TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Catat! 5 Hal yang Bisa Parents Lakukan untuk Cegah Gigi Anak Rusak

Bacaan 5 menit
Catat! 5 Hal yang Bisa Parents Lakukan untuk Cegah Gigi Anak Rusak

Jangan abai. Yuk, lakukan lima langkah ini agar gigi si kecil tetap sehat!

Tak bisa dipungkiri bahwa masih ada orangtua yang abai saat gigi anak rusak anak, bahkan cenderung mengganggap enten.

Umumnya, masih ada anggapan keliru seperti, “Ah gigi susu juga nantinya tanggal dan digantikan gigi permanen. Jadi kalau sekarang rusak atau berlubang ya biarkan saja.”

Apakah Parents juga mempunyai pemikiran yang sama? Memang gigi susu pada akhirnya akan digantikan oleh gigi permanen. Akan tetapi, gigi susu yang rusak dapat berdampak pada tumbuh kembang anak dan kesehatan gigi permanen di kemudian hari. 

Artikel terkait: Tahapan Tumbuh Kembang Rahang dan Gigi Anak Berdasarkan Usianya, Parents Jangan Abai!

Penyebab Gigi Anak Rusak

gigi anak rusak

Kerusakan gigi anak paling sering terjadi akibat karies dentis atau dikenal dengan gigi berlubang. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penumpukan plak gigi akibat sisa makanan dan bakteri di dalam rongga mulut.

Bakteri penyebabnya, yakni Streptococcus mutans, hinggap pada plak gigi dan mengubah gula menjadi asam. Akibatnya, terjadi demineralisasi gigi dan penurunan derajat keasaman (pH) rongga mulut, yang selanjutnya mempermudah terjadinya lubang gigi.

Pada anak kecil, kondisi gigi yang rusak sering kali disebabkan karena kebiasan yang buruk. Misalnya, gigi berlubang terjadi karena anak terbiasa minum susu dengan botol dot kala tidur. Kondisi ini, yang disebut dengan nursing bottle syndrome, membuat hampir semua gigi dalam mulut anak rusak akibat lubang gigi.

Gejala yang Dirasakan Anak Kala Gigi Rusak

Secara umum, gigi terbagi menjadi 3 lapisan dari yang paling luar hingga paling dalam. Ketiga lapisan ini, yaitu enamel, dentin dan pulpa. Anak dapat merasakan gejala yang berbeda, sesuai kedalaman lubang pada gigi.

  • Lubang pada enamel gigi

Enamel adalah bagian terluar gigi yang strukturnya paling keras. Bila lubang terjadi pada enamel gigi, rata-rata anak tidak akan merasakan nyeri atau keluhan lain.

  • Lubang hingga mengenai dentin gigi

Keluhan nyeri mulai timbul saat lubang meluas hingga ke area dentin. Rasa nyeri pun akan semakin berat dan sering bila lubang semakin dalam menembus dentin hingga mendekati pulpa.

  • Lubang hingga mengenai pulpa gigi

Pulpa adalah bagian terdalam gigi yang kaya akan saraf dan pembuluhh darah. Oleh sebab itu, bila lubang gigi mencapai area ini, anak akan tampak sangat kesakitan.

Perlu diketahui bahwa struktur gigi susu sedikit berbeda dengan gigi permanen. Pada gigi susu, bagian ruang pulpa cukup tinggi sehingga struktur enamel dan dentin lebih tipis. Ini sebabnya lubang pada gigi anak lebih berpotensi mengenai saraf gigi.

Pada sebagian kasus, setelah lubang gigi meluas hingga pulpa terjadi pembengkakan pada gusi berisi pus (nanah) yang diproduksi oleh bakteri.

Cara Mengobati Gigi Anak yang Rusak

Catat! 5 Hal yang Bisa Parents Lakukan untuk Cegah Gigi Anak Rusak

Anak kerap kali abai akan rasa nyeri pada gigi bila tidak terlalu mengganggu. Karena itu pula, orang tua tidak menyadari sehingga tidak segera memeriksakan gigi anak. Padahal, lubang gigi yang semakin cepat ditangani, hasilnya pun lebih baik. 

Bila memang terdapat lubang gigi, maka harus dilakukan penambalan. Untuk lubang gigi yang sebatas bagian enamel atau dentin, tindakan penambalan sederhana sudah cukup. Namun, untuk lubang yang sudah sampai ke pulpa, perlu dilakukan perawatan endodontik atau perawatan saluran akar. Jadi, diperlukan kunjungan berulang sebelum akhirnya dilakukan penambalan. 

Artikel Terkait: 7 Tips Mengajak Anak Periksa Gigi ke Dokter, Usir Rasa Takutnya!

Bagaimana jika anak takut ke dokter gigi dan menolak dilakukan perawatan? Hal ini tentu sering terjadi pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah atau jarang ke dokter gigi.

Meski demikian, Anda harus tetap membawanya ke dokter gigi. Perawatan perlu segera dilakukan karena lubang gigi dapat semakin luas, memicu infeksi gigi yang dapat berulang, serta berdampak pada kurangnya asupan kalori anak akibat rasa sakit saat makan.

Cegah Gigi Anak Rusak, 5 Hal Ini Bisa Parents Lakukan

Berikut beberapa tips praktis bagi orang tua untuk mencegah terjadinya kerusakan gigi pada anak.

  • Ajak anak rutin kontrol ke dokter gigi paling sedikit 6 bulan sekali

American Dental Association menyarankan kunjungan pertama ke dokter gigi adalah saat gigi susu pertama tumbuh atau selambat-lambatnya saat anak berusia satu tahun. Selanjutnya, dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali. Kunjungan rutin ke dokter gigi ini penting agar lubang gigi sekecil apapun dapat segera ditangani. Untuk anak-anak dengan tingkat kebersihan rongga mulut (oral hygiene) yang kurang, disarankan rutin kontrol 3 bulan sekali.

  • Rajin menyikat gigi

Catat! 5 Hal yang Bisa Parents Lakukan untuk Cegah Gigi Anak Rusak

Artikel Terkait: 4 Masalah Gigi Ini Sering Dialami Si Kecil, Ini yang Perlu Parents Perhatikan

Ingatkan anak untuk rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur. Untuk anak berusia di bawah 8 tahun, sebaiknya orang tua tetap mengawasi dan mengulangi sikat gigi setelah anak menyikat giginya sendiri.

  • Tidak minum susu saat tidur

Sebisa mungkin habiskan susu sebelum tidur, terutama bagi anak yang minum susu dengan botol dot. Setelah itu, gigi wajib disikat agar tidak terdapat sisa susu pada gigi saat anak tidur.

  • Biasakan pola makan yang sehat dan tinggi serat

gigi anak rusak

Sesuai anjuran American Academy of Pediatrics, batasi konsumsi gula pada anak di atas 2 tahun sebanyak maksimal 6 sendok teh per hari. Untuk anak di bawah usia 2 tahun, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan dan minuman manis.

  • Edukasi dan observasi

Sedini mungkin, orang tua perlu menjelaskan pada anak pentingnya menjaga kesehatan gigi. Anda bisa membacakan buku cerita soal kesehatan gigi, profesi dokte gigi atau dengan bermain peran sebagai dokter dan pasien gigi. Anda juga dapat melakukan observasi (pengamatan) rutin pada gigi anak sembari mengedukasi. Jadi, bila gigi anak bermasalah dapat segera ditemukan dan ditangani.

Setelah mengetahui apa saja penyebab dan cara mencegah gigi anak rusak, semoga kondisi kesehatan gigi si kecil tetap sehat, ya, Parents!

Baca Juga:

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Jangan Keliru! Begini Cara Paling Aman Mencabut Gigi Anak di Rumah

Mau Pasang Kawat Gigi? Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Berencana Pasang Gigi Palsu? Perhatikan Hal Penting Ini Lebih Dulu, Yuk!

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Catat! 5 Hal yang Bisa Parents Lakukan untuk Cegah Gigi Anak Rusak
Bagikan:
  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti