Evi Masamba bertengkar hingga pisah ranjang saat hamil, ini efeknya untuk janin

Evi Masamba bertengkar hingga pisah ranjang saat hamil, ini efeknya untuk janin

"Sejak hamil dua bulan, kurang lebih tiga bulan cekcok," ujar Evi Masamba menjelaskan hubungannya dengan sang suami.

Saat ini, usia kehamilan Evi Masamba memasuki bulan kelima. Di usia kehamilannya ini, ia mengaku menjadi lebih emosional terutama kepada suaminya Arif Hajrianto.

Tak tanggung-tanggung, ia bahkan pisah ranjang dengan sang suami karena sering bertengkar saat hamil. 

“Pisah ranjang sih untuk sementara aja kali ya. Doain aja. Sejak hamil dua bulan, kurang lebih tiga bulan cekcok,” ungkapnya Evi usai Konser HUT ANTV, Indonesia Keren 4, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (27/3), dikutip dari Kompas.com. 

Hingga sampai saat ini penyanyi jebolan kontes D’Academy Indosiar itu belum berkomunikasi lagi dengan suaminya. Evi meminta waktu untuk dapat saling instrospeksi.

“Kami udah saling introspeksi, apa sih kesalahan yang sebenarnya. Dan aku mungkin bakal ngasih tahu dia kamu harus ngerti aku, karena aku lagi hamil, aku lagi sensitif banget sama dia,” ujarnya.

Artikel terkait: 9 Cara atasi pertengkaran dengan suami, nomor 3 paling sulit!

Evi Masamba sempat berniat untuk cerai

evi masamba

Evi Masamba mengakui bahwa pertengkarannya dengan sang suami sempat menimbulkan niatnya untuk bercerai. Ia beberapa kali terlihat mengungkapkan curahan hatinya tersebut dalam akun instagram pribadinya @evi_masamba_real

“Duniaku yang kemarin. Dan yang sekarang. Sudah tidak sama lagi jika di suruh memilih. Aku memilih yang “KEMARIN” tulis Evi pada Rabu (20/3).

Ia juga menuliskan tentang masa depannya yang hanya untuk sang calon buah hati. 

“Tuhan tau masa depanku. Apapun yg terjadi,itulah takdir hidup ku Sekarang dan seterusnya. Berjuang demi ‘DIA’ Yangg dititipkan ALLAH padaku. Strong bumil,” tulisnya pada Kamis (21/3).

Evi Masamba
Namun Evi mengurungkan niat tersebut karena teringat akan sang calon buah hatinya. Ia tak mau bila kelak bayinya akan merasakan pengalaman yang sama seperti dirinya.

“Cuma aku kembali lagi mikirin baby-nya aku. Kasihan kan masa lahir enggak ada bapaknya. Jadi saya memikirkan kebaikan aja, maksudnya mikirin anak aku,” ucap Evi. 

“Jangan sampai, masa aku yang dulu sudah ngerasain enggak punya, maksudnya bapak sama emak sudah pisah, masa anak aku lagi yang ngerasain,” tambahnya. 

Efek pada janin bila ibu hamil sering bertengkar dengan suami

Kehamilan dapat memberikan sejumlah perubahan untuk ibu hamil. Tidak hanya perubahan dalam hal fisik tetapi juga psikis atau emosional. 

Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG dari Siloam Hospital Kebon Jeruk mengatakan bahwa pertengkaran dalam kehidupan berumah tangga dapat mempengaruhi bayi secara psikologis. Kondisi ini bisa menjadi toksik stres yang secara lebih lanjut memperngaruhi perkembangan otak janin. 

“Perkembangan otak bayi sangat dipengaruhi nutrisi pada saat hamil dan bagaimana kondisi mental ibu. Kalau sering stres atau ada gangguan jiwa itu sangat berpengaruh pada perkembangan bayinya,” ujar Ferdhy dikutip dari Suara. 

evi masamba 1

Ilustrasi suami istri bertengkar

Ferdhy menjelaskan bahwa stress dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh ibu hamil yang dapat membuat ketuban pecah. Hal inilah yang dapat membuat bayi tidak nyaman dan bahkan memperngaruhi perkembangan otaknya. 

“Stres dapat meningkatkan kortisol, sehingga ketika kortisol tinggi di dalam, ini bisa mempengaruhi perkembangan otak si bayi. Salah satu teori yang paling umum (adalah) akan memicu ketuban pecah dini yang merupakan salah satu tanda bayi tidak nyaman,” jelasnya. 

Artikel terkait: Waspada air ketuban pecah dini sebelum HPL, ini bahayanya!

evi masamba

Efek negatif ini juga bisa didapatkan ibu hamil yang sering terkena paparan asap rokok dan timbal dalam jumlah besar. Ferdhy menyebutkan bahwa bayi yang lahir dengan kondisi autisme biasanya karena tingginya kadar timba dalam tubuh ibu selama kehamilan. 

“Bayi autisme memang kita belum tahu penyebabnya, tapi mungkin bisa karena timbal yang diserap janin, terutama (dari) pada pekerja yang terpapar merkuri atau tambang emas liar,” ungkapnya. 

Kadar toksik stres ini memang tidak bisa diukur ketika bayi masih di dalam kadungan. Namun Ferdhy mengatakan bahwa tanda ini bisa dilihat ketika bayi lahir. Tepatnya dari berat badan yang rendah dan kondisi kulit yang keriput. 

“Bayi berat badan lahir rendah karena pertumbuhannya saat janin terhambat. Kalau psikis, motorik nggak bisa kita lihat, tapi dari fisik kelihatan bayinya kecil, lahir keriput. Itu tanda toksik stresnya tinggi,” tutupnya

***

Semoga masalah rumah tangga Evi Masamba segera menemui jalan keluar ya Bun. Agar tidak memberikan efek negatif untuk kesehatan bayinya di masa depan. 

 

Referensi: Kompas.com, Instagram, Suara.com

Baca juga

5 Tindakan yang harus dihindari setelah suami istri bertengkar!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner