TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kanker leukimia pada anak bisa disembuhkan, perjuangan Natarini Setianingsih menjadi buktinya

Bacaan 5 menit
Kanker leukimia pada anak bisa disembuhkan, perjuangan Natarini Setianingsih menjadi buktinya

Didiagonasis leukemia atau kanker darah pada usia 12 tahun, perempuan ini kini dinyatakan sudah sembuh total.

Sudahkah Parents mengetahui gejala awal penyakit leukimia pada anak?

Hal ini penting dilakukan untuk membantu proses penyembuhan anak yang telah didiagnosis kanker. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak yang mengalami kanker memang cenderung lebih kuat, sehingga bisa menjalani terapi dan perawatan sehingga proses penyembuhannya lebih cepat. 

Setidaknya, kisah perempuan satu ini menjadi salah satu bukti bahwa kanker leukimia pada anak memang bisa disembuhkan.

Berbeda dari anak remaja kebanyakan, Natarini Setianingsih (34 tahun) justru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit setelah dokter mendiagnosis dirinya terkena kanker pada usia 12 tahun.

Peristiwa ini memang sudah terjadi hampir 19 tahun silam, namun perempuan yang kerap di sapa Rini ini menandaskan bahwa ia masih ingat  perjuangannya melawan penyakit kanker darah atau leukimia. Termasuk dengan kesigapan orangtuanya mencari tahu gejala awal penyakit leukimia.

Ditemui  di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, spesialis anak sekaligus konsultan onkologi dari rumah sakit kanker Dharmais, Jakarta, dr. Mururul Aisyi, Sp A(K) mengatakan bahwa gejala awal penyakit leukimia adalah kondisi anak yang sering kali terlihat pucat dan demam. 

Selain itu, diagnosis leukimia bisa semakin menguat jika anak mengalami pendarahan di organ tubuhnya,

gejala awal penyakit leukimia

Kepada rekan jurnalis, perempuan yang bekerja di bagian publikasi jurnal ilmiah RS Kanker Dharmais ini menceritakan perjuangannya melawan leukima. Termasuk, bagaimana motivasi yang diberikan orangtuanya untuk terus semangat melewati proses pengobatan.

Meskipun proses yang dijalankan terasa begitu berat, perlu melakukan kemoterapi 6 kali dan radiasi 11 kali, selama 2 tahun, hingga kondisi fisiknya sempat memprihatinkan, kini Rini sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, ia telah membuktikan bahwa penyakit kanker, khususnya leukimia sebenarnya bisa disembuhkan.

Berikut ini hasil wawancara theAsianparent Indonesia dengan Rini:

Masih ingat, bagaimana reaksi pertama Anda dan orangtua saat dokter mendiagnosis Anda mengalami penyakit leukimia?

Kaget, karena saya sebelumnya juga sudah tahu penyakit leukimia itu apa. Saat saya didiagnosis memang sangat khawatir. Mikirnya, bisa sembuh nggak ya? Ya, terbayang memang kematian. Kanker itu kan dianggap penyakit ganas, apalagi tahun itu memang masih jarang, belum lagi harus bolak balik ke Jakarta untuk pengobatan.

Ibu saya  juga tidak termasuk orangtua yang cengeng. Begitu saya dinyatakan leukimia, beliau tegar. Terbawa perasaan memang sudah pasti, merasa sedih, dan drop, bahkan seperti kata orang-orang, saya dan orangtua sempat merasa dunia seakan runtuh. Tapi orangtua saya memang akhirnya harus bangkit kembali cari pengobatan untuk saya.

Dulu saling menguatkan. Ibu saya dengan nenek, bersama keluarga besar sering ikut saya ke rumah sakit, temenin saya, termasuk saat saya melakukan bor tulang sumsum. Mereka ada di samping saya. Ini yang bikin saya termotivasi. Saya ingin bersama keluarga, pulang ke rumah.

Bagaimana gejala awal penyakit leukimia yang Anda rasakan?

Jadi waktu itu, tahun 1996 saya baru masuk sekolah kelas 1 SMP. Awal masuk, kondisi saya ngedrop. Gejala awal penyakit leukimia yang saya rasakan, awalnya saya terlihat pucat, dan demam. Tapi setelah dikasih obat pereda demam, memang reda, tapi besoknya kambuh kembali. Begitu terus. 

Akhirnya saya dibawa ke dokter, dibilangnya malah malaria. Dokter lain bilang saya kena liver karena saya juga terlihat pucat dan kuning. Terakhir, karena selama sebulan nggak sembuh-sembuh akhirnya dirujuk untuk datang ke spesialis darah, ketika itu HB saya 8. Saya pun dirujuk ke RSCM.

gejala awal penyakit leukimia

Selama  masa pengobatan, apa yang dirasakan paling terasa berat?

Saya ini kan tinggal di Pandeglang, sementara berobat di Jakarta. Jadi waktu itu saya harus jalan jam 5 subuh untuk naik bis menuju RSCM. Saat komoterapi, efeknya itukan mual dan muntah, kalau sekarang diingat-diingat nggak kebayang, sih, bagaimana bisa saya menjalaninya saat itu.

Apa yang paling memotivasi Anda untuk bisa terus berjuang melawan kanker leukimia?

Keluarga. Mereka memang  saling menguatkan. Ibu saya dengan nenek, bersama keluarga besar sering ikut saya ke rumah sakit, temenin saya. Mereka ada di samping saya. Ini yang bikin saya termotivasi. Saya ingin bersama keluarga, dan bisa pulang ke rumah.

Saat ini, dokter sudah menyatakan sembuh total?

Iya, karena sudah lebih dari 5 tahun. Pengobatan dari tahun 1996 sampai tahun 1999. Tapi memang setiap tahun saya tetap melakukan kontrol.

Bagaimana dengan pola hidup yang Anda lakukan saat ini?

Saya harus tetap olahraga meskipun memang nggak berat, sekadar senam, atau bersepeda. Saya pun sering minum jus sayuran, mengurangi gula dan garam. Ini membuat badan memang terasa jadi jauh lebih terasa enak.

gejala awal penyakit leukimia

Saat ini saya benar-benar menikmati hidup karena kanker survivor itu memang nggak boleh stres, jadi benar-benar menikmati hidup.

Ada pesan yang ingin Anda sampaikan khususnya pada orangtua?

Dulu saya terkena kanker ketika umur 12 tahun, jadi saat itu saya sudah bisa mengidentifikasi sakitnya seperti apa. Yang saya lihat, anak-anak yang masih kecil dan mengalami kanker leukimia, apalagi yang masih balita mereka hanya bisa menangis. Sampai orangtua juga bingung harus melakukan apa.

Tapi percaya saja bahwa kanker sebenarnya bisa disembuhkan. Saya belajar dari ibu saya, mereka memang cepat tanggap, mengetahui gejala awal penyakit leukimia.

Memang kuncinya itu di orangtua, harus tanggap dan tahu gejala awal penyakit leukimia.  Jika anak sudah terdiagnosis kanker, semangat saja dulu. Tetap positif, karena ini bisa membantu pengobatan anak. Dengan begitu kemo dan radiasi jadi lancar. Proses ini memang nggak mudah, tapi pasti bisa dilalui.

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

 

Baca juga:

Anak 3 tahun menjadi penyintas kanker payudara termuda di dunia!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Kanker leukimia pada anak bisa disembuhkan, perjuangan Natarini Setianingsih menjadi buktinya
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti