Seperti apa gambar penyakit beri-beri?
Kata beri-beri berasal dari kata Sinhala yang berarti “kelemahan ekstrem,” karena dapat menyebabkan gejala parah dan bahkan mengancam jiwa. Beri beri atau beriberi sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1, juga dikenal sebagai kekurangan tiamin. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang dengan pola makan yang sebagian besar hanya terdiri dari nasi putih atau karbohidrat olahan tinggi.
Tubuh Anda membutuhkan tiamin untuk memecah dan mencerna makanan yang Anda makan, menjaga metabolisme tetap berjalan, dan membantu otot serta sistem saraf Anda berfungsi secara efektif.
Bagaimana ciri dan gambarnya jika seseorang mengidap penyakit ini? Temukan jawabannya di bawah ini.
Seperti Apa Penyakit Beri-beri?
Penyakit beri-beri memperlihatkan gejala yang berbeda menurut jenisnya. Ada dua jenis penyakit berdasarkan bagian tubuh yang dipengaruhinya, yakni:
- Beri-beri basah, yang terutama memengaruhi sistem kardiovaskular, menyebabkan sirkulasi yang buruk dan penumpukan cairan di jaringan.
- Beri-beri kering, yang terutama memengaruhi sistem saraf, yang menyebabkan degenerasi saraf. Degenerasi biasanya dimulai di kaki dan lengan dan dapat menyebabkan atrofi otot dan hilangnya refleks.
Berdasarkan dua jenis penyakit beriberi tersebut, ciri-ciri penyakit beriberi dapat dijelaskan sebagai berikut.
Ciri beri-beri basah:
- sesak napas saat beraktivitas fisik
- terbangun dengan napas pendek
- detak jantung cepat
- kaki bagian bawah bengkak
Ciri-ciri beri-beri kering:
- penurunan fungsi otot, terutama pada kedua kaki bagian bawah
- kesemutan atau mati rasa pada kaki dan tangan di kedua sisi
- nyeri
- kebingungan mental
- kesulitan berbicara
- muntah
- gerakan mata tak terkendali
- kelumpuhan
Kekurangan tiamin akut menyebabkan beri-beri “basah” pada jantung yang dapat berakibat fatal dengan cepat, baik pada orang dewasa maupun bayi. Asupan tiamin yang rendah atau kronis secara konsisten meningkatkan risiko beri-beri “kering”; neuropati perifer dengan kerusakan saraf motorik dan oftalmoplegia.
Berikut beberapa gambar ciri penyakit beri-beri:
kaki bagian bawah bengkak dan kesemutan menjadi dua ciri penyakit beriberi
Jika gejala-gejala ini tidak ditangani sejak awal, beri-beri dapat berkembang menjadi sindrom Wernicke-Korsakoff, sejenis ensefalopati, yang mengacu pada kerusakan atau penyakit yang memengaruhi otak. Kerusakan yang luas pada bagian-bagian otak, terutama talamus dan hipotalamus, dapat menyebabkan kebingungan parah dan kehilangan ingatan, yang menjadi salah satu tanda utama sindrom Wernicke-Korsakoff.
Meski jarang terjadi, kondisi ini serius dan tidak dapat disembuhkan setelah kerusakan terjadi. Oleh karenanya, penting untuk segera menemui dokter saat Anda pertama kali menunjukkan tanda-tanda defisiensi tiamin untuk menghindari kemungkinan kondisi ini berkembang menjadi Wernicke-Korsakoff.
Apakah Penyakit Biri-Biri Bisa Sembuh?
Penyakit biri-biri bisa disembuhkan jika pengobatan dan penanganannya dilakukan secara tepat dan sejak dini. Dengan pengobatan, gejala biasanya membaik dengan cepat.
Kerusakan jantung biasanya bisa disembuhkan. Dalam hal ini, pemulihan penuh bisa terjadi. Namun, jika gagal jantung akut telah terjadi, efeknya buruk.
Kerusakan sistem saraf juga bisa disembuhkan jika terdeteksi dini. Jika tidak terdeteksi dini, beberapa gejala (seperti kehilangan ingatan atau kebingungan) mungkin tetap ada, bahkan dengan pengobatan.
Di sisi lain, jika seseorang dengan ensefalopati Wernicke menerima terapi penggantian tiamin, masalah bahasa, gerakan mata yang tidak biasa, dan kesulitan berjalan dapat hilang. Namun, sindrom Korsakoff (atau psikosis Korsakoff) dapat berkembang seiring dengan hilangnya gejala Wernicke.
Saat dilakukan pengobatan, tujuannya adalah untuk mengganti tiamin yang kurang dalam tubuh Anda. Hal ini dilakukan dengan suplemen tiamin, yang diberikan melalui suntikan atau diminum.
Dokter Anda mungkin juga menyarankan jenis vitamin lain.
Tes darah dapat diulang setelah pengobatan dimulai. Tes ini akan menunjukkan seberapa baik respons Anda terhadap obat.
Penyakit Beri-Beri Apakah Menular?
Tidak, beri-beri tidak menular. Namun, beri-beri yang tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi serius termasuk gagal jantung, kelumpuhan parah, kerusakan permanen pada sistem saraf, dan lain-lain.
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Penyakit Beri-Beri?
Ini adalah faktor-faktor meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit beri-beri:
- Minum alkohol berlebihan (abusif), yang dapat menyulitkan tubuh untuk menyerap dan menyimpan tiamin
- Beri-beri genetik, suatu kondisi langka yang mencegah tubuh menyerap tiamin
- Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
- Mual dan muntah ekstrem selama kehamilan
- Operasi bariatrik
- AIDS
- Diare berkepanjangan atau penggunaan diuretik (obat yang membuat Anda lebih sering buang air kecil)
- Menjalani dialisis ginjal
- Masalah gizi
- Diabetes
Bayi juga dapat mengalami beri-beri jika:
- Disusui dan tubuh ibu kekurangan tiamin
- Diberi susu formula yang tidak biasa yang tidak memiliki cukup tiamin
Olhe karena itu, ibu menyusui membutuhkan tiamin setiap hari dalam makanan mereka. Bayi yang minum ASI atau susu formula rendah tiamin berisiko mengalami defisiensi tiamin.
Defisiensi tiamin juga lebih umum terjadi pada pasien kanker. Pola makan yang ketat, gangguan makan, dan penyakit radang usus juga dapat menyebabkan defisiensi tiamin.
Apa Pantangan Penyakit Beri-Beri?
Pantangan penyakit beri-beri adalah pola makan yang dapat merusak penyerapan tiamin. Kekurangan asupan tiamin dapat terjadi melalui pola makan yang sebagian besar terdiri dari:
- Makanan yang mengandung tiaminase tingkat tinggi, termasuk beras giling, ikan air tawar mentah, kerang mentah, dan pakis
- Makanan yang tinggi faktor anti-tiamin, seperti teh, kopi, dan pinang
- Makanan olahan dengan kandungan sulfit tinggi, yang dapat merusak tiamin
Faktor-faktor terkait pola makan berikut juga dapat menyebabkan berkurangnya asupan tiamin:
- Kondisi alkoholik
- Kondisi kelaparan
- Operasi bypass lambung – Akibat terbatasnya asupan kalori selama perbaikan pascaoperasi (sekitar 600-900 kkal/hari)
- Nutrisi orang tua tanpa suplementasi tiamin yang memadai
Mengonsumsi makanan yang tepat dan kaya vitamin akan mencegah beri-beri. Ibu menyusui harus memastikan makanan mereka mengandung semua vitamin.
Jika bayi Anda tidak disusui, pastikan susu formula mengandung tiamin.
Semoga informasi tentang gambar penyakit beri-beri ini bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.