TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Remaja 14 tahun di Kupang bunuh diri, surat wasiatnya berbunyi:"Aku ingin membunuh ayah"

Bacaan 3 menit
Remaja 14 tahun di Kupang bunuh diri, surat wasiatnya berbunyi:"Aku ingin membunuh ayah"

Dalam surat wasiat, korban menuliskan jika ia telah gagal melakukan tujuan hidupnya. Yakni menyelesaikan sekolah sampai SMA, namun ia gagal melakukannya karena dendam pada sang ayah.

Seorang remaja ditemukan tewas gantung diri di rumahnya yang berada di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Kasus ini pertama kali terungkap oleh Kristofel Key (57) pada Senin, 14 Oktober 2019.

Saat itu, Kristofel sedang memberi makan kambing peliharaannya, kemudian mengikat kambingnya di depan rumah yang menjadi tempat kejadian perkara. Secara tiba-tiba tercium aroma busuk dan terlihat banyak lalat di balik kaca rumah.

Merasa curiga, Kristofel akhirnya menengok ke dalam rumah melalui jendela dan menemukan sosok manusia tergantung di dalam rumah. Ia segera menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tuak Daun Merah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Diketahui jika rumah yang menjadi lokasi kejadian bunuh diri merupakan rumah yang pernah ditinggali oleh keluarga Antonius Sinaga. Namun, saat ini rumah tersebut kosong setelah Antonius membunuh istrinya pada tahun 2012.

Korban tewas gantung diri merupakan seorang remaja usia 14 tahun

gantung diri

Setelah melalui proses pemeriksaan, korban tewas gantung diri ialah YSS yang merupakan siswa SMP berusia 14 tahun dan anak dari Antonius Sinaga. Jenazah YSS kemudian dievakuasi oleh polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

Sebelum bunuh diri, ternyata YSS sempat menulis surat wasiat yang ditujukan kepada pamannya. Pada surat itu, YSS mengungkapkan tujuan hidupnya yang gagal dilakukan.

Tujuan hidup YSS yaitu ingin sekolah hingga tamat SMA, tapi di sisi lain, ia juga ingin membunuh sang ayah. Alasan YSS ingin membunuh ayahnya karena ia dendam setelah sang ayah membunuh ibu kandung YSS.

“Surat tersebut juga ditinggalkan YSS dengan tujuan agar dapat dibaca Antonius Sinaga. YSS juga meminta agar mayatnya tidak usah dimasukkan ke dalam peti, tapi langsung saja dimasukkan ke dalam lubang kubur,” ungkap Kapolses Oebobo Kompol Ketut Saba, dilansir dari laman Kompas.com.

Pakar: Remaja rentan alami gangguan kesehatan mental hingga ingin bunuh diri

gantung diri

Kasus YSS menambah panjang deretan remaja yang bunuh diri. Salah satu penyebab bunuh diri yang dilakukan remaja ialah faktor stres dan hubungan yang tak harmonis dengan orangtua.

Menurut dr. Sylvia Detri Elvira, SpKJ(K)., depresi atau stres memang lebih banyak dialami remaja, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berujung pada bunuh diri.

Artikel terkait : Parents wajib tahu! Hal ini bisa cegah gangguan mental pada remaja

Ada beragam faktor penyebabnya, seperti tidak adanya perhatian yang diberikan pada remaja, baik oleh orangtua maupun orang dewasa di sekitarnya. Misalnya, orangtua tidak mau mendengarkan apa yang anak bicarakan, terutama saat sedang mengalami masalah.

Remaja 14 tahun di Kupang bunuh diri, surat wasiatnya berbunyi:Aku ingin membunuh ayah

“Kalau ada yang mengalami masalah kesehatan mental hingga bunuh diri, orangtua pasti langsung menilai kalau dia kurang ibadah, kurang dekat dengan Tuhan, padahal belum tentu seperti itu. Bisa jadi karena orangtua tidak mau mendengarkan saat anak punya masalah,” jelas Sylvia dari Departemen Medik Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

“Anak susah sekali untuk bicara sama orangtuanya. Anak-anak banyak yang bilang kalau mama itu maunya dengar yang baik dan positif saja, padahal anak-anak juga punya hal negatif,” imbuhnya menjelaskan.

Dengan demikian, Sylvia menganjurkan agar orangtua atau orang dewasa bisa mendengarkan segala cerita anak, baik yang positif maupun negatif. Sebisa mungkin mau mendengarkan anak saat ia sedang mengungkapkan masalah yang dihadapi.

Hal tersebut sebaiknya diterapkan sejak dini untuk meminimalkan anak mengalami gangguan kesehatan mental saat menginjak usia remaja. Serta, mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti bunuh diri atau gantung diri yang dialami oleh YSS.

***

Yuk, Parents, mulai sekarang lebih sering mendengarkan apa yang anak ungkapkan ya, agar dia tidak merasa diabaikan hingga mentalnya terganggu. Semoga seluruh anggota keluarga kita terhindar dari keinginan bunuh diri.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Remaja 14 tahun di Kupang bunuh diri, surat wasiatnya berbunyi:Aku ingin membunuh ayah

Referensi tambahan : Kompas.com

Baca juga :

Anak rentan alami gangguan kesehatan mental, orangtua jadi salah satu pemicunya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Remaja 14 tahun di Kupang bunuh diri, surat wasiatnya berbunyi:"Aku ingin membunuh ayah"
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti