TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu Bunuh Diri setelah kalah melawan Depresi Pasca Melahirkan sendirian

Bacaan 3 menit
Ibu Bunuh Diri setelah kalah melawan Depresi Pasca Melahirkan sendirian

Seorang ibu bunuh diri akibat depresi pasca melahirkan. Ia melawannya sendirian hingga akhirnya kalah dan memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Ibu bunuh diri karena depresi pasca melahirkan seringkali terjadi. Kondisi kesehatan mental ini seringkali dianggap sepele, bahkan masyarakat menganggap seorang perempuan gagal menjadi ibu jika ia tidak bisa menghadapi hari penuh kerepotan setelah melahirkan.

Stigma inilah, yang membuat Allison Goldstein harus berjuang sendirian melawan depresi. Memendamnya karena merasa malu akan kondisinya, takut akan tanggapan orang lain atas kondisi emosional yang ia alami sejak melahirkan.

Sekilas, Allison Goldstein, terlihat memiliki segalanya. Suami tentara yang baik hati dan mencintainya, seorang bayi perempuan lucu bernama Ainsley yang melengkapi kehidupan mereka, serta keluarga dan teman-teman yang memuja kebaikan Allison.

Siapa sangka, Allison memendam masalah besar yang tidak ia ceritakan pada siapapun. Meski ia memiliki karir yang bagus sebagai guru taman kanak-kanak, keluarga yang sempurna, namun jauh di lubuk hatinya, ia mengalami penderitaan luar biasa.

ibu bunuh diri

Allison merupakan salah satu ibu bunuh diri karena depresi pasca melahirkan. Sumber: nbc12

Allison yang dikenal ramah dan periang itu kalah dalam melawan depresi pasca melahirkan pada 28 Juni 2016. Dia meninggalkan suami tercinta, bayi umur 4,5 bulan, dan keluarga serta teman-teman yang mencintainya.

Dikutip dari laman Babble,  diketahui Allison menulis sebuah surat perpisahan untuk keluarganya, yang berbunyi:

Aku benar-benar minta maaf, karena aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan rasa sakit ini pada kalian atau pun mencari pertolongan.

Kemudian, Allison menitipkan bayinya di daycare, mengemudi di tempat yang sepi dan mengakhiri hidupnya sendiri. Baik orangtua, saudara, maupun suami dan teman-teman Allison tidak menyangka bahwa dirinya tengah berjuang melawan depresi, hingga semuanya terlambat.

Pihak keluarga juga meyakini Allison sendiri tidak menyadari bahwa dirinya mengalami depresi. Dalam surat terakhirnya ia menyatakan tidak tahu bagaimana cara meminta tolong, sebab ia sendiri tak mengerti dengan kondisi yang ia alami.

Hal inilah yang menyebabkan Allison tetap diam menyembunyikan derita psikis yang ia alami. Allison tetap tersenyum kepada semua orang, bersikap ramah dan menampakkan bahwa dirinya baik-baik saja.

Tak ada seorang pun yang bisa melihat bahwa dirinya sedang berjuang melawan depresi.

David, ayah Allison mengatakan, “Beberapa hari sebelum kepergiannya, putriku adalah orang yang paling bahagia. Dia tersenyum, dan tidak menunjukkan tanda apa pun bahwa dia sedang mengalami masalah emosi.”

ibu bunuh diri

Allison meninggalkan Ainsley yang masih berusia 4,5 bulan. Kasus ibu bunuh diri karena depresi harus diwaspadai.

Keluarga Allison membagikan kisah ini sebagai bahan pelajaran agar depresi pasca melahirkan tidak lagi dianggap remeh dan para ibu bisa segera mencari pertolongan.

Seringkali, ibu depresi menyembunyikan kondisinya karena merasa hal tersebut memalukan. Padahal, tidak perlu merasa malu.

Proses adaptasi terhadap kehidupan sebagai ibu, ditambah kondisi hormon yang naik turun setelah melahirkan, bisa sangat berat untuk ditanggung. Ibu tidak seharusnya menghadapi itu sendirian.

Tidak setiap ibu yang baru melahirkan menjalani hidup yang bahagia dan menyenangkan. Kadang, menjadi ibu bisa sangat menakutkan, kesepian, merana, dan tidak menentu serta rasa bersalah yang sering dibebankan oleh masyarakat bisa membuat ibu kewalahan.

Biasanya ibu yang tidak bahagia setelah memiliki anak dianggap tidak bersyukur, sehingga dia merasa malu dan terasing, karena perasaan yang ia alami dianggap aneh. Tapi kondisi ini bisa disembuhkan, mintalah pertolongan orang terdekat jika Bunda mengalaminya.

Ibu yang mengalami PPD bukanlah ibu yang buruk, karena depresi membuat pikiran-pikiran buruk terus bermunculan dan membuat ibu semakin terpuruk. Semoga kisah Allison menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tidak lagi menganggap remeh depresi pasca melahirkan.

Jangan sampai ada lagi, kasus ibu bunuh diri karena depresi pasca melahirkan yang tidak bisa ditangani.

 

Baca juga:

Seorang Ibu Bunuh Diri Bersama Bayinya Karena Depresi Pasca-Melahirkan

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Ibu Bunuh Diri setelah kalah melawan Depresi Pasca Melahirkan sendirian
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti