TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sedih! Balita ini peluk jasad ibunya yang telah meninggal selama 3 hari

Bacaan 5 menit
Sedih! Balita ini peluk jasad ibunya yang telah meninggal selama 3 hari

Seorang balita 2 tahun di Makassar ditemukan sedang memeluk jasad ibunya yang sudah membusuk selama tiga hari dan mengalami trauma. Simak kisah selengkapnya dalam artikel ini, Parents!

Seorang balita berusia 2 tahun di Makassar harus melalui masa traumatis karena terkurung di kamar kos bersama ibunya yang sudah meninggal. Saat keberadaannya ditemukan oleh pemilik kos, bocah perempuan yang berinisial EA itu didapati sedang memeluk jasad sang ibu yang telah membusuk selama 3 hari.

jasad ibu

Artikel terkait: Perjuangan Seorang Ibu, “Aku Hampir Mati saat Melahirkan Anakku…”

Kisah anak balita memeluk jasad ibu dan mengalami trauma

Pada Senin sore (28/10), seorang pemilik kamar kos bernama Ratnawati berencana untuk menagih uang sewa kepada Marni (39) yang tak lain adalah ibu dari EA. Saat Ratnawati sudah sampai di kamar Marni, ia merasa curiga karena mencium bau tidak sedap yang menyengat di sana. Perempuan tersebut pun langsung mengetuk pintu kamar.

Alih-alih mendapat jawaban atau dibukakan pintu oleh penghuni, Ratna malah disambut oleh suara tangisan seorang anak dari dalam kamar. Setelah mendengar tangisan tersebut, Ratna segera mencari pertolongan warga dan Pak RT setempat untuk mengecek keadaan di dalam kamar kos miliknya tersebut.

Setelah melapor, Ratna pun dibantu warga dan pihak kepolisian untuk mencari tahu apa yang terjadi. Pintu kamar kos yang dikunci itu lalu dibuka dengan cara dicungkil dari luar. Saat pintu terbuka, tubuh Marni terlihat sudah terbujur kaku di dekat kamar mandi dan tengah dipeluk oleh EA.

Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin pun menjelaskan mengenai peristiwa yang membuat heboh warga Jalan Bonto Nompo, Kecamatan Tamalate, Makassar, tersebut.

“Laporan anggota di TKP, di sisi mayat itu benar ada balita. Dia langsung berdiri ketika dipanggil oleh anggota kami agar menjauh dari jasad ibu yang telah membusuk,” ungkapnya.

Penyebab kematian belum diketahui

Penyebab kematian Marni masih dalam masa penyidikian. Karena mayat sudah dalam keadaan membusuk, maka pemeriksaan penyebab kematian harus dilakukan melalui otopsi. Meski demikian, dari pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh Marni.

Di sisi lain, tim Dokpol Polda Sulses juga tidak menemukan adanya catatan riwayat penyakit yang dimiliki perempuan asal Maros tersebut. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makkasar Kombes Pol, dr. Farid Amansyah pun menjelaskan mengenai hal ini.

“Jadi, harus melakukan otopsi. Terkahir keluarga menyatakan masih akan berpikir-pikir terhadap otopsi. Dan kita memang masih mengharapkan suami korban untuk bisa dilakukan otopsi agar penyebab kematian bisa ditemukan. Mudah-mudahan keluarga korban mau koorperatif,” tutur Farid seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Farid juga memaparkan, Marni merupakan seorang istri dari anggota TNI. Marni dan suami diketahui tinggal terpisah. Suami Marni tinggal bersama dua kakak laki-laki EA, sedangkan Marni tinggal bersama EA di kamar kosan milik Ratnawati sejak tiga bulan lalu.

jasad ibu

Sumber foto: Kompas.com

Artikel terkait: Penjelasan Dr Wiyarni Pambudi Seputar Kasus Bayi yang Meninggal Karena Dehidrasi

Keadaan fisik EA dinilai sehat

Usai ditemukan keberadaannya, EA kini dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. Keadaan balita tersebut baik-baik saja bahkan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda dehidrasi meski terkurung bersama jasad sang ibu selama tiga hari.

