Sebaiknya Berapa Jarak Usia yang Ideal Antara Kakak dan Adik?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Parents bingung ingin menentukan jarak usia yang ideal antara sang kakak dengan adik yang baru? Yuk simak pro dan kontranya berikut ini.

Sebagian orang tua merasa lelah jika memiliki anak berturut-turut. Sementara yang lain merasa hal tersebut adalah ide yang bagus, karena kesulitan dalam merawat dua anak akan berakhir di waktu yang bersamaan.

Jadi, sebaiknya berapa jarak usia yang ideal antara sang kakak dan si adik?

Sebagian orangtua kadang memilih jarak yang jauh antara anak pertama dan kedua, karena menganggap pada usia tertentu sang kakak sudah dapat ikut mengasuh adiknya. Namun bagi seorang Psikolog bernama Warren Cann, baik jarak yang dekat maupun jarak yang terlalu jauh sama-sama memiliki potensi risiko kesehatan.

"Namun tetap saja akan ada komplikasi kesehatan, baik bagi sang ibu maupun si buah hati. Jika jarak kelahiran dan kehamilan selanjutnya dalam waktu yang sangat singkat, maupun sangat lama (5 tahun atau lebih)," tambahnya.

Menurut Warren yang juga merupakan Direktur Eksekutif dari Parenting Research Centre, sejumlah penelitian menunjukkan dari segi kesehatan, Bunda sebaiknya menunggu setidaknya 18 sampai 23 bulan setelah kelahiran anak terakhir sebelum memulai kehamilan selanjutnya.

Baca: Perlukah Mengatur Jarak Kehamilan?

Di luar masalah kesehatan, berikut adalah pro dan kontra dari memiliki anak-anak dengan jarak usia yang dekat maupun jauh.

Jika punya anak dengan jarak usia yang dekat

Jarak usia yang dekat mungkin dapat membuat anak-anak tumbuh bersama dan saling menjadi sandaran bagi satu sama lain. Namun, Anda berkemungkinan tidak dapat memiliki waktu untuk diri Anda sendiri.

Faktanya, semakin dekat jarak usia anak-anak, semakin tinggi pula usaha Anda untuk merawat mereka di bulan dan tahun pertama.

"Tentu saja ini dapat dilakukan, tapi memiliki anak-anak yang usianya sangat dekat hanya akan membuat Anda stres. Anda juga akan berisiko tinggi mengalami depresi pasca melahirkan," ucap Warren.

Tapi hasilnya akan Anda dapatkan saat anak-anak telah tumbuh besar. Akhirnya mereka bisa bermain bersama dan dapat menghibur diri mereka masing-masing. Anda pun tak perlu lagi khawatir harus menjaga mereka setiap saat.

Dari segi keuangan, dengan jarak usia yang sangat dekat, Anda pun masih memiliki perlengkapan bayi yang masih lengkap dari anak Anda yang terakhir.

Cara merawat anak pun juga dapat menjadi salah satu pertimbangan. Jika Anda adalah wanita bekerja, mungkin akan lebih mudah merawat dua atau tiga anak yang jarak usianya masih berdekatan dibandingkan dengan memiliki anak-anak yang jarak usianya terpaut jauh.

Namun kembali lagi, keuangan Anda akan sedikit tertekan karena pengeluaran akan dua kali lipat lebih banyak.

Jika punya anak dengan jarak usia yang jauh

Bagi sebagian orang tua, butuh beberapa tahun sebelum mereka siap secara emosional untuk memiliki anak kembali. Pasangan lainnya mungkin sudah menentukan untuk memiliki anak-anak dengan jarak usia yang jauh agar mereka dapat bersikap mandiri nantinya.

Sementara pasangan lainnya mungkin akan berkutat pada masalah kesuburan atau risiko kesehatan lainnya.

Jika Anda dan pasangan memutuskan jarak usia anak adalah 3 tahun atau lebih, Anda mesti bersiap-siap untuk menghadapi bayi kembali ketika Anda baru saja akan memulai fase yang sebenarnya dalam berperan sebagai orang tua.

"Ini seakan seperti ketika Anda sedang beristirahat dari aktivitas menyusui dan kurang tidur, lalu Anda harus siap mengalami aktivitas itu kembali," jelas Warren.

Tidak ada yang salah jika Anda merawat satu anak sampai ia duduk di bangku Prasekolah atau bahkan sekolah sekali pun. Di sini Anda dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengannya tanpa selalu harus merasa di bawah tekanan.

Warren percaya, ada begitu banyak manfaat yang didapatkan dengan jarak usia anak-anak yang jauh. Salah satunya, anak yang lebih tua akan memiliki sedikit rasa tanggung jawab untuk adik kecilnya dan belajar memupuk rasa peduli terhadap orang lain.

"Adiknya juga tak hanya mendapatkan stimulasi dari ayah dan bundanya, tetapi juga dari kakaknya yang selalu mengajaknya berbicara dan bermain. Kelebihan lainnya, cenderung tidak akan terjadi kompetisi dalam meraih perhatian orang tua," jelas Warren.

Di satu sisi, jarak usia anak-anak yang jauh akan membuat Anda harus menyiapkan kembali semua peralatan bayi yang sebelumnya pernah digunakan. Atau Anda malah harus memastikan apakah peralatan tersebut masih sesuai dengan standar keselamatan saat ini atau tidak.

Namun setidaknya Anda tidak perlu lagi membeli barang dua kali lebih banyak, seperti popok atau susu formula. Anda juga memiliki waktu lebih banyak untuk merencanakan keuangan Anda dalam persiapan kelahiran dan perawatan bayi selanjutnya.

Jadi, dari sekian pro dan kontra mengenai jarak usia anak yang ideal, Parents lebih tertarik dengan yang mana? Yuk tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi: Practical Parenting

Baca juga:

Kakak dan Adik Sering Bertengkar karena Rebutan Gadget? Ini Solusinya!

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Perencanaan kehamilan