Sempat alami pecah ketuban hijau, begini proses Dea Lestari melahirkan anak kedua

Sempat alami pecah ketuban hijau, begini proses Dea Lestari melahirkan anak kedua

Bahayakah air ketuban berwarna hijau untuk janin seperti Dea Lestari?

Kebahagiaan tengah menyelimuti pesinetron Dea Lestari, sebab ia baru saja melahirkan anak kedua yang berjenis kelamin laki-laki (6/5) lalu. 

Melalui akun Instagram pribadinya (@dealestari333), Dea mengabarkan sekaligus menceritakan proses melahirkan anak keduanya. Tepat pada 6 Mei kemarin, Akmal Darien Raka Koro lahir dengan proses persalinan normal.

Melahirkan di usia kehamilan 41 minggu, Dea Lestari mengalami pecah air ketuban berwarna hijau

Meski sempat mengalami pecah air ketuban hingga berwarna hijau, Dea mengaku tidak terlalu kaget mengingat usia kandungannya sudah mencapai 41 minggu. 

6 Mei 2019 jam 23.00 wib aku ngalamin pecah ketuban di rumah saat mau tidur, langsung berngkat ke RS YPK Mandiri bersama suami.

Ini foto saat di ruang bersalin (ruangannya nyaman banget support untuk gentlebirth/hypnobirthing) ini masih pembukaan awal masih terkontrol muka nya, suami masih bisa foto2in istrinya karena masih pembukaan 2

Sebagai pengalaman pertama pecah ketuban dan liat air ketubanku udah agak hijau aku lumayan nggak kaget karena mengingat juga sudah hampir 41 weeks yah usia kandungan,” tulis Dea.

Artikel terkait: Sempat terlilit tali pusat, anak kedua Tya Ariestya akhirnya lahir dengan selamat

Dea Lestari melahirkan

Kesulitan bersalin saat ketuban sudah pecah

Istri dari Oki Koro ini merasakan kesulitan yang lebih saat harus melahirkan dengan kondisi air ketuban sudah pecah. Terlebih pada persalinan pertamanya dahulu, ia tidak merasakan hal itu.

“Tapi yang aku nggak sangka adalah persalinan setelah mengalami pecah ketuban itu rasanya lebih luar biasa ya, dari lahiran masih dengan air ketuban (berdasarkan pengalaman aku sendiri ini sih, dan kata beberapa bidan di rs katanya begitu hihi),” papar Dea lagi.

Meskipun proses melahirkan anak kedua terasa lebih sulit, Dea bersyukur karena proses persalinannya didukung oleh support system yang baik. 

“Alhamdulillah beruntung dapat provider yang luar biasa juga, bidan dan dokter yang sangat support untuk lahir normal, akhirnya bisa lahir normal walaupun dengan kondisi baby, dan kondisi ibu yang tak mudah. Tapi dokter dan bidan juga nggak menyerah,” tutup Dea Lestari.

Artikel terkait: Hamil anak kedua, Rachel Vennya minta maaf pada putranya Xabiru

Apa bahaya air ketuban berwarna hijau terhadap janin?

Normalnya air ketuban yang pecah sebelum melahirkan tidak berwarna atau bening. Lalu bagaimana bila air ketuban berwana hijau?

Dilansir dari Detik Health, DR. Med. Dr. Calvin Tjong, SpOG, Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, RSPI mengatakan penyebab air ketuban berwarna hijau diakibatkan oleh keluarnya mekonium yaitu kotoran janin ke dalam cairan ketuban. Keluarnya kotoran janin ini disebabkan oleh stres yang dialami janin dalam proses persalinan. 

Menurutnya, air ketuban hijau tidak akan berdampak apapun pada janin dengan syarat detak jantung janin selama proses persalinan tetap baik.

“Tapi bila air ketuban hijau kental, perlu dilakukan pembersihan rongga mulut, rongga hidung dan jalan pernapasan sebelum bayi melakukan gerakan pernapasan yang pertama. Ini supaya air ketuban yang hijau kental ini tidak terhirup ke dalam paru-paru yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan,” ungkap dr. Calvin.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Referensi: detik

Baca juga: 

Air ketuban merembes, waspadai bahayanya pada ibu hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner