TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Terkurung selama 3 hari, balita di Jember menangis memeluk jasad sang ayah

Bacaan 3 menit
Terkurung selama 3 hari, balita di Jember menangis memeluk jasad sang ayah

Tidak tega melihat balita memeluk jasad sang ayah sambil menangis lirih, polisi juga ikut menangis saat mengevakuasi.

Kemarin, sebuah peristiwa memilukan baru saja terjadi. Di mana ada seorang balita peluk jasad ayah yang telah meninggal selama 3 hari di rumahnya. Kejadian ini  terjadi di Jember, Jawa Timur

Seorang balita perempuan berusia 14 bulan di Jember harus mengalami nasib yang amat menyedihkan. Pasalnya, ia ‘terkurung’ bersama jasad sang ayah selama tiga hari.

Saat ditemukan tetangganya, balita berinisial N ini bahkan sedang memeluk jenazah sang ayah seraya menangis memanggil sosok yang dicintainya. Karena hidup sendirian, N pun harus bertahan hidup tanpa makan dan minum.

Balita peluk jasad ayah

Rumah korban. SUmber foto: Liputan6/ Dian Kurniawan

Kronologi balita peluk jasad ayah selama tiga hari

Kapolsek Rambupuji Kepolisian Resort Jember, AKP Sutarjo membenarkan kalau telah menemukan seorang pria di Desa Kaliwining, Jember, Jawa Timur, bernama Aan Junaidi atau akrab disapa Fauzi yang tela meninggal dunia. Aan diduga meninggal dunia sudah tiga hari yang lalu karena sakit.

“Penemuan mayat korban, berawal dari keluhan masyarakat sekitar yang mencium aroma kurang sedap,” kata Sutarjo, dikutip dari Liputan6.

Awalnya warga mengira sumber bau itu berasal dari bangkai binatang yang berada di rumah Fauzi. Warga pun melihat bahwa rumahnya selalu tertutup rapat dan penghuninya tak kunjung terlihat.

“Atas laporan itu, kami langsung membuka paksa pintu rumah korban dengan disaksikan warga setempat. Ternyata korban bernama Fauzi, sudah meninggal dunia, dengan badan membusuk dan disamping jasad itu, ada balita perempuan,” ujar Sutarjo.

Sesuai keterangan saksi dan petugas medis, korban diperkirakan sudah meninggal tiga hari. Sebab, dia terakhir kali terlihat sekitar Minggu pagi. Baru pada Rabu (14/8/2019) ia ditemukan tewas di rumahnya.

“Waktu itu warga sekitar masih mengirimi nasi berkatan (dari perayaan tasyakuran hari raya idul Adha) ke rumahnya. Namun sejak Minggu sore, korban sudah tidak terlihat. Baru Rabu siang, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ungkap Sutarjo.

polisi dan balita N

Sumber foto: : Liputan6/ Dian Kurniawan

Polisi ikut menangis saat mengevakuasi balita peluk jasad ayahnya

Polisi dan warga yang mengevakuasi korban dan putrinya dibuat terenyuh sampai ikut menangis. Apalagi balita N hanya bisa memanggil-manggil sang ayah yang terbujur kaku dengan suaranya yang lirih.

Balita N bahkan memeluk sang ayah sangat erat, seakan tak rela melepasnya dari pelukan. Saat ia diangkat, kulit jenazah yang sudah menghitam pun menempel di pipi dan pakaian balitan N.

“Haru campur sedih, sewaktu korban ditemukan. Bahkan pak polisi yang menggendong sampai menangis. Kondisi anak lemas, karena tiga hari tidak makan dan minum. Untungnya masih hidup,” tutur tetangga korban, Umi Kulsum, dari Liputan6.

Tetangga balita N, yang kebetulan seorang bidan di Puskesmas Rambipuji langsung memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air gula karena balita N  sudah mengalami dehidrasi.

“Sempat tadi dia muntah dan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susu,” kata Umi.

Kata Umi, korban memang hanya tinggal berdua dengan putrinya itu, karena sang istri bekerja sebagai TKW di luar negeri. Saat ini si kecil N sudah dalam kondisi yang baik, dan dirawat oleh tetangganya sampai ibu kandung bayi datang.

Sayangnya, sampai tulisan ini dibuat, hingga Kamis sore korban masih belum dimakamkan. Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Kepolisian Resort Jember, Aipda Muhamad Slamet. Alasannya, karena pelaksanaan autopsi masih menunggu izin dari keluarga.

Parents, kita doakan semoga jenazah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan si kecil N dapat tumbuh dengan sehat ya.

***

Terkurung selama 3 hari, balita di Jember menangis memeluk jasad sang ayah

Baca juga

Anak asal Tangerang ini viral karena menyikat gigi buaya!

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Terkurung selama 3 hari, balita di Jember menangis memeluk jasad sang ayah
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti