TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kasus Rabies di Indonesia dan Penyebab Penularan pada Anak Tinggi

Bacaan 3 menit
Kasus Rabies di Indonesia dan Penyebab Penularan pada Anak Tinggi

Informasi kasus rabies di Indonesia yang meningkat dan alasan mengapa penularan pada anak tinggi.

Kasus rabies di Indonesia tengah ramai jadi bahan diskusi lantaran jumlahnya yang terus meningkat. Termasuk 11 kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit yang disebut infeksi anjing gila ini pada April 2023.

Dari data yang dikumpulkan, sepanjang Januari-April 2023 di Sulawesi Selatan, lima orang dilaporkan meninggal dunia dari 2.395 orang yang terinfeksi rabies.

kasus rabies di Indonesia

Sejauh ini sudah ada dua kabupaten yang menyatakan kejadian luar biasa (KLB) rabies yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Parents, penyakit rabies pada hewan menjadi tantangan besar di Indonesia dan perlu kita waspadai.

Artikel terkait: 21 Gejala Penyakit Rabies, Jangan Sampai Abai

Penyebaran Rabies di Indonesia

Kasus Rabies di Indonesia dan Penyebab Penularan pada Anak Tinggi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data bahwa per April 2023, setidaknya ada 11 kasus kematian yang disebabkan oleh rabies. 

Dilansir dari laman resmi Kemenkes, sebesar 95 persen kasus rabies pada manusia dikarenakan gigitan anjing yang terinfeksi. Selain itu, ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar, tapi 95% karena gigitan anjing. 

Kemenkes mendata, kasus penyakit anjing gila di Indonesia per April 2023 sudah ada 31.113 kasus gigitan hewan penular virus rabies. 

Rinciannya adalah 23.211 kasus gigitan yang sudah mendapatkan vaksin antirabies, dan 11 kasus kematian akibat infeksi penyakit anjing gila di Indonesia.

Daerah yang Bebas Rabies di Indonesia

Kasus Rabies di Indonesia dan Penyebab Penularan pada Anak Tinggi

Kemenkes melaporkan kondisi rabies di Indonesia tahun 2020 hingga April 2023, rata-rata per tahun kasus gigitan sebanyak 82.634, kemudian yang diberi vaksin anti rabies hampir 57.000.

Berdasarkan data Kemenkes saat ini dari 38 provinsi di Indonesia, hanya 11 yang bebas rabies yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Penyebab Kasus Rabies pada Anak Tinggi

kasus rabies di Indonesia

Kemenkes juga melaporkan Jumlah kasus rabies yang terjadi pada anak di Indonesia meningkat. Lantas, mengapa kasus rabies pada anak di Indonesia tinggi?

Sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia, Novie Homenta Rampengan, mengatakan rabies dapat ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (GPHR) seperti anjing.

Novie menjelaskan, anak-anak senang bergaul dengan binatang. Hal inilah yang kemudian kurang diperhatikan orang tua sehingga mereka rentan diserang oleh hewan tersebut.

kasus rabies di Indonesia

“Rabies ditularkan lewat GPHR (gigitan hewan penular rabies), dalam hal ini anjing. Anak-anak senang bergaul akrab dengan binatang sehingga begitu orang tua terkadang kurang perhatian, suatu waktu rentan diserang oleh hewan tersebut,” kata Novie seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, secara teori, jika angka GHPR meningkat, jumlah kasus anak yang digigit oleh hewan maupun berisiko terpapar rabies juga ikut meningkat. 

Baca Juga:

Momen Nikita Willy Gendong Anak, Posisi Duduk Jadi Sorotan

Penyakit Liver: Kenali Penyebab, Gejala dan Golongan Orang yang Berisiko

21 Gejala Penyakit Rabies, Jangan Sampai Abai

Cerita mitra kami
Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kasus Rabies di Indonesia dan Penyebab Penularan pada Anak Tinggi
Bagikan:
  • Mengenal Bentuk Areola Wanita, Punya Bunda Termasuk yang Mana?

    Mengenal Bentuk Areola Wanita, Punya Bunda Termasuk yang Mana?

  • Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

    Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

  • 14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

    14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

  • Mengenal Bentuk Areola Wanita, Punya Bunda Termasuk yang Mana?

    Mengenal Bentuk Areola Wanita, Punya Bunda Termasuk yang Mana?

  • Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

    Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

  • 14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

    14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti