6 Bayi dan balita di Indonesia positif terinfeksi COVID-19, waspadai risikonya!

6 Bayi dan balita di Indonesia positif terinfeksi COVID-19, waspadai risikonya!

Berikut ini ulasan mengenai kasus bayi terinfeksi COVID-19 di Indonesia. Orangtua perlu lebih waspada.

Pandemi Virus Corona memang tak pandang usia. Buktinya, Virus dengan nama lain COVID-19 ini dapat menyerang bayi dibawah usia dua tahun. Sampai saat ini, di Indonesia ada kasus bayi terinfeksi COVID-19, bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

Kasus bayi sebagai Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di Indonesia

kasus bayi positif Covid-19

Sampai saat ini, sebenarnya pemerintah belum membuka data berapa jumlah persis anak yang positif COVID-19. Namun, di Jakarta, kota yang sudah menjadi episenter COVID-19 di Indonesia,  menunjukkan ada lebih dari 170 balita masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pemantauan (OPD). Jumlah tersebut berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per 6 April 2020.

Sementara di Jawa Barat, lebih dari 40 anak hingga usia 10 tahun juga berstatus PDP atau sudah menunjukkan memiliki gejala COVID-19, sampai minggu kedua April 2020.

Beberapa bayi yang diketahui positif COVID-19 antara lain:

1. Bayi usia 9 bulan di Tegal

2. Bayi usia 4 bulan di Sumatera selatan

3. Bayi usia 3 bulan di Bogor

4. Bayi usia 4 bulan di Bantul, Yogyakarta

5. Bayi usia 10 bulan di Kalimantan Timur

6. Balita 2,5 tahun meninggal dunia di Medan

Banyak faktor yang menyebabkan bayi dapat terinfeksi Virus Corona. Salah satu yang paling utama adalah ketika bayi dekat dengan pembawa virus atau carrier. Beberapa bayi juga tercatat memiliki riwayat berpergian ke daerah terdampak COVID-19 di Indonesia.

Artikel terkait: Bayi 4 bulan positif corona setelah mudik, bagaimana cara pencegahannya?

Kasus bayi terinfeksi COVID-19 bisa diperburuk oleh kondisi pneumonia

kasus bayi positif COVID-19

Selain itu, Ketua Ikatan Dokter anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, mengatakan bahwa infeksi Virus Corona dapat diperburuk dengan kondisi pneumonia pada anak.

Karena itu ia sangat mewanti-wanti agar Indonesia tidak memandang sebelah mata kasus COVID-19 yang menginfeksi anak terutama bayi.

Mengutip dari Detik, angka kematian bayi di Indonesia akibat pneumonia sangat tinggi. Tak heran kalau penyakit radang paru-paru itu menjadi pembunuh anak nomor satu di Indonesia.

“Tanpa COVID-19 saja, pneumonia sudah pembunuh nomor satu di Indonesia. Sebagian besar, pneumonia ang ada saat ini adalah karena bakteri, COVID-19 ini kan karena virus. Tapi kalau dia (anak) terinfeksi COVID-19, kemungkinan terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri akan semakin besar. Pneumonia yang biasa juga akan meningkat,” ungkap Aman.

Sedikitnya jumlah tes COVID-19 bisa memperburuk penularan pada anak

rapid test untuk corona

Anggaraini Alam, Dokter Anak di Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, mengatakan kalau jumlah tes COVID-19 yang dinilai sedikit juga dapat memperburuk penularan di antara anak.

Sampai Sabtu (18/4/2020) pukul 12.00 WIB, pemerinah telah memeriksa sebanyak 45.378 spesimen dari sekitar 39.442 orang. Dan sampai Rabu (22/4/2020) ada 7.418 yang positif dan 39.943 yang hasilnya negatif.

Adapun, jumlah ODP sejauh ini diketahui ada 193.571 orang. Kemudiam tercatat ada sebanyak 17.754 pasien (PDP).

Oleh karena itu, Anggriani menyarankan agar para orangtua menjaga anak tetap di rumah dan mengawasi jarak aman bila berada di luar ruangan alias phisycal distancing.

Benarkah bayi dan balita lebih mudah terinfeksi COVID-19?

Bayi dan anak-anak memang rentan terinfeksi Virus Corona. Namun cenderung memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk penyakit parah atau meninggal akibat virus Corona.

Konsultan respirologi anak, Prof. Cissy B. Kartasasmita, mengatakan bahwa daya tahan tubuh anak akan membantu mereka menghadapi COVID-19.

“Ketika daya tahan tubuh mereka bagus, penyakit akan sembuh sendiri atau self-limiting,” kata Cissy mengatakan pada Detik.com.

Tentu saja, daya tahan tubuh yang baik didapatkan dari nutrisi seimbang dan kebersihan yang terjaga.

WHO mengatakan anak laki-laki lebih rentan terinfeksi COVID-19

kasus bayi positif covid-19 di Indonesia

Menurut penelitian terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention’s (CDC) yang diterbitkan pada 6 April 2020, ditemukan bahwa ada prevalensi yang lebih tinggi dari COVID-19 pada anak laki-laki di setiap kelompok umur, termasuk bayi baru lahir dan balita.

Laporan tersebut, yang mempelajari lebih dari 2.500 anak di bawah usia 18 tahun dengan COVID-19, mengatakan di antara kasus pediatrik yang diketahui jenis kelaminnya, 57% persen terjadi pada laki-laki.

Namun, penulis CDC tidak menyarankan orangtua lebih berfokus pada anak laki-laki mereka saja, dibandingkan dengan anak perempuan. Para ahli juga mengatakan orangtua tidak bisa berpikir anak perempuan kebal dari virus.

Karenanya, mereka menegaskan bahwa orangtua harus melindungi semua anak-anak mereka, sama dan tanpa membedakan jenis kelamin mereka.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal bulan ini menekankan peringatannya bahwa anak-anak juga dapat terpapar oleh COVID-19.

“Gagasan bahwa covid-19 hanya mempengaruhi orang yang lebih tua secara faktual salah, usia bukan satu-satunya risiko untuk diisease parah,” kata kepalaWHO cabang Eropa, Hans Kluge.

Parents, mari kita berdoa bersama agar tidak ada lagi kasus bayi positif COVID-19di Indonesia, dan wabah ini segera berakhir. Amin.

***

Referensi: theAsianparent Singapura, Detik, Republika.

Baca juga:

2 Bayi terinfeksi virus corona, salah satunya diduga terpapar dari keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner