Jangan Katakan Hal-Hal Ini Kepada Guru Anak Anda

Jangan Katakan Hal-Hal Ini Kepada Guru Anak Anda

Sebagai orang tua yang peduli terhadap prestasi belajar anak di sekolah, hal-hal berikut seharusnya tidak kita katakan pada bapak dan ibu guru mereka.

Mengatakan ini sama saja dengan mengatakan bahwa guru tak becus dalam membuat suasana belajar di sekolah lebih menarik dan menyenangkan. Mereka sudah berusaha dengan sebaik mungkin (dan beberapa diantara mereka bahkan tak menerima gaji yang sepadan!) dan rasa bosan yang terjadi pada seorang murid menandakan ada sesuatu yang salah pada dirinya.
"Apakah Anak Saya Telah Berusaha Dengan Sebaik-baiknya?"


Ini adalah pertanyaan subyektif, dan seorang guru tak akan memahami yang Anda maksud dengan 'berusaha dengan sebaik-baiknya' karena ia menilai berdasarkan apa yang telah anak Anda pelajari, bukan hanya di sekolah namun juga di rumah.

"Anak Saya Tidak Berbohong."


Memang sulit menerima kenyataan ketika mengetahui anak telah berbohong tentang tugas yang tidak dikerjakannya, atau tidak melakukan sesuatu yang harus mereka selesaikan berkaitan dengan sekolah. Jika reaksi Anda cenderung menolak kenyataan bahwa anak Anda 'baik-baik saja', maka kini saatnya Anda mengubah sudut pandang dan berpikir lebih terbuka.

"Anak Saya Nilainya Jelek Karena Anda Tak Sering Memberi PR."


Ini adalah pernyataan yang bernada ofensif dan bukannya tak mungkin guru anak Anda akan tersinggung dibuatnya. Seorang guru memberikan PR sesuai dengan kurikulum, jadi jangan salahkan mereka jika anak Anda gagal atau bernilai jelek.

"Bisakah Anda Mencarikan Guru Les?"


Nah, ibu guru bisa tak menyapa Anda lagi gara-gara pertanyaan semacam ini, karena seolah-olah Anda menganggap mereka tak becus mengajar. Jika Anda merasa anak Anda membutuhkan pelajaran tambahan (les), lebih baik tanyakan pada mereka tentang pelajaran atau pokok bahasan dari suatu pelajaran mana yang sebaiknya dikejar oleh anak Anda. Ini dapat Anda jadikan pedoman dalam mencari sendiri guru les yang dibutuhkan.

"Sebaiknya begini saja, Bu/Pak ..."


Mungkin maksud Anda sekedar memberikan saran. Tapi, hello Bunda .. , ingat Anda sedang berbicara dengan siapa. Menggurui seorang guru saya rasa bukan tindakan bijaksana!

"Mengapa Nilai Matematika Anak Saya Jelek?"


Daripada bertanya pada guru, lebih baik Anda minta si anak untuk mencari tahu mengapa ia gagal. Baru setelah ia benar-benar tak mengerti penyebab kegagalannya, Anda temui gurunya dan tanyakan 'apa yang dapat kami lakukan untuk memperbaiki nilai Matematika anak saya?'

"Anak Saya Ijin Tidak Masuk. Bisakah Beri Tugas Tambahan?"


Jika anak Anda terpaksa tidak masuk di hari-hari sekolah, usahakan agar itu memang benar-benar untuk sesuatu hal yang penting, misalnya karena ada kerabat dekat yang meninggal atau menikah. Tugas tambahan tetap tak dapat menggantikan fungsi guru.

"Tolong Berikan Anak Saya Ujian Perbaikan."


Beberapa sekolah memang memberikan remidi (ulangan/ujian perbaikan nilai) pada murid. Namun guru tidak akan dapat membantu anak Anda untuk memberi remidi jika peraturan sekolah tidak mengijinkan hal tersebut.

"Yth. Ibu Guru di tempat."


Seorang guru harus menangani puluhan bahkan ratusan murid dalam sehari. Mengirim surat tak akan menyelesaikan masalah yang ingin Anda tanyakan pada mereka. Lebih baik datanglah mereka di sekolah dan berbincanglah secara pribadi.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner