Halo, Parents… Di bulan Oktober 2025 lalu di Medan, Taisho berbagi tips tentang cara menghitung dosis parasetamol yang tepat untuk anak, sebagai rangkaian acara Beyond Playtime di tahun 2025 ini.
Simak penjelasan tentang cara menghitung dosis parasetamol anak dari ahli dan berbagai keseruan yang dirasakan oleh Parents di sini.
Bagaimana Cara Menghitung Dosis Parasetamol yang Tepat untuk Anak?

“Cara menghitung dosis parasetamol anak adalah berdasarkan berat badan,” ujar Riri Virzan Putri, seorang praktisi kesehatan di acara Beyond Playtime di Medan. Berikut adalah penjelasannya, yakni:
- Dosis Minimal adalah: 10 mg x berat badan anak setiap pemberian
- Dosis Maksimal adalah: 15 mg x berat badan anak setiap pemberian
Lebih lanjut, praktisi kesehatan menjelaskan bahwa pemberian parasetamol diperbolehkan dengan rentang waktu pemberian minimal adalah tiap 4 jam, tapi harus diingat ada maksimal pemberiannya yaitu hanya 4 kali dalam 24 jam.
“Tidak boleh lebih dari 4 kali dalam 24 jam, karena Parasetamol dapat menyebabkan gangguan fungsi hati bila diminum berlebihan,” tekan Riri.
Apakah Boleh Menggunakan Ibuprofen sebagai Obat Penurun Demam untuk Anak?
Tidak hanya parasetamol, ibuprofen juga dikenal sebagai obat penurun demam. Apakah boleh menggunakannya untuk anak?
“Obat penurun demam lainnya seperti ibuprofen sebenarnya juga dapat digunakan, tetapi ada kondisi yang harus diperhatikan,” terang Riri.
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan ibuprofen untuk anak adalah:
- Saat memberikan ibuprofen, pastikan anak kita minum banyak cairan.
- Untuk pemberian ibuprofen kepada bayi di bawah 6 bulan harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Karena ibuprofen itu memiliki efek samping terhadap saluran pencernaan, seperti mual dan muntah. Oleh karena itu, ibuprofen harus diminum setelah anak-anak mengonsumsi makanan.
Cara Mengatasi Anak Saat Demam
Saat anak demam, Praktisi Kesehatan Riri menyarankan agar orang tua jangan panik dan melakukan beberapa hal ini agar anak tetap nyaman dan demam turun:
- Pastikan anak untuk istirahat. Tidak harus selalu di tempat tidur, tetapi batasi melakukan aktivitas fisik yang menguras energi dan mengeluarkan banyak keringat.
- Atur suhu ruangan istirahat anak sesuai dengan suhu ruang berkisar 24° Celsius.
- Berikan minuman yang cukup, karena. “Kekurangan cairan tubuh dapat membuat demam anak bertahan lama atau bahkan temperatur tubuh makin meningkat,” paparnya.
- Menjaga kuantitas cairan yang masuk ke tubuh harus minimal sama dengan cairan yang keluar (keringat, urine metabolisme tubuh).
- Jika perlu, Parents bisa kompres anak dengan menggunakan air hangat suam-suam kuku, untuk membantu proses pendinginan. “Bisa di dahi dan di area lipatan seperti ketiak, pangkal paha, siku,” sarannya.
- Pastikan juga anak menggunakan baju yang nyaman, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Hal ini akan membantu proses pertukaran panas dari kulit ke udara lebih mudah. Jangan tutupi anak dengan selimut tebal, atau baju tebal yang menyulitkan proses pendinginan.
- Tetap mencari tahu penyebab anak demam.
Menyambung penjelasan ini, dalam acara yang sama, Product Manager PT Taisho Pharmaceutical Indonesia, Friska Argiany Putri, menjelaskan juga mengenai penggunaan produk parasetamol dan kelebihannya saat anak demam.
Kapan Harus ke Dokter?
Praktisi Kesehatan Riri menjelaskan bahwa jika anak demam disertai dengan ciri-ciri ini, sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter:
- Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak
- Kesulitan bernapas
- Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan
- Ubun-ubun terlihat menonjol atau cekung
- Ada kekakuan di leher
- Nyeri kepala hebat
- Nyeri perut hebat atau muntah-muntah
- Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar
- Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum
- Menangis terus menerus
- Anak gelisah
- Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur
- Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang
“Intinya adalah Parents harus pantau terus demam dan gejalanya, agar tidak terlambat juga untuk diberikan penanganan jika diperlukan,” Praktisi Kesehatan Riri mengingatkan.
Acara Menarik Lain di Tempra Beyond Playtime

Selain talkshow, para Parents dan si Kecil yang hadir juga mengikuti berbagai aktivitas lain di Tempra Beyond Playtime.
Sebut saja dari aktivitas fish bowl dengan hadiah menarik di booth Tempra hingga sesi storytelling yang diperuntukkan khusus untuk si Kecil. Dan face painting ketika orang tua mengikuti talkshow.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian goodie bag untuk semua Parents yang hadir.
TEMP/224-ELAD/NOV2025
***
Baca Juga:
Ini Serunya Acara Tempra Beyond Playtime, Bermain sambil Menjaga Bumi!
Parents, Intip Keseruan Acara Tempra Beyond Playtime di Malang!
Beyond Playtime Hadir Lembang Park & Zoo, Cek Kehebohan Acaranya di Sini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.