TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu Hanya Bisa Menangis Saat Anak Dirantai Sejak 7 Bulan Lalu

Bacaan 3 menit
Ibu Hanya Bisa Menangis Saat Anak Dirantai Sejak 7 Bulan Lalu

Anak ini dipasung pamannya karena dianggap mengalami gangguan jiwa, tetapi ibunya tak berdaya untuk membebaskannya.

Hati ibu mana yang tak menangis melihat anaknya dirantai seperti binatang, begitu pula dengan Heni (50 th), yang berdomisili di Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia hanya bisa pasrah melihat anaknya diperlakukan seperti itu karena dianggap gila.

Anak ketiganya, Abdi (24 th), dirantai oleh pamannya sendiri sejak 7 bulan yang lalu, karena dianggap  meresahkan warga sekitar.  Namun ia tak berdaya menghentikan tindakan itu.

Hatinya pilu bila melihat kondisi anaknya yang dirantai kedua tangan dan kakinya serta digembok besi itu.  Pemasungan itu membuat anaknya  tidak bisa bergerak bebas dan melakukan semua aktivitasnya di ruang dapur belakang rumahnya, tempat di mana ia dipasung.  Dari mulai makan hingga buang air ia lakukan di tempat itu.

“Saya juga kasihan melihat anak saya. Ia dipasung pamannya karena dinilai sering mengganggu warga, “tuturnya sambil menangis.

Dengan kondisi yang serba kekurangan, Heni hanya bisa pasrah melihat penderitaan anaknya. Sejak ditinggal mati suaminya 10 tahun silam, Heni menghidupi keluarganya dengan cara membuat sapu lidi atau memetik kangkung liar yang tumbuh di sungai untuk dijual ke pasar.

Penghasilannya yang tak seberapa itu ia gunakan untuk membeli kebutuhan pokok untuk menyambung hidup sehari-hari bersama anak-anaknya. Tak ada dana  untuk mengobati Abdi.

Dulu ia pernah  mendapatkan jatah beras miskin 20 liter per bulan, namun belakangan ini ia tak lagi mendapatkan beras Raskin tersebut. Petugas di kantor desa hanya menyebutkan jatah raskin sudah habis dibagikan tanpa alasan lain yang bisa dipahaminya.

Tak ada pilihan lain bagi Heni, kecuali menahan pedih setiap kali melihat kondisi anaknya yang terpasung.

Artikel terkait: Ingin melatih anak puasa seharian penuh? ini yang perlu Parents perhatikan!

Tetap berpuasa saat dipasung

Berbeda dengan penderita gangguan jiwa pada umumnya, Abdi (24 th) tampak sehat dan normal. Ia bisa diajak bercakap-cakap tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit kejiwaan yang dideritanya.

Ia tetap menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Ia makan sahur dan berbuka sebagaimana umumnya yang dilakukan muslim lainnya. Ia bahkan bisa mengungkapkan perasaannya karena diperlakukan tidak manusiawi oleh keluarganya.

“Saya puasa terus. Saya merasa tersiksa batin diperlakukan seperti ini. Seperti sudah sepuluh tahun saya di sini, padahal baru tujuh bulan,” ujarnya. Ia berharap bisa hidup bebas seperti sebelumnya.

Meski pun terlihat normal, keinginan Abdi tidak bisa dipenuhi. Sang paman tetap memasung Abdi, karena masyarakat di sekitarnya masih khawatir jika penyakitnya tiba-tiba kambuh kembali.  Dikhawatirkan bila kambuh, Abdi akan mengamuk dan memecahkan barang-barang yang ada di dekatnya.

Keresahan warga ini membuat sang ibu hanya bisa pasrah. Ia hanya bisa berharap, ada perhatian dari pemerintah agar anaknya bisa segera mendapatkan pengobatan yang layak.

 

Baca juga: 

Cerita mitra kami
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

Ternyata ini 8 manfaat puasa bagi kecantikan dan kesehatan tubuh

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ibu Hanya Bisa Menangis Saat Anak Dirantai Sejak 7 Bulan Lalu
Bagikan:
  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti