TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak tak sengaja menelan anting, ini pesan sang Bunda untuk semua orangtua

Bacaan 7 menit
Anak tak sengaja menelan anting, ini pesan sang Bunda untuk semua orangtua

Tahukah Parents bahwa setiap anak akan melewati fase oral bayi? Pada tahapan ini anak akan senang memasukan benda apapun ke mulutnya.

Tahukah Parents bahwa setiap anak akan melewati fase oral bayi? Pada tahapan ini anak akan senang memasukan benda apapun ke mulutnya. Termasuk benda yang seharusnya tidak untuk dikonsumsi seperti mainan kecil, atau anting.

Oleh karena itulah, saat fase oral bayi Parents perlu lebih hati-hati dan memerhatikan apa yang ada di sekeliling anak. Hal ini untuk mencegah hal yang tidak inginkan terjadi.

Belum lama ini seorang Bunda, pemilik akun Instagram Lulukavika baru saja dibuat panik dan khawatir lantaran buah hatinya, Myora Ananda Afandi yang kini beruisa 11 bulan tanpa sengaja menelan anting. Kisah ini ia bagikan lewat akun Instagram miliknya.

Kisah fase oral bayi yang bisa Parents pelajari

Berikut kutipan lengkapnya:

Asalamualaikum semuanya, Sedikit cerita hari sabtu kmren 11/8/18, sekitar pkl 18:30 kami mencari anting Myora. Saya sadar anting kok tinggal 1, udah ublek-ublek semua penjuru rumah ternyata nihil. Perasaan campur aduk takut itu anting tertelan.

Akhirnya daripada galau, nggak tenang, kami memutuskan pergi ke Rs. Siloam, dengan dr. Silvia Meilani MSc., Sp.A. Dan saat di cek dokter secara fisik baby Myora sangat aktif, tidak rewel atau gelisah. Namun untuk memastikannya kita di-suggest untuk rongen. 

Setelah itu kami dipanggil dan diperlihatkan di layar dan bagaikan tersambar petir, anting itu tampak jelas dihasil rongen. Kami dijelaskan secara detail. Sesuai hasil rongen, anting itu sudah berada tepat di lambung, untuk sementara dokter bilang untuk menunggu maksimal selama 2×24 jam.
 
 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
    Asalamualaikum semuanya , Sedikit cerita hari sabtu kmren 11/8/18,sekitar pkl 18:30 kami mencari anting myora, saya sadar anting kok tinggal 1,udah ublek2 smua penjuru rumah ternyata nihil, perasaan campur aduk takut itu anting tertelan. Akhirnya drpd galau, gak tenang, kami memutuskan pergi ke Rs. Siloam Bpn, dgn dr. Silvia Meilani MSc., Sp.A. Dan saat di cek dokter secara fisik baby myora sangat aktif, tidak rewel/ gelisah. Namun utk memastikan nya kita disuggest utk rontgen. . . . Setelah itu kami dipanggil & diperlihatkan di layar dan bagaikan tersambar petir, anting itu tampak jelas di hasil rontgen. Kami di jelaskan secara detail,Sesuai hasil rontgen, anting itu sudah berada tepat di lambung, utk sementara dokter bilang utk menunggu maksimal slma 2×24 jam. Karena myora tidak menunjukan gejala aneh, muntah, rewel nangis,perut kembung, susah bab dan kejadian aneh lainya. Dan ,karena posisi anting berada tepat di lambung dan barang yg tertelan berupa anting (logam) masih bisa di tunggu, kemungkinan besar 80% akan keluar melalui kotoran (feses) . . . . Jika sampe batas maximal belum ditemukan pada feses, kami diminta kembali ke Rs untuk melakukan photo rontgen ulang untuk mengetahui letak posisi anting tadi dan akan dilakukan operasi endoskopi untuk mengeluarkan anting . Dokter menjelaskan kemungkinan terbaik dan terburuk, dan dengan penuh harap anting tadi bisa keluar melalui feses, dan obat pencahar pun di resepkan. Akhirnya hari minggu 12/8/18 pukul 9pagi myora BAB yg 1,saya otopsi feses dan saya cek tidak ditemukan anting, pukul 2 siang BAB ke 2 dan lagi lagi nihil, BAB ke 3 pukul 4 sore masih nihil, sampai kayak orang gila saya korek korek tetep tidak ada ????. Dan pukul 19:30 wita BAB ke 4 dan saya korek korek lagi dan saya menemukan anting itu dalam pampers anak saya, saya sontak menangis histeris haru sejadi jadi nya bagaikan nemu harta karun, saya peluk myora dan suami seketika,Just want a spread awareness to all parents ya,nulis ini saya masih mewek, and i blame my self berasa jadi ibu yang teledor, semoga kejadian yang saya alami kmren menjadi pembelajaran buat kita semua,cukup saya aja yg ngalamin, bener bner nyesek rasanya ???? moms.

A post shared by MPASI BABY MYORA| RESEP MPASI (@lulukavika) on Aug 13, 2018 at 5:06am PDT

Karena Myora tidak menunjukan gejala aneh, muntah, rewel nangis, perut kembung, susah BAB dan kejadian aneh lainya. Dan karena posisi anting berada tepat di lambung dan barang yang tertelan berupa anting (logam) masih bisa ditunggu, kemungkinan besar 80% akan keluar melalui kotoran (feses).

Jika sampe batas maksimal belum ditemukan pada feses, kami diminta kembali ke RS untuk melakukan photo rongen ulang untuk mengetahui letak posisi anting tadi dan akan dilakukan operasi endoskopi untuk mengeluarkan anting.

Dokter menjelaskan kemungkinan terbaik dan terburuk, dan dengan penuh harap anting tadi bisa keluar melalui feses, dan obat pencahar pun diresepkan.

Akhirnya hari minggu 12/8/18 pukul 9 pagi Myora BAB yang pertama, saya otopsi feses dan saya cek tidak ditemukan anting, pukul 2 siang BAB ke 2 dan lagi lagi nihil, BAB ke 3 pukul 4 sore masih nihil, sampai kayak orang gila saya korek tetep tidak ada.

Dan pukul 19:30 wita BAB ke 4 dan saya cari-cari lagi dan saya menemukan anting itu dalam popok anak saya, saya sontak menangis histeris haru sejadi-jadinya bagaikan menemukan harta karun, saya peluk Myora dan suami seketika.

Just want a spread awareness to all Parents ya, nulis ini saya masih mewek, and i blame my self. Berasa jadi ibu yang teledor. Semoga kejadian yang saya alami kemarin menjadi pembelajaran buat kita semua, cukup saya saja yang ngalamin, benar-benar nyesek rasanya, Moms.

Dihubungi theAsianparent Indonesia, Lulu menegaskan apa yang baru saja ia alami memberikan banyak pelajaran untuknya. Harapannya, peristiwa ini dapat mengingatkan para orangtua lainnya untuk lebih berhati-hati menemani dan mendampingi saat di kecil dalam fase oral bayi.

“Peristiwa ini sangat berharga untuk saya dan keluarga. Mungkin selama ini kurang aware akan hal ini. Sekarang makin jeli lagi dengan benda kecil, baik mainan dan semua yang punya kemungkinan ditelan si kecil. Baju pun saya hindari yang banyak aksesorisnya, kancing baju. Pakai hijab sekarang ini saya hindari pakai peniti, karena khawatir,” ujarnya menegaskan.

Lulu menambahkan, meskipun buah hatinya, Myora, tidak menunjukkan gejala sakit atau lemas setelah kejadian, namun mengingat anting yang tertelan dalam kondisi terbuka, Lulu berencana untuk mengajak Myora ke dokter kembali.

“Karena antingnya dalam keadaan terbuka, mau ke dokter untuk cek, takut ada luka atau infeksi dalam. Syukurnya aktivitas Myora memang biasa saja. Normal, dan tidak ada keluhan sama sekali.”

Fase oral akan membantu perkembangan keterampilan anak di masa yang akan datang.

Perlu diketahui bahwa fase oral bayi merupakan salah satu tahap perkembangan yang harus dilalui oleh anak. Fase ini justru akan membantu perkembangan keterampilan anak di masa akan datang. Di mana pada tahap ini akan melatih area oromotor (otot daerah mulut dan pencernaan) anak yang berpengaruh pada perkembangan lainnya, seperti berbicara dan makan.

Fase oral ini sebenarnya sudah dilakukan anak sejak dalam kandungan. Parents tentu sudah sering melihat hasil foto USG yang memperlihatkan si kecil yang memasukkan jempolnya ke dalam mulut.  Pada umumnya, fase oral ini akan berlangsung hingga si kecil berusia 18 bulan.

Apabila si kecil sudah mampu merangkak, penting bagi Parents untuk tidak meletakan barang di sekitar si kecil. Bukan tidak mungkin, didorong rasa ingin tahu yang besar, anak akan memakan benda yang di dekatnya.

Dikutip dari laman Kompas, fase oral bayi ini justru tidak boleh dihentikan. Artinya, Parents tidak perlu melarang anak yang baru memasuki tahapan fase oral. Misalnya saat ia senang mengisap jarinya.

Dalam teori psikologi disebutkan bahwa dorongan untuk melakukan isapan ini ada dua. Yang pertama, libido (dorongan seksual pada anak yang berbeda dari orang dewasa) yang merupakan dorongan primer dan sumber energi ego dalam pengalaman awal bayi terhadap lingkungan di luar rahim ibunya.

Kemudian, yang kedua adalah dorongan agresif yang terlihat pada upaya menggigit, mengunyah, meludah dan menangis.

 

Baca juga:

4 Cara Tepat Menghadapi Kebiasaan Bayi yang Suka Memasukkan Benda Ke Mulut

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Anak tak sengaja menelan anting, ini pesan sang Bunda untuk semua orangtua
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti