Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Nyamuk adalah serangga yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya bagi keluarga. Oleh karena itu, Parents perlu mengetahui fase daur hidup nyamuk dan cara memutusnya berikut.

Biasanya pada musim hujan, nyamuk akan semakin sering tampak di dalam rumah. Tak hanya suara dengingan yang sangat mengganggu, gigitan nyamuk yang bisa berisiko sebabkan penyakit tentunya perlu diwaspadai. Untuk itu, penting bagi kita untuk bisa membasminya dan  mengetahui fase daur hidup nyamuk terlebih dahulu.

Nyamuk cenderung lebih sering datang ke rumah ketika musim hujan lantaran berkembang biak di genangan air yang ada di sekitar rumah.

Gigitan nyamuk seringkali mengakibatkan banyak penyakit yang berbahaya bagi Parents sekeluarga. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk memutus daur hidup nyamuk supaya rumah bebas dari serangga yang mengganggu ini?

Artikel Terkait: Begini Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Secara Alami!

Penyakit yang Disebabkan oleh Nyamuk

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Mengutip dari Kompas, nyamuk menggigit manusia untuk mendapatkan darah kita sebagai makanannya. Nutrisi yang terkandung dalam darah dapat membantu nyamuk untuk menghasilkan telur.

Perlu diketahui bahwa nyamuk dapat menyebarkan parasite atau virus melalui gigitannya ke dalam tubuh manusia. Ada beberapa penyakit yang cukup berbahaya bagi manusia yang dapat ditularkan nyamuk, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Demam Berdarah
    Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Jenis nyamuk yang mengakibatkan penyakit ini dengan membawa virus adalah Aedes aegypti atau Aedes albopicus. Gejala demam berdarah adalah demam tinggi, nyeri otot, dan nyeri sendi.
  • Chinkungunya
    Nyamuk jenis Aedes aegypti juga bisa menularkan penyakit Chikungunya yang menyebabkan lemas, sakit kepala, dan ruam di kulit. Jika ibu hamil mengalami Chikungunya, bayi yang ia lahirkan juga bisa ikut tertular lewat proses persalinan.
  • Malaria
    Parasit dalam tubuh nyamuk bisa menyebabkan penyakit Malaria jika menginfeksi manusia. Penyakit ini menyebabkan penderitanya menggigil, demam, dan sakit kepala. Malaria menyerang sel darah merah dan dapat mengakibatkan komplikasi seperti anemia dan hipoglikemia.
  • Zika
    Kita perlu mewaspadai jenis nyamuk Aedes Aegypti karena juga bisa menularkan penyakit berbahaya yaitu virus Zika. Penderita virus Zika berpotensi menularkan penyakitnya kepada orang lain. Ibu hamil yang terinfeksi dapat mengalami keguguran atau cacat janin.

Untuk mencegah keluarga tercinta terkena penyakit-penyakit serius karena gigitan nyamuk di atas, maka ada baiknya Parents mengetahui terlebih dahulu mengenai fase hidup nyamuk untuk memutusnya.

Artikel Terkait: Ingin Terhindar dari Gigitan Nyamuk? Ternyata Makanan ini Bisa Bantu Mencegahnya

4 Fase Daur Hidup Nyamuk

1. Nyamuk Bertelur di Genangan Air

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Sumber: Dekoruma

Seperti yang kita ketahui, nyamuk mengisap darah manusia untuk mendapatkan nutrisi sebelum bertelur. Oleh karena itu, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. Nyamuk betina ini hanya kawin satu kali semasa hidupnya, dan ketika hendak bertelur mereka hinggap di genangan air.

Jika tidak diletakkan di air, telur nyamuk tidak akan menetas. Sekali bertelur satu ekor nyamuk betina dapat menghasilkan ratusan telur yang menetas hanya dalam waktu 48 jam saja. Ukuran telur-telur ini juga sangat kecil sehingga sulit untuk melihatnya dengan mata telanjang.

2. Fase Daur Hidup Nyamuk Menetas Menjadi Jentik Nyamuk

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Sumber: Lampung Post

Di dalam air telur akan menetas dan menjadi jentik nyamuk yang berbentuk mirip benang-benang hitam kecil. Selama 8 hingga 10 hari mereka akan berenang di dalam air tersebut. Dalam tenggat waktu tersebut mereka akan mengalami pergantian kulit dan semakin besar.

3. Jentik Berubah Menjadi Pupa

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Sumber: Rumus.co.id

Setelah berganti kulit sebanyak 4 kali, jentik nyamuk akan berubah menjadi pupa di dalam air. Seperti metamorphosis ulat menjadi kupu-kupu, pupa nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dewasa dalam waktu singkat dan akhirnya keluar dari air.

4. Menjadi Nyamuk Dewasa di Fase Daur Hidup Akhir

daur hidup nyamuk

Nyamuk dewasa bisa berkembang biak dengan sangat cepat dan dapat bertahan hidup hingga 56 hari untuk nyamuk betina dan 10 hari untuk nyamuk jantan. Dalam waktu hitungan hari, satu nyamuk dewasa bisa bertelur ratusan lagi dan siklus hidup mereka berulang. Maka dari itu populasi nyamuk sangat sulit untuk dikendalikan jika mereka sudah berkembang biak.

Cara Memutus Daur Hidup Nyamuk Agar Rumah Bersih dan Nyaman

Bisa Sebabkan Penyakit, Ketahui Fase Daur Hidup Nyamuk & Cara Memutusnya

Untuk memutus daur hidup nyamuk tersebut, Parents harus memastikan rumah bersih dari genangan air. Jika kita perhatikan, dari telur hingga menjadi pupa nyamuk membutuhkan air sebagai tempat tinggalnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan rumah bersih dari genangan air, baik di halaman maupun di dalam rumah seperti di talang air. Bersihkanlah pipa-pipa secara rutin dan tutuplah wadah penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di dalamnya.

Air di dalam bak mandi juga bisa menjadi media bertelur untuk nyamuk. Kuraslah bak mandi secara rutin agar telur nyamuk ikut mati. Karena telur-telur tersebut tak kasat mata, Parents bisa menggunakan bubuk pembasmi jentik nyamuk untuk air di bak mandi.

Tak hanya menggunakan obat semprot nyamuk, bisa mencoba cara-cara alami misalnya menanam tanaman pengusir nyamuk seperti bunga lavender atau bunga geranium. Serai dan kulit lemon juga bisa diletakkan di sudut rumah untuk mengusir nyamuk dewasa.

Nah, itulah pentingnya mengetahui fase daur hidup nyamuk agar kita bisa membasmi nyamuk dengan lebih efektif. Yuk, jaga kebersihan rumah agar lebih nyaman dan aman.

Baca Juga:

Bolehkah bayi pakai lotion anti nyamuk? berikut penjelasannya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner