TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Hybrid Learning Atau Metode Belajar Campuran, Solusi Baru Pembelajaran Saat Pandemi

Bacaan 4 menit
Mengenal Hybrid Learning Atau Metode Belajar Campuran, Solusi Baru Pembelajaran Saat Pandemi

Hybrid learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka

Istilah hybrid learning belakangan menjadi sering dibicarakan, setelah kebijakan pembelajaran jarak jauh diberlakukan sebagai imbas pandemi COVID-19. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan hybrid learning itu?

Secara umum, hybrid learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan atau mengkombinasikan antara pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Metode ini juga disebut sebagai blended learning alias model pembelajaran campuran.

Mengenal Metode Belajar Hybrid atau Blended Learning

Dalam pelaksanaan blended learning, ada kalanya peserta didik dan tenaga pendidik bertatap muka langsung di kelas, tetapi ada kalanya pula melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi misalnya, dalam rentang waktu seminggu, dua hari dilakukan sekolah tatap muka, sedangkan tiga hari berikutnya belajar dari rumah.

Dalam blended learning, jadwal kapan siswa harus masuk ke sekolah dan kapan harus belajar di rumah, diatur oleh tenaga pengajar. Pada beberapa sekolah, bisa jadi orang tua juga dilibatkan terkait penjadwalan ini.

Tujuan dilakukan blended learning sendiri, diharapkan bisa mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Misalnya, menjaga agar siswa tidak bosan atau stres karena hanya belajar dari rumah, mengakomodir kebutuhan siswa untuk berinteraksi sosial dengan teman dan guru di sekolah, dan sebagainya.

Artikel terkait: Mengenal 11 Jenis Hewan Endemik Indonesia, Sebagian Terancam Punah

Hybrid learning juga menjadi alternatif pembelajaran ketika sekolah-sekolah belum memungkinkan untuk secara total menerapkan pembelajaran tatap muka, lantaran situasi pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya kondusif.

Penerapan hydrid learning di Indonesia, bisa terlihat dari kebijakan PTM terbatas. Di sini, jumlah siswa di kelas dibatasi hanya 50 persen, dan kemudian ada kewajiban untuk melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, ditetapkan pula PTM bisa dihentikan jika terjadi kasus positif di sekolah atau kampus yang bersangkutan. Perlu dicatat pula, PTM terbatas baru bisa dilaksanakan di wilayah dengan PPKM level 1-3 saja.

Kelebihan Hybrid Learning

Mengenal Hybrid Learning Atau Metode Belajar Campuran, Solusi Baru Pembelajaran Saat Pandemi

Mengutip dari laman Dunia Dosen, adanya kebijakan untuk menerapkan hybrid learning kemudian mendapatkan sambutan yang beragam, ada yang pro dan kontra. Hal ini tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh model pembelajaran campuran tersebut.

Dilihat dari sisi kelebihan, blended learning punya beberapa poin berikut ini:

1. Membuka Kesempatan Bersosialisasi

Kelebihan pertama dari metode pembelajaran campuran ini adalah bisa membuka kesempatan untuk bersosialisasi. Misalnya, pada Sekolah Dasar rata-rata masuk sekolah sekali seminggu.

Saat masuk ke kelas dan bertemu dosen atau guru secara langsung, maka akan membuka kesempatan untuk bersosialisasi. Bersosialisasi mengasah keterampilan hidup bersosial dan bagus untuk kesehatan mental.

Artikel terkait: 5 Hewan Tercepat di Dunia, Ada yang Kalahkan Kecepatan Mobil Sport

2. Pemahaman Materi Lebih Baik

Pembelajaran daring memang tetap membuka kesempatan untuk bisa memahami materi pembelajaran. Namun, tidak seefektif saat mengalami pembelajaran tatap muka. Sehingga, dengan hybrid learning peserta didik memiliki kesempatan untuk memahami materi pembelajaran dengan lebih baik.

3. Tetap Memanfaatkan Teknologi

Blended learning tetap memanfaatkan teknologi, dimana Indonesia sendiri memang masih ketinggalan dengan negara lain dalam pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan. Namun, sejak pandemi pemanfaatan teknologi semakin mudah dan terlaksana dengan baik. Blended learning kemudian tidak menutup pemanfaatan tersebut.

4. Memberi Penyegaran

Setelah nyaris 2 tahun penuh menjalani pembelajaran daring, siswa maupun tenaga didik bisa saja merasa jenuh. Blended learning bisa memberikan penyegaran di tengah-tengah kebosanan terhadap rutinitas ‘belajar dengan layar gadget’ terus-menerus.

Kekurangan Hybrid Learning

Hybrid learning

Selain memiliki sederet kelebihan, hybrid learning juga punya sejumlah kekurangan atau kelemahan. Seperti:

1. Mengalami Kesulitan dalam Mengatur Jadwal Belajar Harian

Kegiatan pembelajaran campuran bisa menciptakan kesulitan dalam mengatur jadwal belajar harian. Sehingga perlu disiplin tinggi dan fokus yang tinggi juga agar bisa mengatur jadwal belajar dengan baik.

Artikel terkait: Apa Itu Kalimat Efektif? Ini Pengertian, Ciri, dan Contohnya

2. Masih Bergantung Perangkat dan Jaringan Internet

Saat belajar di sekolah atau kampus, maka tidak perlu bergantung pada kondisi perangkat seperti komputer dan jaringan internet. Namun, jika sudah waktunya belajar dari rumah maka masih sangat bergantung dengan dua aspek tersebut.

Maka ada kalanya pembelajaran menjadi kurang efektif dan bahkan susah diakses, terutama oleh peserta didik yang jaringan internetnya masih sangat buruk.

3. Kesulitan Menyusun Metode Pembelajaran

Kekurangan lainnya dialami oleh tenaga pendidik, yang tentu mengalami kesulitan dalam menyusun metode pembelajaran. Supaya materi bisa disampaikan dengan baik, menarik, dan bisa diakses secara merata oleh seluruh peserta didik. Sehingga menuntut semua pihak untuk bisa beradaptasi dengan baik lewat metode pembelajaran baru ini.

Nah, Parents itu tadi informasi tentang hybrid learning beserta kelebihan dan kekurangannya. Kalau pengalaman Parents sendiri, apa tantangannya dalam mendampingi si kecil dalam mendampingi ia belajar dengan metode blended learning ini?

***

Baca juga:

6 Jenis Metode Pembelajaran untuk Anak di Sekolah, Kelebihan dan Kekurangannya

Suaka Margasatwa, Apa Bedanya dengan Cagar Alam dan Taman Nasional?

Fotosintesis adalah Proses Pemanfaatan Energi Matahari oleh Tumbuhan, Ini Penjelasan Rincinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

alikarukhan

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Mengenal Hybrid Learning Atau Metode Belajar Campuran, Solusi Baru Pembelajaran Saat Pandemi
Bagikan:
  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti