Penelitian: Polusi udara berdampak buruk bagi ibu hamil dan janin

lead image

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa dampak polusi meninggalkan partikel zat hitam di dalam plasenta, dan kemungkinan besar juga berdampak pada bayi.

Semua orang pastinya sepakat bahwa dampak polusi berbahaya bagi kesehatan. Apalagi bagi ibu hamil, yang kondisinya cenderung lebih rentan dan janin yang bisa terpapar apapun yang masuk ke dalam tubuh ibu. 

Penelitian-penelitian terdahulu telah menyebut adanya kaitan tentang dampak polusi pada ibu hamil dengan kelahiran prematur, berat lahir bayi rendah, kematian anak usia dini, bahkan gangguan pernapasan pada anak.

Dr. Lisa Miyashita, seorang ilmuwan peneliti mengatakan, “Kami sudah lama mengetahui bahwa dampak polusi udara bisa memengaruhi tumbuh kembang janin, dan dampak buruknya bisa berlanjut hingga bayi lahir dan sepanjang hidup mereka.”

Artikel terkait: Bahaya polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita, Bunda perlu waspada!

Penelitian terbaru tentang dampak polusi udara pada janin 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/dampak polusi udara.jpg Penelitian: Polusi udara berdampak buruk bagi ibu hamil dan janin
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan European Respiratory Society International Congress memberikan bukti baru tentang dampak buruk polusi bagi janin dalam kandungan. 

Penelitian dilakukan dengan memeriksa plasenta dari 5 ibu yang melahirkan bayinya dengan sehat. Para ibu ini diketahui tidak pernah merokok seumur hidupnya.

Hasil penelitian menunjukkan, ketika ibu hamil menghirup udara berpolusi, ada partikel hitam seperti jelaga yang masuk ke dalam plasenta.

Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan adanya zat hitam berukuran 5 mikrometer persegi di dalam setiap plasenta yang mereka periksa. Dan zat hitam ini kemungkinan bisa berbahaya bagi janin.

Para peneliti percaya bahwa zat hitam tersebut adalah partikel karbon, yang mengafirmasi hasil penelitian sebelumnya. Yakni partikel polusi yang dihirup oleh ibu hamil bisa berpindah dari paru-paru ke sirkulasi darah lalu masukk ke dalam plasenta. Hal ini disampaikan oleh Dr. Norrice Liu, salah satu peneliti dalam studi ini. 

Dr. Liu juga menambahkan, jika polusi bisa berdampak ke plasenta, maka kemungkinan besar dampaknya juga bisa berefek pada janin dalam kandungan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/06/janin cegukan.jpg Penelitian: Polusi udara berdampak buruk bagi ibu hamil dan janin

Dampak polusi udara pada janin yang harus diwaspadai

  • Peningkatan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat rendah
  • Risiko autisme pada anak
  • Penurunan intelegensi
  • Bisa memengaruhi tumbuh kembang paru-paru bayi atau bahkan merusak otaknya yang masih dalam masa pertumbuhan 
  • Peningkatan risiko asma pada anak
  • Penurunan tingkat kesuburan

Tips untuk mengurangi dampak polusi selama kehamilan

  • Hindari area dengan tingkat polusi yang tinggi, atau jalan raya yang sibuk saat Anda hendak keluar rumah
  • Mengenakan masker saat keluar rumah
  • Hendaknya memakai mobil saat hendak pergi kemana-mana.
  • Jauhi perokok, bila suami merokok minta dia untuk tidak merokok di dekat rumah maupun di dekat Anda
  • Menaruh pot tanaman di sekitar rumah untuk membantu menyerap polusi dan memberikan udara segar

Semoga bermanfaat.

 

 

Disadur dari artikel Jia Ling di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Dampak Polusi Udara Bagi Kehamilan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.