Tunda Punya Anak, Jika Belum Bisa Menjawab 9 Pertanyaan Ini Dengan Yakin

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

9 pertanyaan berikut ini, akan menandakan apakah Anda siap atau tidak menjadi orangtua. Jika tidak bisa menjawabnya, sebaiknya jangan punya anak dulu.

Memiliki anak adalah tanggung jawab besar, yang diambil pasangan setelah mereka menikah. Kehadiran seorang anak memang sebuah anugerah, namun kehadiran mereka juga membawa serangkaian kewajiban yang harus Anda pikul sebagai orang tua.

Jika persiapan Anda untuk kehadiran buah hati belum matang, bisa jadi kehadiran anak malah jadi bencana dalam pernikahan kalian. Karena itu, persiapkan diri baik-baik sebelum memutuskan untuk promil. Bila dirasa belum benar-benar siap, sebaiknya jangan punya anak dulu.

Berikut ini adalah 9 pertanyaan, yang bisa memandu kalian untuk mengetahui, sudah siapkah menjadi orangtua. Jika jawaban yang didapat belum 100% yakin, tundalah promil beberapa waktu lagi.

1. Apakah Anda suka menghabiskan waktu bersama anak kecil?

Kesenangan seseorang menghabiskan waktu bersama anak-anak, memang tidak bisa menjadi indikasi bahwa dia siap menjadi orangtua. Tapi setidaknya, jika jawaban dari pertanyaan ini adalah 'Ya', maka bisa dipastikan Anda tidak akan menjadi orangtua yang mengabaikan anak. Karena pengabaian dari orangtua, bisa berdampak buruk bagi anak.

Artikel terkait: 3 Dampak Negatif pada Anak Jika Kekurangan Kasih Sayang Ayah

Anda juga tidak perlu berkecil hati bila jawaban dari pertanyaan ini adalah 'tidak'. Sebab banyak orang yang tidak menyukai anak-anak, sampai mereka memiliki anak sendiri.

2. Apakah kondisi finansial cukup menunjang untuk memiliki anak?

Banyak orang yang bilang, anak akan membawa rejekinya sendiri. Tapi kita juga harus realistis, bahwa memiliki anak berarti banyak biaya tambahan yang harus dipertimbangkan. Dan terkadang, biaya untuk anak jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa.

Jika kalian memiliki tabungan, atau bisa menyisihkan sebagian besar gaji bulanan tanpa harus kelaparan atau berhutang, maka itu berarti kalian siap secara finansial untuk memiliki anak.
Akan tetapi, jika kalian masih berjuang untuk melunasi cicilan motor, cicilan rumah, dan makan hanya seadanya setiap hari. Sebaiknya jangan punya anak dulu. Gunakan alat kontrasepsi yang baik agar tidak kebobolan.

3. Apakah kalian memiliki orang yang bisa memberi dukungan moral dan emosional?

Memiliki anak bisa menjadi sebuah pengalaman yang melelahkan, bahkan membuat depresi. Karena itu, Anda harus memiliki seseorang yang bisa dijadikan tempat bersandar, ketika keadaan menjadi sangat sulit untuk dihadapi.

4. Apakah anak menjadi alasan untuk menyelamatkan rumah tangga?

Seringkali, anak menjadi penyelamat pernikahan suami istri yang berada di ambang perpisahan. Tetapi, kadang kehadiran anak pun tidak bisa menghalangi terjadinya perceraian.

Artikel terkait: 5 Alasan Mengapa Pasangan Tidak Mau Bercerai Meski Pernikahannya Tidak Bahagia

Selesaikan dulu masalah kalian sebelum memutuskan menghadirkan seorang anak di dalam pernikahan. Jangan punya anak, jika alasan kalian adalah agar istri atau suami tetap bersama kalian. Anak yang lahir dalam pernikahan tidak bahagia, tidak akan menjadi anak yang bahagia.

Anak yang lahir dalam pernikahan tidak bahagia, tumbuh kembangnya tidak akan sempurna

5. Jika pernah menjaga bayi, bagaimana perasaan Anda saat melakukannya?

Menjadi orangtua adalah pekerjaan 24 jam setiap hari, yang tidak pernah ada liburnya. Jika Anda pernah menjaga bayi orang lain, dan menikmati setiap detik waktu yang dilewati, meski banyak kesulitan yang dialami, maka kemungkinan besar Anda telah siap menjadi orangtua.

Tapi, jika yang terjadi adalah sebaliknya. Maka, pikirkan kembali rencana Anda memiliki anak.

6. Apakah Anda termasuk orang yang mengutamakan kehidupan sosial?

Menjadi orangtua, artinya kalian harus bersedia melakukan banyak pengorbanan. Salah satunya ialah kehidupan sosial yang kalian miliki.

Kesibukan mengurus anak akan menguras waktu, hingga tak sempat lagi nongkrong bersama teman. Pikirkan baik-baik, jika kehidupan sosial sangatlah penting bagi kalian, sebaiknya jangan punya anak dulu.

7. Siap jadi orang pertama yang punya anak diantara teman-temanmu?

Jangan punya anak jika keinginan memilikinya bersumber dari kecemburuan, atau rasa iri hati karena teman kalian yang baru saja menikah sudah punya anak duluan.

Dan jika kalian adalah orang pertama yang punya anak di antara teman-teman lainnya, apakah siap waktumu terkuras untuk mengurus anak, dan tidak bisa lagi berkumpul bersama mereka sesering dulu?

8. Apakah memiliki waktu tidur yang cukup sangat penting bagimu?

Jika Anda adalah orang yang terbiasa dengan perilaku hidup sehat, dan menerapkan peraturan bahwa tidur cukup adalah yang terpenting. Maka memiliki anak bukanlah hal yang tepat untukmu.

Karena sejak kelahirannya, dia akan membuatmu kurang tidur setiap hari. Dan bisa merusak jadwal tidur sehat yang sudah Anda jalani selama ini.

9. Apakah Anda termasuk orang yang cepat kesal jika melihat anak menangis atau nakal di tempat umum?

Bayi menangis kencang, anak yang berceloteh sepanjang perjalanan, bisa sangat mengganggu. Jika Anda tidak bisa menoleransi perilaku alami anak-anak yang satu ini, pikirkan kembali rencana kalian untuk memiliki anak.

Karena meskipun sekarang Anda bisa berpikir bahwa anak kalian tidak akan bersikap demikian. Namun, tidak ada yang pernah tahu bagaimana anak bersikap di tempat umum.

Ingat, anak bukanlah robot yang bisa Anda program dan berharap dia bersikap sesuai ajaran Anda. Faktanya, anak tetap bisa bersikap nakal bahkan memalukan di depan publik, meski orangtuanya memiliki pola pengasuhan yang terbaik.

***

Yang terpenting, jangan punya anak jika kalian belum siap. Dan hanya berusaha memadamkan suara berisik di sekitar kalian, yang terus mendengungkan pertanyaan 'kapan punya anak?'. Karena pada akhirnya, kalian sendiri yang akan menjalani dan menghadapi berbagai tantangan saat bayi telah lahir.

Ingat, menjadi orangtua adalah tanggung jawab besar, jika belum siap, bukan hanya hidup dan kebahagiaan kalian yang jadi taruhannya. Namun kehidupan dan masa depan anak juga dipertaruhkan di sini.

 

Disarikan dari Popsugar.

Baca juga:

Persiapan Sebelum Punya Anak, 11 Hal Ini Harus Disepakati Suami Istri

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Perencanaan kehamilan