TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Gara-gara pasien tidak jujur, seorang dokter meninggal terpapar Virus Corona

Bacaan 4 menit
Gara-gara pasien tidak jujur, seorang dokter meninggal terpapar Virus Corona

Lagi-lagi tenaga medis gugur akibat pandemi. Sebabnya, terpapar virus dari pasien yang tidak jujur.

Nama dr. Berkatnu Indrawan Janguk menambah panjang daftar tenaga medis yang gugur dalam perjuangan melawan pandemi Virus Corona. Dokter yang berdinas di RSUD dr. Soewandhie Kota Surabaya, Jawa Timur, meninggal akibat terpapar virus Corona pada Senin malam (27/4/2020).

Suasana duka pun menyelimuti rumah sakit yang berada di kawasan Surabaya Pusat tersebut. Sejumlah dokter, perawat serta tenaga medis lainnya terlihat berkumpul di parkiran. Mereka terlihat berbaris untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dr. Berkatnu Indrawan Janguk sebelum jenazahnya dimakamkan di salah satu tempat pemakaman umum di Surabaya.

Anggota keluarga tak kuasa menahan isak tangis saat jenazah almarhum diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir diantar oleh sejumlah petugas berpakaian APD (alat pelindung diri).

Dr. Berkatnu Indrawan Janguk memiliki riwayat penyakit asma

Gara-gara pasien tidak jujur, seorang dokter meninggal terpapar Virus Corona

Ucapan duka cita dari RSUD dr. Soewandhie untuk dr. Berkatnu Indrawan Janguk (Foto: Antara)

Menurut keterangan Febria Rachmanita, Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, almarhum semasa hidupnya memang memiliki riwayat penyakit asma. Dokter Indra (sapaan dr Berkatnu) juga sempat melakukan tes swab di RSUD Soewandhie dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19 tiga pekan lalu.

“Dia memang punya penyakit bawaan asma, terus kemudian kemarin itu awal swabnya positif Covid-19. Dirawat sembuh sudah. Kemudian, swabnya negatif tiga kali,” tutur Febria Rachmanita dilansir laman Antara (28/4/2020).

Febria menambahkan bahwa dr. Indra sempat dirawat di Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Soewandhie. Senin (27/4/2020) pagi kondisinya juga membaik. Namun kemudian, terjadi pembengkakan pada jantungnya sehingga meninggal dunia sekitar pukul 17.46 WIB.

Artikel terkait: Sempat tunda pernikahan demi tangani pasien COVID-19, dokter Michael meninggal

Pasien tak jujur, tenaga medis menjadi korban

meninggal karena Corona

Ilustrasi pasien Corona yang sedang di rawat.

Febria mengatakan bahwa dr. Berkatnu Indrawan Janguk tertular Virus Corona dari pasien positif Covid-19. Sebelum meninggal, dia diketahui pernah menangani pasien Covid-19 asal Pemalang. Namun karena pasien tersebut tidak mengaku kalau positif Covid-19, akhirnya almarhum ikut terpapar.

Dokter yang baru berusia 28 tahun itu mengambil swab pertama tiga minggu yang lalu dan hasilnya dinyatakan positif. Kemudian melakukan dua kali tes swab dan dinyatakan negatif. Namun, ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun sehingga nyawanya tidak tertolong.

Menurut Febria, kemungkinan almarhum seringkali membuka masker pada saat merawat pasien sebab penyakit asma yang dideritanya. Penderita asma memang mengalami kesulitan bernapas ketika mengenakan masker. Oleh sebab itu, almarhum cepat tertular Virus Corona penyebab COVID-19.

Febria menyesalkan kejadian yang menimpa dr. Indra. Dia juga berharap untuk ke depannya tidak ada lagi pejuang medis, baik itu dokter maupun perawat yang terpapar hingga kehilangan nyawanya saat menangani pasien COVID-19.

Ketidak jujuran pasien dapat membahayakan kesehatan, dan bahkan, nyawa para tenaga medis. 

Kenangan dr. Indra di mata kerabat dekatnya

dr. Berkatnu Indrawan Janguk

dr. Indra semasa hidup, bersama rekan sejawat (Foto: Instagram/berkatnuindra

“Saya ikut berduka cita atas meninggalnya dokter Indra. Almarhum merupakan mahasiswa saya saat kuliah kedokteran di UWK (Universitas Wijaya Kusuma) Surabaya,” kata dr. Sukma Sahadewa, M. Sos, M. Kes., dosen tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, seperti dilaporkan Antara.

Menurut Sukma, dokter asal Muara Teweh, Kalimantan Tengah yang meninggal itu semasa hidupnya memiliki kepribadian yang baik dalam pergaulan dan tekun dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter.

Selain itu, lanjut dia, almarhum juga terkenal dengan pribadi yang tulus serta tidak pernah marah dengan siapapun. Bahkan, almarhum hormat kepada para seniornya termasuk guru-gurunya di kampus tempatnya belajar kedokteran.

Artikel terkait: Seorang dokter di Medan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona!

Sukma mengaku punya kedekatan dengan almarhum semasa hidupnya. Bahkan kalau tidak ada kesibukan di rumah sakit, almarhum beberapa kali sempat meluangkan waktu untuk bermain musik bersama.

“Dulu beliau sering main band bareng dengan saya. Makanya saya benar-benar kehilangan seorang teman seprofesi dan partner bermain musik,” katanya.

Hal sama juga dikatakan Dr. Akmarawita Kadir., M.Kes.,  dosen dan senior almarhum lainnya di Universitas Wijaya Kusuma (UWK). Ia mengatakan turut berduka cita atas berpulangnya dokter Indra yang merupakan mahasiswanya di UWK angkatan 2010.

“Kasihan, masih muda. Semoga arwahnya diterima disisi-Nya,” katanya.

Diketahui almarhum merupakan putra dari pasangan suami istri dari Suriawan Prihadi yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dan Inriaty Karawaheni, Asisten III Setda Barito Utara.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Setelah kepergiannya, akun Instagram dr. Indra pun dibanjiri komentar duka cita baik dari teman dan kerabat juga dari masyarakat. Mereka semua menganggapnya sebagai pahlawan dan mendoakan tempat terbaik baginya

Selamat jalan dr. Indra, terima kasih atas dedikasi dalam membantu lawan penyakit COVID-19.

Sumber: Antara

Baca juga:

7 Pahlawan medis ini meninggal karena Covid-19, perjuangannya membuat haru

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Gara-gara pasien tidak jujur, seorang dokter meninggal terpapar Virus Corona
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti