Agar tetap harmonis selama kehamilan, ini poin utamanya

lead image

Untuk menjaga agar tetap harmonis selama kehamilan, pria juga harus mengetahui bagaimana perasaan wanita tentang seks

Dalam sebuah pernikahan, seks adalah masalah penting. Bahkan menjadi hal yang lebih penting saat pasangan telah memasuki dunia orang tua. Ketika wanita sedang hamil, rutinitas seks tentu akan berubah dari sebelumnya. Lalu bagaimana cara agar tetap harmonis selama kehamilan?

Untuk menjaga suasana yang harmonis selama kehamilan, pasangan perlu tahu ini.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/18855 840x576.jpg Agar tetap harmonis selama kehamilan, ini poin utamanya

Ada beberapa hal yang mungkin seorang wanita belum tahu bagaimana perasaan pria tentang seks saat kehamilan. Dorongan seks calon ayah mungkin berkurang, karena dia takut mungkin akan menyakiti bayinya. Rasa birahinya mungkin dimatikan oleh perut istri yang membesar, atau gejala kehamilan lain yang dialami istrinya, contohnya sering mual.

Seorang suami mungkin akan merasa canggung karena rasanya seperti ada orang lain di ruangan itu, terutama jika dia tahu bayinya perempuan. Namun, seorang suami mungkin juga terangsang oleh fisik baru istrinya yang sedang hamil.

Untuk menjaga tetap harmonis selama kehamilan, pria juga harus mengetahui bagaimana perasaan wanita tentang seks. Lingkungan memengaruhi dorongan seksual wanita. Bagi wanita, esensi seks lebih penting daripada hanya rutinitas belaka. Seks adalah aktivitas yang lebih mengutamakan emosional daripada fisik. Hasrat seksual seorang wanita berasal dari telinganya, bukan di antara kedua kakinya.

Selama kehamilan, seorang wanita menderita PMS atau premenstrual syndrome, dimana perubahan suasana hatinya meningkat. Tubuhnya, terutama payudaranya, mungkin menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan.

Wanita hamil biasanya akan memperjuangkan harga dirinya, dan ia merasa tidak menarik karena kenaikan berat badan. Keletihan juga dapat menyulitkannya untuk berhubungan seks.

Banyak wanita yang merasa bahwa seorang ibu tidak seharusnya berhubungan seks, karena takut menyakiti bayinya. Namun, dorongan seksual seorang istri juga bisa meningkat selama kehamilan.

Masalah yang sering dihadapi pasangan adalah hanya ada satu dorongan seksual yang tetap sama atau meningkat, sementara pasangannya tidak tertarik pada seks. Misalnya suami mungkin dalam suasana hati menginginkannya, tetapi istrinya mungkin tidak, atau sebaliknya.

Ada juga masalah wanita hamil yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hubungan seks karena alasan kesehatan. Dalam hal ini, seorang suami mungkin harus ‘beristirahat’ untung sementara, sebagaimana yang ia alami sebelumnya selama bertahun-tahun masa lajang.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/wajib tahu tips bikin suami bertekuk lutut di ranjang.jpg Agar tetap harmonis selama kehamilan, ini poin utamanya

Terlepas dari situasi pasangan, agar tetap harmonis selama kehamilan dapat dipecahkan melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang perasaan, dan kebutuhan masing-masing melalui komunikasi yang baik.

Tidak peduli betapa tidak nyamannya seorang calon ibu dan ayah baru, namun yang lebih penting adalah secara jujur ​​mendiskusikan bagaimana perasaan mereka tentang seks.

Bagi bunda yang sedang hamil, maka mulailah untuk lebih terbuka dengan suami, dan jangan lupa sebaliknya. dengan komunikasi yang baik, maka keterbukaan adalah solusinya.

Sumber Babble.com

Baca juga:

Tips sederhana menangani insomnia saat hamil

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.