TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hati-hati! Balita bisa alami skoliosis yang berisiko kematian

Bacaan 4 menit
Hati-hati! Balita bisa alami skoliosis yang berisiko kematian

Sudahkah Parents memastikan tulang belakang si kecil dalam kondisi normal?

Pernahkah Bunda mendengar skoliosis dan mengetahui gejala skoliosis yang bisa terjadi pada anak?

Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa terjadinya kelengkungan tulang belakang.  Parents perlu waspada dan mengetahui gejala skoliosis, terutama yang bisa dialami anak-anak. Pasalnya, penyakit yang satu ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.

Seperti yang dipaparkan Dr. dr Ninis Sri Prasetyowati, Sp KFR, konsultan ahli dari klinik Skoliosis Care, skolisis bisa terjadi pada anak-anak, mulai dari 0-3 tahun hingga saat anak-anak tumbuh dewasa.

Namun, progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10-18 tahun. Artinya, di masa tersebut pembengkokan tulang belakang bergerak secara cepat.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak mengalami skoliosis. Yaitu, faktor genetik, kelainan kongenital atau bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang, atu kebiasaan membawa barang yang berat.

Selain itu, jenis kelamin ternyata ikut memengaruhi terjadinya kelainan pada tulang belakang. Di mana perempuan lebih berisiko mengalami skolisosis. Artinya, lengkungan tulang belakang pada anak perempuan cenderung memburuk ketimbang anak laki-laki.

Namun, Labana Simanihuruk, ahli fisiologi dan anatomi saat ditemui mengatakan bahwa gejala skoliosis, termasuk yang dialami anak memang jarang sekali disadari oleh penderitanya. Padahal gejala ini sebenarnya bisa dilihat secara fisik.

Oleh karena itulah penting dilakukan pemeriksaan secara berkala.

Bagaimana cara mengetahui gejala skoliosis pada anak?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gejala skoliosis pada anak. Mulai dari melihat apakah bahu anak asimetris atau tidak, melihat tonjolan tulang bahu, hingga memeriksa ada tidaknya lengkungan yang terlihat pada tulang pinggang dan pinggul.

Tidak mengherankan jika banyak orangtua yang baru mengetahui anaknya menderita skoliosis saat sedang menjahit baju. Sebab, saat diukur, bahunya tidak rata.

Meskipun pada awalnya skoliosis ini tidak terasa mengganggu atau menyakitkan, namun lama kelamaan bisa berbahaya karena kondisi tulang yang melengkung bisa merusak syaraf pada tubuh.

Bahkan dapat menekan organ-organ lain seperti paru-paru dan jantung, sehingga menyebabkan infeksi pernapasan dan gagal jantung. Hingga menyebabkan kematian.

Risiko ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena seperti yang dijelaskan Labana Simanihuruk bahwa skoliosis akan bertambah 1 sampai 3 derajat setiap tahunnya.

Sudahkah Anda memeriksa anak untuk memastikan apakah gejala skoliosis ini dialami atau tidak?

 

Baca juga:

Akibat Tas Sekolah Terlalu Berat, Anak Ini Harus Menjalani Operasi Tulang

Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa teradinya kelengkungan tulang belakang. Saat anak mengalami skoliosis parents harus waspada dan mengetahui tanda tanda skoliosis. Pasalanya penyakit satu ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian yang bisa berujung pada kematian. Mari simak penejelasan gejala skoliosis selengkapnya berikut.

Penjelasan Penyakit Skoliosis Bisa Berbahaya

Hal ini diungkapkan oleh Dr. dr Ninis Sri Prasetyawati sebagai konsultan ahli dari klinik skoliosis care. Ia menjelaskan jika skoliosis bisa terjadi pada anak anak, mulai dari usia 0 hingga 3 tahun bahkan saat anak sudah tumbuh dewasa. Namun progresivitas skoliosis terajdi pada umur 10 hingga 18 tahun. Artinya di masa tersebut terjadi pembengkoan tulang belakang yang bergerak secara cepat.

tau gejala skoliosis operation

Ada banyak sekali faktor yang penyebab sckoliosis pada anak anak. Faktor genetik ini antara lain kelainan kongential atau bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang atau kebiasaan membawa barang yang berat. Selain itu jenis kelamin juga sangat memperngaruhi terjadinya kelainan pada tulang belakang. Dalam hal ini perempuan lebih beresiko mengalami scoliosis.

Beragam Tanda Jika Anak Mengalami Skoliosis

Ada beberapa gejala skoliosis yang bisa bunda deteksi pada anak. Sebagai orang tua Anda harus memperhatikan beberapa gejala yang mungkin saja timbul. Hal ini karena banyak orang tua yang barus menyadari anak mengalami skoliosis saat sedang mengukur baju, karena saat diukur bahnya tidak rata. Biasanya akan ditemukan benjulan pada area bahu dan bahu yang tidak simetris.

mau tau scoliosis gejala skoliosis

Anda tidak bisa menyepelekan skolisosis pada anak meskipun tidak menggangu.Lama kelamaan akan berbahaya karena kondisi tulang melengkung bisa merusak syaraf pada tubuh. Bahkan yang lebih parahnya lagi bisa menekan organ organ lain sepert paru paru atau jantung. Sehingga akan menyebabkan infeksi pernapasan dan gagal jantung hingga menyebabkan kematian.

ini Skoliosis Penyebab Bahaya Gejala dan Pengobatan gejala skoliosis

Itulah penjelasan tentang scoliosis yang ternyata bisa membahayakan anak hingga dewasa. Sebagai orang tua penting bagi Anda untuk mengetahui beragam gejala yang ditimbulkan dan mencegah terjadinya tulang scoliosis jauh lebih parah. Dengan mengetahui gejala dan faktor penyebab, Anda bisa lebih berhati hati untuk merawat anak agar memiliki tulang yang sehat.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Hati-hati! Balita bisa alami skoliosis yang berisiko kematian
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti