8 Fakta dan Hoax Vaksin COVID-19, Jangan Sampai Salah Informasi!

Agar tak mudah percaya pada hoax, ayo cari tahu mengenai fakta dan hoax vaksin Covid-19. Berikut ini 8 fakta dan hoax yang perlu untuk Parents ketahui.  

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Lajunya informasi ibarat dua mata pisau. Tak hanya segi positif, dampak negatif seperti timbulnya berita yang tidak benar pun kian menyebar luas. Tak terkecuali terkait fakta dan hoax vaksin COVID-19. 

Gara-gara pemberitaan yang tidak benar, banyak pemikiran orang yang tersesatkan. Seperti berita mengenai vaksin COVID-19 –khususnya produksi Sinovac- yang sudah banyak sekali tersiar kabar miringnya. Padahal Presiden RI Joko Widodo sudah meyakinkan masyarakat mengenai vaksin ini hingga menyodorkan dirinya menjadi orang pertama untuk divaksin.

Agar tidak lagi menjadi orang yang percaya pada hoax, ayo cari tahu mengenai fakta dan hoax vaksin COVID-19. Berikut ini beberapa fakta dan hoax perlu untuk Parents ketahui.  

8 Fakta dan Hoax Vaksin COVID-19 

1. Vaksin COVID-19 Membuat Seseorang Terinfeksi Virus Corona? Hoax

Tentu tidak begitu ya, Bunda. Faktanya, vaksin dibuat sedemikian rupa untuk mengajarkan sistem kekebalan tubuh manusia dapat mengenali dan melawan virus, virus corona dalam hal ini.

“Terkadang proses ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19,” tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) di situs resminya, www.cdc.gov.

Setelah menerima vaksin, tubuh manusia membutuhkan beberapa minggu untuk membangun kekebalan perlindungan terhadap virus yang menyebabkan COVID-19. Sehingga ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi, dan tetap sakit.

Ini dikarenakan vaksin tak punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan. Semua vaksin yang diizinkan dan direkomendasikan, termasuk vaksin COVID-19 yang sedang dalam uji klinis, tidak menyebabkan hasil tes virus Corona menjadi positif.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Saat tubuh mengembangkan respons imun yang menjadi tujuan vaksinasi, ada kemungkinan hasil tes positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi itu menunjukkan bahwa seseorang pernah mengalami infeksi sebelumnya atau mungkin memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus.

Artikel terkait: 25 Kriteria Penerima Vaksin COVID-19, Kondisi Anda Layak Mendapatkannya?

2. Orang yang Sembuh dari COVID-19 Tidak Perlu Vaksin: Fakta atau Hoax?

Orang yang terinfeksi atau sudah sembuh dari virus Corona harus tetap menjalani vaksin COVID-19. Meski sudah sembuh masih ada kemungkinan seseorang terinfeksi ulang Covid-19, sehingga vaksin tetap wajib diberikan kepada mereka.

3. Benarkah Vaksin COVID-19 Mengubah atau Merekayasa DNA?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Berita bohong ini disebar pertama kali oleh pemilik akun Facebook Mikha Maringka, rabu (6/1/2021). Demikian katanya, “… Karena benar kata beberapa orang doktor bahwa vaksin ini ada mRNA. Dan mRNA pada vaksin ini akan mengubah DNA di dalam tubuh manusia, dan menyuntik kedalam tubuh kita Sesuatu yang tidak berasal dari manusia, dan mengubah kita dari seorang manusia menjadi bukan manusia lagi.”

Tentu saja apa yang dikatakannya tidak berdasar. Vaksin mRNA Covid-19 tak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun. Vaksin RNA Messenger atau vaksin mRNA mengajarkan sel tubuh bagaimana membuat protein yang memicu respon imun, dan vaksin ini tak pernah memasuki inti sel tempat DNA disimpan.

“Di akhir proses, tubuh belajar bagaimana melindungi diri dari infeksi di masa depan. Respon kekebalan dan pembuatan antibodi itulah yang melindungi kita dari infeksi jika virus yang sebenarnya memasuki tubuh kita,” tulis Centers for Disease Control (CDC) di laman webnya.

4. Pada Pria, Suntikan Vaksin COVID-19 Dilakukan di Penis? Yakin?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Seorang pengguna Facebook bernama Katakyie Evans Akwasi Appiah mengunggah sebuah tangkapan layar yang menyatakan, seorang dokter mendorong penyuntikan vaksin COVID-19 pada pria harus dilakukan di penis, Sabtu (2/1/2021). Tangkapan layar yang katanya diambil dari CNN itu berjudul Doctors encourage COVID-19 vaccine injections in penis (Dokter mendorong suntikan vaksin covid-19 di penis).

Di dalam artikel yang juga menampilkan si dokter dan alat suntik yang disuntikkan ke penis tersebut, menyebutkan kalau hal ini berdasar penelitian yang dilakukan University of California pada 1.500 pria.

Kalau ini, silahkan Bunda yang menilai sendiri, deh, pernyataan tersebut fakta atau hoax!

Artikel terkait: Efek Samping Vaksin COVID-19 yang Wajib Parents Ketahui

5. Hoax! Penerima Vaksin Perdana COVID-19 dari Pfizer Meninggal Dunia 

Foto ilustrasi: Washington Post

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penyebar informasi ini pertama kali ada pemilik akun Facebook Tra, Kamis (7/1/2021), dan setelah itu beredar infonya viral di media sosial. Tra mengunggah artikel yang berjudul Innalilahi, Penerima Vaksin Perdana Meninggal Dunia Usai Disuntik Pfizer yang diambilnya dari situs Kapanviral.com.

Dengan cepat unggahannya tersebut dibagikan sebanyak 251 kali dan mendapat komentar sebanyak 157 dari warganet.

Faktanya, orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi Pfizer, Margaret Keenan, warga negara Inggris, masih hidup hingga saat ini. Bahkan perempuan yang ternyata sudah berusia 90 tahun itu, sudah mendapatkan tahapan vaksin yang kedua.

6. Vaksin COVID-19 dari China akan Memusnahkan Pribumi?

Informasi sesat ini diunggah Uli Umar di akun Facebook-nya, Jumat (25/12/2020). Unggahannya itu merupakan tangkapan layar berantai yang isinya berasal dari percakapan WhatsApp yang juga memuat tautan berita tentang penyuntikan vaksin Covid-19 Presiden RI Joko Widodo.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Screenshoot berisi begini:

“#IndonesiaHumanRightSosINI LEBIH KEJI DARI PEMBANTAIAN DG SENPI,RENCANA CHINA MENGUASAI RI DAN MENGOSONGKAN PENDUDUKNYA WARGA PRIBUMI TANPA MELALUI PEPERANGAN, PERANG MILITER!!!!

Dimanapun Rezim Komunis berkuasa yg hidup enak hanya elit2 partai komunis dan kroni2nya tuh rakyat China sendiri menolak untuk dimusnahkan.”

Faktanya, BPOM sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 produksi Sinovac sangat aman, ya, Bunda.

7. Vaksin COVID-19 Sinovac Mengandung Sel Vero dari Monyet Hijau Afrika

Adalah Hary Suhendar yang membagikan informasi sesat ini di akun Facebook-nya, Kamis (10/12/2020). Isi screenshoot berasal dari unggahan Andini Octavia Pratiwi, yang berbunyi:

“Sudah saya katakan berulangkali supaya jera dan malu, sel ginjal monyet hijau afrika itu hanya cocok buat mereka yang kelakuannya seperti monyet juga yang bermata hijau kalau liat fulus (para koruptor),

ini gimana sih ngaku muslim, sudah sangat jelas seperti halnya dibungkus rokok membunuhmu, dikemasan masker jelas tulisan penggunaan masker yg tdk sesuai sop menyebabkan kanker, ini juga sudah sangat jelas dikemasan vaks1n VERO CELL = SEL MONYET = HARAM JADAH, nga ada logo halal mui dan kondisinyapun sudah tidak darurat (helo 99.98% dari kita sudah 11bulan masih sehat dan hidup), tapi seperti ada yang “tertutup”…”

Info ini dibantah Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto yang mengatakan, sel vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk pengembangan dan bertumbuhnya virus dalam proses perbanyakan virus sebagai bahan baku vaksin.

Artikel terkait: Tok! Presiden Jokowi Gratiskan Vaksinasi COVID-19 untuk Masyarakat Indonesia

8. Hanya Indonesia yang Pesan Vaksin COVID-19 buatan China, Hoax!

Pemilik akun Facebook Ariyo Dermawan mengklaim bahwa hanya Indonesia yang membeli vaksin COVID-19 buatan China, Sinovac, Selasa (5/1/2021). Begini ia menulis:

“Di beberapa negara, pasca pemberian vaksin muncul berbagai gejala dan masalah terhadap relawan uji coba vaksin (Silahkan googling untuk hal ini). Dari 20 negara yang mulai memesan vaksin, hanya Indonesia saja yang memesan Vaksin Sinovac dari China.

Yang jelas saya pribadi akan menolak dengan alasan vaksin belum lolos uji coba klinis dan bahkan ditolak oleh beberapa negara. Saya tidak membutuhkan dan punya hak untuk menentukan sendiri jenis pelayanan kesehatan untuk diri saya sendiri. Terlebihnya, saya tidak ingin jadi kelinci percobaan….”

Faktanya: Vaksin Covid-19 buatan Sinovac juga dibeli oleh negara lain, seperti Chili, Turki, Brasil, dan Bangladesh. 

Parents, jangan mau terjerat berita hoax. Untuk menghindari diri dari jebakan hoax, ada baiknya Anda memperkaya diri dengan membaca informasi yang benar dan terpercaya. Seperti dari situs-situs pemerintahan, lembaga kesehatan seperti WHO dan CDC, Instagram pandemitalk, dan lainnya.   

Baca juga:

Dinyatakan Halal oleh MUI, Ini 6 Fakta Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Corona

Dinyatakan Halal oleh MUI, Ini 6 Fakta Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Corona

Catat! 7 Daftar Orang yang Tidak Dianjurkan Vaksin COVID-19