Bunda yang kurang tidur lebih rentan terkena kanker menurut penelitian, kok bisa?

lead image

Tidurlah yang cukup demi kesehatan di masa depan, Bun!

Memiliki tidur berkualitas memang merupakan sebuah kemewahan, khususnya bagi ibu pekerja yang super sibuk. Tapi waspadalah, sebab ada efek negatif kurang tidur yang bisa menyerang Bunda!

Efek negatif kurang tidur #1: Lebih rentan terkena kanker

efek negatif kurang tidur

Menurut National Sleep Foundation, Bunda yang kekurangan tidur lebih rentan terkena kanker payudara (dan kanker prostat jika kasusnya menyerang laki-laki). The John Hopkins Medicine website menjelaskan hal ini disebabkan karena gangguan pada ‘jam biologis’ Anda, yang mengontrol jam tidur akan meningkatkan resiko terkena kanker payudara, usus besar, ovarium dan prostat.

Efek negatif kurang tidur #2: Lebih beresiko terkena peradangan dan penyakit jantung

Salah satu efek negatif kurang tidur juga adalah meningkatnya peluang cardiovascular disease (menurut studi ini). Bunda juga beresiko terkena peradangan dengan gejala-gejala nyeri, demam, pembengkakan, kemerahan dan kehilangan fungsi – gejala-gejala yang biasanya ditemui pada penderita penyakit jantung.

Perbaiki deh tidur Bunda apalagi jika keluarga Bunda memiliki riwayat penyakit jantung.

Efek negatif kurang tidur #3: Kehilangan ingatan

Penelitian juga menemukan bahwa efek negatif kurang tidur salah satunya juga ialah resiko kehilangan ingatan jangka pendek dan panjang. Penelitian terakhir mengenai hal ini dipublikasi oleh the Journal of the American Medical Association, yang menemukan bahwa gangguan tidur terasosiasi dengan gangguan kognitif pada orang dewasa.

Jadi, jika Bunda memiliki banyak deadline di kantor dan harus lembur untuk menyelesaikannya, pastikan perbaiki pola tidur selama seminggu sebelumnya.

Efek negatif kurang tidur #4: Masalah berat badan

Jika Bunda seringkali merasa lapar hampir setiap saat setelah begadang semalaman, mungkin ini merupakan salah satu gejala efek negatif kurang tidur. Sebuah penelitian menunjukkan juga bahwa tubuh akan mulai menuntut makanan berkalori tinggi ketika Anda tidak memiliki kualitas tidur yang baik.

Hal ini juga menjadi landasan mereka yang ingin menurunkan berat badannya harus memiliki kualitas tidur yang baik dan teratur.

Efek negatif kurang tidur #5: Penuaan dini 

Bagi Bunda yang senang merawat kulit, mungkin efek negatif kurang tidur yang satu ini akan sangat menyebalkan. Ya, kurang tidur juga akan menyebabkan penuaan dini. 

Jadi jika Bunda ingin memiliki kulit yang sehat dan cantik, perbaikilah kualitas tidur mulai sekarang!

Efek negatif kurang tidur #6: Mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental

Kurangnya tidur ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan suasana hati. Bunda akan mudah sekali merasa kesepian, terganggu akan hal-hal minor, dan bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan depresi.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki insomnia akan lebih mudah terserang depresi ketimbang mereka yang memiliki tidur yang cukup.

Tips memperbaiki kualitas tidur untuk Bunda

efek negatif kurang tidur

  • Tidur lebih cepat. Meskipun akan terbangun kembali di tengah malam entah karena si kecil yang rewel atau pekerjaan lainnya, tidur lebih cepat akan menambahkan bonus tidur yang terbuang di tengah malam nanti.
  • Bekerja sama dengan suami. Terbangun hampir 5 kali sepanjang malam karena si kecil sedang sakit? Bicarakanlah permasalahan ini dengan suami dan berbagi peran untuk mengurangi resiko gangguan tidur.
  • Bersantai sebelum tidur. Sama halnya seperti si kecil yang butuh nyanyian tidur, dongeng, atau pelukan sebelum tidur. Bunda juga perlu bersantai sebelum tidur. Coba untuk membaca buku, mendengarkan musik yang santai dan memiliki tempat tidur yang nyaman.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, yuk perbaiki kualitas tidur Bunda sebelum terlambat!

 

Artikel disadur dari tulisan Nicholasyong di theAsianparent SIngapura.

Baca juga:

33 Pikiran Ngawur yang Hanya Dimengerti oleh Ibu Kurang Tidur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.