TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ini Dampak Psikologis Penggusuran pada Ibu dan Anak

Bacaan 3 menit
Ini Dampak Psikologis Penggusuran pada Ibu dan Anak

Penggusuran dapat menyebabkan depresi, penurunan kualitas kesehatan, dan tingginya kadar stres ibu dan anak. Efek negatif ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Belakangan ini, penggusuran kerap terjadi di Indonesia, khususnya di ibukota Jakarta. Ia kerap dibicarakan, namun kebanyakan seputar kebijakan pemerintah maupun politik. Sedangkan, dampak psikologis pada ibu dan anak diabaikan.

Dampak penggusuran bagi para ibu

Menurut penelitian yang dikembangkan oleh Rice University dan Harvard University, Ibu yang pernah mengalami peristiwa penggusuran memiliki level stres 20% lebih tinggi dari pada mereka yang tidak memiliki pengalaman digusur.

Studi tersebut berfokus pada ibu dengan penghasilan rendah dan ibu di perkotaan yang rentan jadi korban penggusuran. Hasilnya menunjukkan tingkat stres ibu yang tinggi sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental anak.

Berdasarkan studi tersebut, satu dari dua ibu korban penggusuran mengalami depresi, bandingkan dengan satu dari empat ibu yang tidak pernah mengalami penggusuran. Satu dari lima ibu korban penggusuran memiliki anak dengan kesehatan yang buruk, dibandingkan dengan satu dari 10 ibu yang tidak pernah mengalami penggusuran.

Bahkan, hal ini juga mempengaruhi hubungan ibu dengan suami, ibu dan anak, dan ibu dengan tetangga. Dampak penggusuran juga dapat menghilangkan pergaulan sosial kemasyarakatan ibu yang telah lama dijalin.

Usaha untuk memulai semua hal dari awal lagi seperti ini dapat melemahkan peningkatan partisipasi ibu dalam mengawal tumbuh kembang anak. Seperti dikutip dalam laman Science Daily.

Merasa tidak mampu memberi tempat yang nyaman untuk anak juga dapat menyebabkan kekacauan internal. Misalnya perasaan bersalah maupun terlalu banyak pikiran. Apalagi jika ibu mengalami persoalan keuangan yang menyangkut ongkos sewa di tempat tinggal yang baru.

Shea Loot, seorang psikologis klinis dari Avel Gordly Certer for Healing menjelaskan bahwa kekacauan internal yang ia maksud adalah data bahwa 11-15% korban penggusuran biasanya akan kehilangan pekerjaan atau penurunan penghasilan.

“Beban psikologis dari ancaman kehilangan tempat tinggal dapat berdampak hingga 2 tahun ke depan.” Katanya seperti dikutip dalam wawancara dengan laman Street Root News.

Selain itu, ketidakstabilan tempat tinggal membuat seseorang tidak memiliki minat lebih untuk bergaul dengan komunitas tetangga sehingga melemahkan ikatan sosialnya dengan lingkungan sekitar.

Dampak penggusuran pada anak

Sedangkan untuk anak, penggusuran dapat membawa mereka ke arah ketidakstabilan. Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa ketidakstabilan tempat tinggal akan mempengaruhi akademik anak.

Selain itu, perpindahan rumah juga dapat menyebabkan anak stres serta mengalami kebingungan dalam beradaptasi lagi.

Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa dampak negatif ketidakstabilan tempat tinggal berbeda-beda pada anak, tergantung usianya. Misalnya pada anak lima tahun, dampak yang terjadi adalah lambatnya menyerap kosa kata dibanding mereka yang punya tempat tinggal tetap.

Penurunan nilai akademik, kesulitan bersosialisasi, dan berkurangnya ikatan dengan orangtua biasanya dialami oleh anak usia sekolah dasar. Sedangkan untuk anak usia SMP, dampak yang biasanya terjadi adalah bertambahnya sensitivitas dan perubahan sikap.

Pada akhirnya, penggusuran bukanlah hal yang mudah untuk ibu maupun anak. Jika kondisi psikologis ibu dan anak yang serba tidak stabil ini tidak segera ditangani, maka kemungkinan terjadinya dampak sosial yang negatif akan makin besar.

 

Baca juga:

Anak Tidak Sukses Umumnya Karena 8 Kebiasaan Orangtua Berikut

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Ini Dampak Psikologis Penggusuran pada Ibu dan Anak
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti