Seorang ilmuwan kontroversial menciptakan bayi kembar tahan HIV hasil manipulasi genetika

lead image

Ilmuwan ini mengakui bahwa pekerjaannya ini sangat kontroversial. Tetapi ia percaya, ada keluarga yang memerlukan teknologi ini, dan ia bersedia menanggung kritik untuk hal tersebut.

Ilmu pengetahuan dan teknologi memang selalu berkembang. Perkembangan sains ini tentunya tak luput dari kontroversi. Baru-baru ini seorang ilmuwan kontroversial di Cina mengaku berhasil menciptakan bayi pertama di dunia dengan gen yang dimanipulasi.

Ke depannya, prosedur medis yang dilakukan ilmuwan kontroversial ini bisa menjadi ancaman bagi landasan bioetika.

Ayah kedua bayi kembar tersebut mengidap HIV

Ilmuwan kontroversial asal Cina tersebut menyatakan bahwa bayi kembar ciptaannya yang tahan HIV tersebut, merupakan hasil rekayasa genetika.

He Jiankui adalah seorang profesor di universitas Southern University of Science and Technology (SUST) di Shenzhen. Ia mengatakan bahwa DNA dua bayi kembar yang diberi nama “Lulu” dan “Nana” ini diubah melalui metode yang disebut CRISPR.

Menurut keterangan He JiankuiGen, kedua bayi itu melewati “pengeditan” yang mencegah embrio terjangkit HIV. Sebagai informasi, ayah kedua bayi kembar itu mengidap HIV.

Ia menerangkan, orang tua kedua bayi tersebut tidak berniat kalau bayi yang gennya dimanipulasi itu, nantinya menjadi anak-anak yang sesuai dengan keinginan orangtua.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/pexels photo 356040 1.jpeg Seorang ilmuwan kontroversial menciptakan bayi kembar tahan HIV hasil manipulasi genetika

“Orangtua mereka hanya ingin bayinya tidak akan menderita penyakit yang bisa dicegah,”
kata ilmuwan kontroversial tersebut lewat video yang dipublikasikan di YouTube.

He mengakui bahwa pekerjaannya ini sangat kontroversial. Tetapi ia percaya, ada keluarga yang memerlukan teknologi ini, dan ia bersedia menanggung kritik untuk hal tersebut.

Kini universitas SUST telah mengeluarkan pernyataan akan segera memulai investigasi, sambil menyebut prosedur itu “pelanggaran serius terhadap etika dan standar akademik.

SUST juga menambahkan, sejak Februari lalu, He Jiankui sedang berada dalam masa cuti tanpa mendapat gaji.

Sementara itu, pakar biokimia AS Jennifer Doudna, yang menciptakan metode CRISPR mengatakan, jika terbukti, langkah He melanggar cara pendekatan transparan yang disetujui komunitas sains dan melanggar prosedur penggunaannya.

Video tersebut telah menyulut debat sengit soal pengeditan gen. Di Amerika Serikat, prosedur kedokteran itu dibatasi ketat, dan hanya untuk penelitian di laboratorium.

Di Cina, pembuatan klon manusia memang dilarang, tetapi pengeditan gen bukan hal yang terlarang.

Penemuan dari ilmuwan kontroversial ini muncul menjelang konferensi besar tentang pengeditan gen di Hong Kong. Menurut David Baltimore, pakar biologi yang memimpin konferensi internasional tersebut mengungkapkan bahwa konferensi bertujuan untuk memutuskan apa yang mereka anggap benar dan salah.

“Kita belum pernah melakukan sesuatu yang akan mengubah seluruh gen umat manusia, dan kita belum pernah melakukan sesuatu yang berdampak terus ke generasi-generasi berikutnya,” demikian kata Baltimore sebelum konferensi dimulai.

sumber detik.com

baca juga:

Sepasang balita kembar siam yang punya satu hati ini berhasil dipisahkan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.