“Mayat sudah membusuk jika sudah lebih dari dua hari, tapi kondisi anak cukup kuat karena tidak ada tanda dehidrasi. Bakteri pembusukan juga tentu bisa menular. Anak bisa saja terkena radang paru karena menghirup udara busuk. Makanya perlu observasi sejak sekarang,” jelas Farid.

Jasad ibu

Sumber foro: Kabarmakassar.com

Alami Trauma Psikologis

Meski secara umum kondisi fisik EA sehat, tetapi pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa EA mengalami trauma akibat peristiwa yang dialaminya. Trauma yang dialami EA memang tidak terlalu parah, tetapi kondisi tersebut juga tidak ringan sehingga tidak boleh disepelekan.

Hairiyah, seorang psikolog yang didatangkan Dinas Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) kota Makassar, memaparkan mengenai hal ini.

“Dilihatnya dari mana kalau dia trauma? Itu ada dari tidurnya di hari pertama dan kedua, anak selalu gelisah. Dia selalu teriak ‘mama… mama… mama’. Itu salah satu aspek mengalami trauma. Kita akan berkomunikasi dengan keluarga terkait untuk proses pemulihan,” papar Hairiyah seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Peparan Hairiyah juga selaras dengan Farid. Ia mengatakan, pihak rumah sakit akan terus melakukan terapi yang melibatkan keluarga EA agar ia segera pulih dari trauma psikologisnya.

“Allhamdulillah, EA menjadi riang kembali saat dipertemukan dengan ayah dan kedua saudara laki-lakinya. Mereka akan sangat membantu untuk pemulihan,” tutup Farid.

Sedih! Balita ini peluk jasad ibunya yang telah meninggal selama 3 hari

Dampak kematian orang tua terhadap psikologis anak

Perlu Parents ketahui, EA sebenarnya bukan satu-satunya anak yang mengalami peristiwa menyedihkan seperti menyaksikan kematian orangtuanya. Seorang balita di Jember juga merasakan hal yang sama, ia ditemukan sedang memeluk jenazah sang ayah di rumah yang terkunci seorang diri.

Kematian orang tua memang merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan tekanan psikologis pada anak, apalagi jika mereka menyaksikan kematian tersebut secara langsung. Tekanan psikologis tersebut bisa dimulai dari perasaan sedih biasa hingga perasaan sedih ekstrem yang berkelanjutan.

Menurut studi yang dilakukan Victoria H. Raveis dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Columbia menunjukkan, tekanan psikologis anak yang ditinggalkan orang tua ini akan menurun seiring adanya dukungan dan keterbukaan komunikasi dari anggota keluarga lain.

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Artikel terkait: Terkurung selama 3 hari, balita di Jember menangis memeluk jasad sang ayah

Tidak hanya itu, kematian orangtua juga bisa mengakibatkan efek psikologis jangka panjang apabila anak tidak mendapat perawatan pemulihan dari duka yang dia alami. Anak-anak cenderung lebih kompleks dalam menunjukkan rasa sedih akibat kehilangan.

Saat terlihat dari luar, mereka bisa saja menunjukkan kegembiraan dan menjalani keseharian seperti biasa. Namun jauh dalam lubuk hatinya, dia mungkin akan selalu merasakan kehilangan dan bisa saja memengaruhi polanya dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, keberadaan keluarga lain sangat penting untuk memulihkan kondisi anak yang berduka karena ditinggal orangtua. Terlebih, kondisi anak seperti EA yang menyaksikan kematian ibunya secara langsung, tentu perlu bantuan tenaga ahli tertentu agar kesehatan psikologisnya tetap terjaga dengan baik.

Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi, ya, Parents!

***

TAP-ID-Web Banner-1000x250px-06

Referensi: Kompas, CNN Indonesia, Livestrong

Baca juga:

Dua anak meninggal karena kecelakaan, sang ayah ungkapkan kerinduannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sedih! Balita ini peluk jasad ibunya yang telah meninggal selama 3 hari
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti