Sempat kehilangan bayinya, ini perjuangan Gilang Dirga dan istri untuk mendapat momongan!

Sempat kehilangan bayinya, ini perjuangan Gilang Dirga dan istri untuk mendapat momongan!

Kehilang buah hati untuk selamanya tentu membuat perasaan Gilang Dirga dan Adiezty Fersa hancur. Sayangnya, kabar ini justru disalahartikan oleh seorang warganet yang mengira mereka telah melakukan aborsi.

Pada tahun 2018, pasangan suami istri Gilang Dirga dan Adiezty Fersa harus merelakan kepergiaan buah hati mereka yang sudah 5 bulan dikandung Adiez. Hal itu lantaran janin memiliki kelainan irama jantung.

Berdasarkan saran dokter, janin yang dikandung Adiez harus dilahirkan lebih awal dengan cara induksi. Gilang dan Adiez melakukannya pada usia kehamilan 5 bulan, itu juga setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter.

Sayangnya, ada pihak yang menyalahartikan kabar tersebut, sehingga Gilang dan Adiez dianggap telah melakukan tindakan aborsi. Parahnya, Gilang Dirga hingga mendapat pesan bernada negatif melalui akun media sosial Instagramnya.

Artikel terkait : Ingin memiliki momongan, begini perjuangan Gilang Dirga dan istri jalani program bayi tabung

Kronologi Gilang Dirga dan Adiezty yang sempat dituduh aborsi

Gilang dirga

Awal mula Gilang dan Adiez dituduh aborsi karena salah satu saluran televisi nasional menyiarkan potongan video cerita kehamilan Adiez yang terlebih dahulu diunggah di YouTube ‘ITIKK Family’ milik keluarga Tya Ariestya.

Dalam video itu, Gilang dan Adiez berkisah tentang perjuangan mereka yang harus kehilangan calon buah hati di kehamilan sebelumnya. Hingga akhirnya memutuskan melakukan program hamil lagi dengan jalan IVF atau bayi tabung.

Akan tetapi, pesan yang ditangkap khalayak tidak akurat, mengira jika Gilang dan Adiez melakukan aborsi kepada janin akibat memiliki kelainan jantung sejak dalam kandungan. Hal tersebut tentu membuat mereka geram.

Assalamulaikum. Saya lihat di trans soal mas Gilang aborsi karena si jabang bayi ada kelainan irama jantung (aritmia). Sudah pernah main ke RS jantung bagian anak? Di sana banyak orangtua hebat dengan anak kelainan jantung. Adalah hak mas Gilang apabila ambil kesimpulang untuk aborsi.

Hanya saya merasa sedih saja, ketika amanah yang munbkin buat kita tak sempurna, tapi lain bagi Allah akhirnya harus pergi. Bagi kami, anak disabilitas bukanlah sesuatu ketakutan, tapi cambukan agar lebih dekat dengan sang khalik.

Semoga mas Gilang mendapatkan bayi yang sesuai dengan harapan (Aamiin). Sehat selalu dan makin sukses buat mas Gilang sekeluarga,” tulis seseorang untuk Gilang yang disampaikan melalui pesan Instgaram.

Mendapat pesan seperti itu membuat Gilang tidak tinggal diam. Dengan tegas, ia membalas pesan serta memberikan klarifikasi demi meluruskan kabar yang simpang siur.

Walaikumsalam, kau ngerasa sedih kan? kau pikirkan perasaan kami orangtuanya nggak? Sudah nonton tayangan lengkapnya nggak? Kau sudah tau usaha apa saja yang kami lakukan nggak? Sudah tau berapa dokter dan professor jantung yang kami datangi?,” balas Gilang.

Kau bisa ngomong dan sedih, tapi kau mikir nggak kalau kalimat kau itu bisa menyakiti hati aku terutama bapaknya? Ku doakan sehat juga untuk kau yang paling sempurna kayaknya menghadapi masalah di hidup ini,” sambungnya.

Klarifikasi Gilang Dirga dan Adiezty

gilang dirga

Meski momen menyedihkan ini sudah terjadi sekitar dua tahun silam, tapi kabar ini kembali muncul menjadi perbincangan khalayak karena ada pihak yang salah menangkap informasi. Yakni, Gilang dan Adiez dituduh aborsi.

Akhirnya, melalui sebuah video yang diunggah di akun YouTube ‘ITIKK Family’ pada Senin (09/03), Gilang dan Adiez memberikan penjelasan terkait kondisi yang sebenarnya terjadi beberapa waktu lalu.

Dua kali kehilangan calon buah hati, yang kedua bayinya ada kelainan jantung dan itu memang sudah tidak bisa dipertahankan. Dilahirkan karena memang untuk menyelamatkan bayi dan ibu,” jelas Gilang.

Kita tuh diskusi panjang, dengan 6 dokter totalnya. Semuanya sama keputusannya, ini akan membahayakan. Kita bahkan disarankan terminasi dalam belasan minggu, 3 bulan itu sudah terdeteksi ada kelainan jantung,” imbuh Gilang dan Adiez.

Gilang melanjutkan, akhirnya ada dokter yang menyarankan untuk menunggu hingga usia kandungan 5 bulan agar bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Senada dengan ini, dokter jantung juga memberikan saran yang sama kepada Gilang dan istri.

Kita sudah pakai segala macam, cek 4D. Terus ada satu dokter yang kita datang di bulan ke 4, dia bilang ‘pak kalau saya jadi bapak, saya sudah melakukan tindakan, kasian ibunya’. Tapi kita tanya dan diskusi lagi, dokter dan keluarga, tapi keluarga terserah kepada kita berdua,” cerita Gilang.

Pikirkan perasaan kedua orangtua

Sementara itu, Adiez berharap kepada khalayak untuk lebih memikirkan bagaimana perasaan kedua orangtua yang harus kehilangan bayinya. Serta, tidak langsung menuduh ke arah yang negatif.

Jangan asal ngejudge, pikirin juga perasaan kitanya. Aku untuk lihat bayi aku sendiri aja mikirnya lama, berani lihat atau nggak, takutnya down. Saat suster mau keluar bawa bayi, baru aku mau lihat, karena tadinya nggak berani lihat,” ucap Adiez.

Kini, Gilang dan Adiez sedang menjalani program bayi tabung

Gilang dirga

Setelah sempat melalui perjuangan kehamilan yang sangat panjang, kini Gilang dan Adiez sedang melakukan program hamil bayi tabung. Mereka memilih program bayi tabung karena ingin kehamilan selanjutnya dipersiapkan dengan lebih baik.

Program bayi tabung yang mereka jalani sekarang sudah sampai pada tahap pembekuan embrio. Selanjutnya, menunggu saat yang tepat untuk transfer embrio ke rahim Adiezty.

“(IVF) lebih well prepare. Sedang proses pembekuan embrio,” ujar Adiezty.

***

Itulah kisah kehamilan Adiezy Fersa dan Gilang Dirga. Semoga kehamilan sekarang diberikan kelancaran hingga tiba waktunya persalinan.

Baca juga :

5 Penyebab bayi meninggal dalam kandungan dan cara mencegahnya, apa saja?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

febri

app info
get app banner