TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

10 Hal Terlarang Ketika Bertemu dengan Guru Anak Anda

Bacaan 3 menit
10 Hal Terlarang Ketika Bertemu dengan Guru Anak Anda

Perlu kerjasama yang baik dengan pihak guru agar pendidikan di sekolah memberi hasil maksimal. Hindari 10 hal ini ketika bertemu dengan guru anak Anda.

Selalu bersikap hormatlah pada guru anak Anda di berbagai kesempatan.

Selalu bersikap hormatlah pada guru anak Anda di berbagai kesempatan.

Rapat wali murid adalah sebuah momen yang sebaiknya Anda gunakan sebaik mungkin untuk menjalin komunikasi yang lebih intens dekat guru atau wali kelas putra-putri Anda. Meski demikian, hindarilah melakukan 10 hal berikut agar kesempatan baik ini tidak menjadi sia-sia.

1. Datang tanpa persiapan

Pada saat penerimaan rapor, para orangtua musti menghadap guru wali kelas secara bergiliran dan tiap orangtua biasanya hanya diberi waktu sekitar 15 menit atau bahkan kurang.

Buatlah sebuah daftar tentang apa saja yang ingin Anda tanyakan pada guru wali kelas anak, agar waktu pertemuan lebih efektif.

2. Malu bertanya

Malu bertanya, sesat di jalan, demikianlah kata pepatah. Jika bapak/ibu guru mengatakan sesuatu istilah yang tidak Anda mengerti, segera tanyakan apa artinya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa mendatang.

3. Tidak siap mendengar masalah yang dialami anak

Wajar jika orangtua ingin anaknya mendapat nilai yang terbaik di sekolah. Tapi, kenyataan kadang tidak seindah harapan dan Anda tidak siap mendengarnya.

Tujuan rapat wali murid adalah untuk membicarakan tentang perkembangan anak dan masalah yang mereka hadapi.

Jangan datang ke sekolah dengan angan-angan yang indah-indah tentang nilai akademis anak. Sebaliknya, bersikaplah terbuka agar Anda dan guru wali kelas dapat menemukan penyelesaiannya.

4. Tidak bertanya secara mendetil

Jangan ragu untuk menanyakan secara spesifik masalah yang sedang dialami anak, atau kenakalan apa sajakah yang telah dilakukannya di sekolah.

Hal ini perlu Anda lakukan supaya memiliki bukti ketika hendak meng-cross check-kannya dengan apa yang dikatakan anak tentang perilakunya.

5. Bersikap defensif

Memang benar bahwa orangtua adalah ‘pengacara’ anak ketika mereka menghadapi masalah di sekolah. Meski demikian, Anda tak perlu bersikap seperti pengacara sungguhan yang marah-marah karena menganggap kliennya tidak bersalah (seperti yang di TV itu lho Bun). Tetaplah tenang dan dengarkan semua penjelasan sang wali kelas sampai ia selesai berbicara.

6. Menyalahkan guru

Anda tersinggung karena guru wali kelas mengatakan anak Anda berada di peringkat terbawah di kelasnya. Emosi kadang membuat kita tak dapat berpikir jernih dan memberondongkan peluru kesalahan ke segala arah, termasuk pada guru anak Anda.

Anak kan hanya ada di sekolah selama beberapa jam, selebihnya ia berada di rumah. Apakah Anda sudah cukup mengawasi perilaku anak di rumah? Tanyakanlah hal ini pada diri kita sendiri sebelum menyalahkan siapapun.

7. Tidak kooperatif

Mungkin Anda merasa kesal dan marah sekali pada anak ketika ibu/bapak guru membongkar semua ‘aib’nya. Hindarilah ini agar Anda tetap dapat berpikir jernih dan segera mendiskusikan solusi terbaik bersama guru.

Baca juga: Ciri dan Cara Mengatasi Anak Bandel

8. Malas mencatat

Masa-masa kuliah atau sekolah bagi Anda sudah lama berakhir. Tapi itu bukan berarti Anda harus meninggalkan kebiasaan mencatat hal-hal penting, misalnya kurikulum apa yang akan diterapkan, atau tanggal berapakah ujian akhir semester akan dilakukan.

9. Tidak menunjukkan rasa hormat

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak

Memang benar Anda sudah membayar sejumlah uang untuk biaya sekolah anak. Tapi itu bukan berarti Anda berhak untuk memperlakukan guru mereka dengan tidak hormat. Coba bayangkan bila semua orang di dunia ini kaya, tapi nggak ada satupun yang mau jadi guru.

10. Terlambat

Nah, ini dia ‘penyakit’ yang umum diderita para orangtua saat mereka diundang menghadiri rapat wali murid. Karena datang terlambat mungkin Anda melewatkan banyak hal penting yang ingin dibicarakan guru. Dan tidak mungkin dong beliau harus mengulangi semuanya dari awal hanya untuk Anda seorang.

Selamat rapat bersama ibu  dan bapak guru, Parents.

Baca juga:

SD Terbaik di Jakarta Menurut Akreditasi BAN-SM

Mengapa Anak Benci Sekolah?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • 10 Hal Terlarang Ketika Bertemu dengan Guru Anak Anda
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti