TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Makan Daging Sapi Terinfeksi Antraks, Warga di Gunungkidul Meninggal Dunia

Bacaan 3 menit
Makan Daging Sapi Terinfeksi Antraks, Warga di Gunungkidul Meninggal Dunia

Hati-hati jika hewan ternak mati mendadak, jangan makan dagingnya karena berisiko terinfeksi virus antraks yang berbahaya.

Kasus antraks di Indonesia kembali menjadi perhatian usai terjadi satu kasus kematian akibat penyakit antraks di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kasus kematian karena antraks ini diungkap oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan bahwa kasus kematian akibat antraks tercatat pada 4 Juni 2023.  

Berikut berita selengkapnya soal kasus antraks di Indonesia.

Artikel terkait: Tidur dengan hewan peliharaan, aman atau berbahaya untuk kesehatan?

Kronologi Meninggalnya Satu Korban Kasus Antraks di Indonesia

Makan Daging Sapi Terinfeksi Antraks, Warga di Gunungkidul Meninggal Dunia

Kronologi korban meninggal dunia karena penyakit antraks ini adalah bermula usai WB (korban berusia 73 tahun) membantu proses penyembelihan hewan ternak sapi milik warga Gunung Kidul lainnya, SY pada 22 Mei 2023. Penyembelihan itu baru dilakukan setelah sapi milik SY mati.

WB adalah warga Pedukuhan Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Korban WB ini sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RS Dr. Sardjito Yogyakarta setelah menunjukkan gejala sakit.  Ia kemudian meninggal pada 4 Juni 2023 setelah menjalani perawatan.

Dinkes Gunungkidul melaporkan tengah melakukan penelusuran setelah ada yang meninggal. 

“Kami ambil sampel darah semua yang terpapar daging diduga karena antraks. Yang kontak dengan daging itu kami ambil semua sampel darahnya ada 125 orang,”  kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty, dikutip Detik.com.

Dinkes Gunungkidul melaporkan dari 125 orang itu, yang positif (antraks) ada 85. Tapi yang bergejala ada 18 orang.

“Gejalanya ada luka, bengkak, ada pula yang diare, pusing-pusing dan sebagainya,” lanjut Dewi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul Sidig Hery Sukoco mengatakan saat ini sudah melakukan pemeriksaan serologi terhadap ratusan warga Semanu. Hasilnya, jumlah warga yang seropositif mengalami penambahan. Seropositif adalah adanya antibodi terhadap patogen dalam darah.

Artikel terkait: 4 Manfaat Punya Binatang Peliharaan di Rumah untuk Tumbuh Kembang Anak

Waspadai Kasus Antraks di Indonesia

Waspadai Kasus Antraks di Indonesia

Antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Anda bisa tertular antraks melalui kontak tidak langsung atau langsung dengan menyentuh, menghirup, atau menelan spora antraks. Begitu spora antraks masuk ke dalam tubuh Anda dan aktif, bakteri berkembang biak, menyebar, dan menghasilkan racun.

Gejala klinis dari hewan ternak terpapar antraks antara lain kejang-kejang, tiba-tiba jatuh, keluarnya darah dari mulut, hidung, anus dan vagina (jika betina).

Daging sapi yang terinfeksi antraks biasanya memiliki ciri berwarna kehitaman. Namun begitu, sulit untuk mengetahui dengan pasti apakah daging tersebut benar-benar terkena antraks atau tidak jika tidak melalui pemeriksaan laboratorium.

Yang pasti hindari mengonsumsi daging dari sapi yang mati mendadak sebelum disembelih ya, Parents.

Baca Juga:

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Bisakah Hewan Peliharaan Menyebarkan COVID-19? Begini Penjelasan Pakar!

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Makan Daging Sapi Terinfeksi Antraks, Warga di Gunungkidul Meninggal Dunia
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti