Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Anak

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Anak

Deteksi dini gangguan pendengaran pada anak bisa diketahui sejak bayi baru lahir. Apa saja langkahnya?

[Not a valid template]Fungsi pendengaran memiliki peranan yang sangat penting untuk berkomunikasi. Selain itu, pendengaran juga mempermudah seseorang untuk mempelajari sesuatu. Fungsi ini biasanya sudah dimiliki sejak janin masih dalam kandungan. Namun, adanya gangguan pendengaran bisa menyebabkan kesulitan bagi anak anak untuk berbicara. Maka dari itu, bunda harus lebih waspada dengan mengenali gejala sejak dini dengan cara berikut ini.

Mendeteksi Masalah Pendengaran pada Anak

1. Mengamati Perilaku Bayi

Agar Anda lebih memahami apakah ada gangguan pada pendengarannya atau tidak, maka Anda perlu mengamati perilaku bayi Anda. Dari mulai sejak lahir, kemampuan bayi akan terus berkembang, termasuk dengan fungsi pendengarannya. Anda bisa memberikan stimulus kepada bayi dengan memberikan suara yang cukup keras secara tiba-tiba. Setelah itu, amati apakah dia memberikan respon atau tidak.

gangguan pendengaran prilaku anak bayi

Biasanya reaksi yang diberikan berupa mengedipkan mata atau dengan menggerakkan tangan atauk kaki. Selain itu, Anda juga perlu mengamati, apakah perkembangannya sudah sesuai dengan kemampuan bayi seusianya pada umumnya. Jika memang Anda menemukan bahwa dia tidak bisa merespon dengan baik, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Tidak Menunjukkan Kemampuan Bicara

Ketika Anda mengetahui jika anak belum bisa berbicara, maka Anda harus lebih waspada. Kebanyakan orang tua baru bisa mengetahuinya ketika sudah berumur satu tahun. Padahal gangguan ini bisa dikenali semenjak dia berusia 6 bulan. Seorang ibu sebaiknya mengetahui perkembangan bahasa bayi sesuai dengan usia agar bisa mendeteksi sejak dini.

Ketika sudah memasuki usia 6 bulan, ia akan merespon ketika sedang dipanggil. Jika Anda menemukan bayi tidak ada respon ketika Anda menyebut namannya. Maka hal ini perlu di waspadai. Selain itu. Hal ini juga bisa ditunjukkan dari reaksinya ketika diberikan respon suara. Jika dia tiba tiba menoleh ketika mendengar suara yang aneh atau berbeda, berarti dia bisa mendengarkan dengan baik. Sedangkan jika kebalikannya, maka bisa jadi dia ada masalah pendengarannya.

gangguan pendengaran tidak bicara

3. Susah Ditenangkan Saat Rewel

Gejala ini biasanya terjadi pada usia 9 bulan ke atas. Jika anak ada tiba tiba menangis, namun susah ditenangkan meskpin sudah membujuknya dengan suara yang lembut dan menenangkan, maka bisa jadi anak mengalami masalah pendengaran. Selain itu, bayi yang memiliki masalah pendengaran tidak akan mengeluarkan suara atau suku kata tertentu seperti yang diucapkan oleh bayi lain pada umumnya. Ciri ciri lain yaitu dia tidak menunjukkan ekspresi ketika sedang senang, sedih atau marah.

4. Tidak Tertarik Saat Anda Menyanyikan Lagu

Pada umumnya, anak akan tertarik ketika orang tuanya menyanyikan lagu atau sedang bercerita ketika berusia 15 bulan. Namun, bayi yang memiliki gangguan pendengaran tidak akan tertarik jika mendengarkan orang lain menyanyi. Dia juga tidak bisa bernyanyi atau berbicara. Fungsi pendengaran bermasalah menyebabkan dia tidak bisa mendengarkan lagu atau nyanyian. Sehingga tidak mampu menirukan lagu tersebut meskipun Anda sering menyanyikannya.

5. Jawaban yang Tidak Nyambung

Jika anak Anda sudah berusia 2 tahun, dan sering memberikan jawaban yang tidak nyambung ketika ditanya, maka Anda perlu segera membawanya untuk memeriksakan pendengaran. Selain itu, ciri ciri lainnya yaitu dia sering menonton televisi dengan volume yang sangat keras. Anak juga memiliki kemampuan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak yang lain. Sehingga pada saat dia memasuki masa belajar, dia mulai merasakan kesulitan.

6. Segera Membawa Ke Dokter

Jika Anda menemukan beberapa gejala masalah pendengaran, maka sebaiknya segera bawa anak ke dokter spesialis. Dokter akan melakukan pemeriksaan sehingga bisa mengetahui penyebab dari gangguan tersebut. Gangguan ini bisa bersifat sementara maupun permanen. Jika bersifat sementara, maka akan lebih mudah ditangani oleh dokter. Dengan begitu, maka pendengarannya bisa membaik. Sehingga bisa tumbuh sebagaimana anak yang lain.

gangguan pendengaran konsultasi ke dokter anak

Anak yang memiliki masalah pendengaran bisa menyebabkan ia kesulitan berkomunikasi dan belajar. Hal ini tentunya tidak ingin dialami oleh semua orang tua. Sayangnya hal ini bisa terjadi pada siapapun. Maka dari itu, Anda perlu mendeteksi sejak dini agar dapat memberikan penanganan yang terbaik. Anda bisa melakukannya dengan mengetahui tahapan perkembangan anak, apakah sudah sesuai dengan kemampuan bayi yang seusianya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Tyas

app info
get app banner