Kisah inspiratif dr Mangku Sitepoe, ikhlas dibayar Rp 10.000 untuk mengobati pasien

Sebelum mematok tarif Rp 10.000, dr Mangku Sitepoe pernah menggagas pengobatan gratis bersama rekan dokternya sejak 1995.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di usia senjanya, dr Mangku Sitepoe mengabdikan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap pasien yang datang berobat kepadanya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 10.000.

Dokter yang berusia 84 tahun ini membuka praktik di Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan St. Tarsisiun, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di sana, ia biasanya menerima pasien setiap hari Rabu dan Sabtu.

Kegiatan mulia yang dilakukan dr Mangku Sitepoe ini sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu bersama beberapa rekannya. Pada tahun 1995, ia dan teman-temannya itu menggagas klinik pengobatan gratis.

Artikel terkait : Kisah Inspiratif Dokter Tanpa Kaki, 15 Tahun Keliling Desa untuk Menolong Sesama

Klinik ini diberi nama Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan Santo Yohanes Penginjil, yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tujuan mereka membangun klinik ini yaitu untuk membantu sesama.

“Saya ingat waktu itu salah satu rekan saya, Prof Iwan Dharmansyah mengatakan jika setiap individu yang punya akal sehat pasti punya yang namanya altruisme. Di mana orang tersebut punya keinginan untuk membantu sesama,” ujar pria asal Sumatera Utara ini.

“Tujuan hidup saya ingin membahagiakan makhluk hidup,” kata dr Mangku Sitepoe

Sumber foto: Rengga Sancaya/detikHealth

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Pengobatan gratis yang digagas oleh dokter Mangku dan rekannya terus berjalan hingga sekitar tahun 2000. Sayangnya, niat mulia mereka justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal untuk mendapat keuntungan pribadi.

Para oknum nakal datang ke klinik berpura-pura melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan obat secara gratis. Namun, setelah itu, mereka menjual kembali obat yang telah didapatkan dengan mematok harga tinggi.

“Banyak di antara pasien yang datang ke sana tidak sakit. Kita tahu, lihat orang ini kok begini, tapi kita kasih (obat) juga,” cerita dokter Mangku, dikutip dari situs Kompas.com.

Setelah ada kejadian itu, diputuskan adanya biaya untuk pengobatan, tapi dengan tarif yang rendah yaitu Rp 2.500. Lalu, saat ini tarif pengobatan menjadi Rp 10.000.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada manusia, dokter Mangku juga punya latar belakang sebagai dokter hewan. Baginya, salah satu alasan kuat mengabdi menolong sesama yaitu karena tujuan hidupnya untuk membuat bahagia makhluk hidup.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Saya tidak pernah praktik untuk cari uang, kita hidup untuk apa sih, kalau saya maunya to make others happy. Itu kebanggaan saya, jadi saya ingin membantu sesama. Saya merasa bangga, senang, puas kalau sudah menyembuhkan makhluk hidup,” ucapnya sambil melambungkan senyuman.

Semakin hari, klinik dr Mangku semakin dibanjiri pasien

Ruang tunggu pasien di Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan St. Tarsisius. (Sumber foto: KOMPAS.com/HILEL HODAWYA)

Pengobatan murah yang diberikan oleh dokter Mangku membuatnya kebanjiran pasien. Hingga pada tahun 2003, dibukalah cabang dengan nama Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan Santo Tarsisius di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Tarif yang diberikan pun masih sama, yaitu sebesar Rp 10.000. Meskipun bertarif rendah, seluruh dokter yang praktik di klinik ini sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Pengobatan yang dilakukan tidak pandang bulu, setiap pasien diberikan layanan kesehatan menyeluruh. Bahkan, untuk setiap pasien baru, pemeriksaan bisa memakan waktu 10 hingga 15 menit.

“Kami sampai saat ini masih mengabdi, makanya saya ke mana-mana naik angkutan umum mikrolet karena saya juga tidak punya uang. Hanya mengandalkan uang pensiun saja dan bantuan anak-anak, saya hidup dari situ,” ungkapnya

Tak luput, dokter Mangku berpesan kepada para dokter muda lainnya untuk terus membantu sesama sesuai dengan apa yang telah diucapkan saat sumpah dokter. Jangan hanya uang yang menjadi tujuan hidup mereka.

“Bukan komersial cari duit saja, tapi juga untuk sosial. Bisa bantu sesama,” pesan dokter Mangku.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sumatera Utara (USU) ini juga mengaku akan terus memberikan pelayanan kesehatan bagi sesama makhluk hidup hingga akhir hayatnya.

Sungguh mulia pengabdian hidup dr Mangku Sitepoe selama ini. Semoga bisa ditiru juga oleh para generasi muda.

Referensi : detikhealth dan kompas.com

Baca juga :

Potret perjuangan ibu mencari nafkah dari mata seorang suami

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan