak atik mesin juga bermanfaat, seperti saat ada alat elektronik yang rusak, suami bisa dengan sigap memperbaikinya, tanpa perlu keluar uang untuk memanggil tukang.

***

Bagaimana Bunda? Adakah salah satu dari 5 hal tadi yang termasuk ke dalam kebiasaan suami Anda?

Cobalah untuk mengerti hobi dan obsesinya, dan berusaha untuk tidak melarangnya. Tentunya selama itu tidak merugikan keluarga. Membiarkan suami melakukan hobi dan obsesi, bisa membuat dia lebih bahagia. Hingga dampaknya dia juga bisa menjadi ayah dan suami yang baik dalam keluarga, karena ia bahagia dengan hidupnya.

 

 

Baca juga:

Sekalipun tak Mengatakannya, ini yang Diinginkan Suami dari Istrinya

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan