TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bahaya polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita, Bunda perlu waspada!

Bacaan 3 menit
Bahaya polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita, Bunda perlu waspada!

Dampak polusi udara bisa memengaruhi kesehatan reproduksi wanita, karena paparan radikal bebas dari polusi bisa memicu pertumbuhan kista endometriosis.

Selain kemacetan, masalah yang dihadapi penduduk di kota besar seperti Jakarta adalah polusi udara. Dampak polusi udara tidak hanya berbahaya bagi kesehatan pernapasan, namun juga bisa memberi efek buruk bagi kesehatan reproduksi wanita. 

Laman Kompas melaporkan, pada hari Senin, 30 Juli 2018, Indeks Kualitas Udara di Jakarta menyentuh angka 191. Bahkan sempat menyentuh angka 195 pada pukul 04.00 WIB, angka ini mengindikasikan kualitas udara di Jakarta lebih buruk dari kota Beijing atau New Delhi yang dikenal sebagai kota terpolusi di dunia. Hal ini menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polusi udara tertinggi di dunia. 

Pantauan Greenpeace, kualitas udara di Jabodetabek selama Januari hingga Juni 2018 memasuki level yang tidak sehat bagi manusia. Dampak polusi udara bisa memicu berbagai masalah gangguan kesehatan serius pada anak-anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia.

Bahkan bagi kalangan wanita muda yang sehat, karena radikal bebas dalam polusi udara bisa berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi mereka. 

Dampak polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita

dampak polusi udara

Waspada dampak polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita.

dr. Ridwan Mahmuddin SpOG, seorang pakar kandungan mengatakan, dampak polusi udara bisa sangat membahayakan kesehatan wanita. Karena polusi bisa menjadi penyebab terjadinya endometriosis, yang akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita. 

Meskipun bukan penyebab utama, namun radikal bebas yang ada dalam polusi udara menyumbang peran dalam membuat seorang wanita mengalami penyakit endometriosis.

Endometriosis terjadi karena darah yang seharusnya keluar saat menstruasi, malah masuk ke saluran tuba falopi, sehingga menumbuhkan gumpalan kista. Paparan radikal bebas dari polusi udara membuat pembentukan kista terjadi lebih cepat. Apalagi bisa kondisi daya tahan tubuh sedang menurun, sehingga radikal bebas dari polusi udara bisa langsung masuk ke dalam tubuh.

“Dampak polusi udara sudah terbukti memicu pertumbuhan kista endometriosis, karena polusi udara mengandung radikal bebas yang berbahaya,” papar dr. Ridwan.

“Penyakit ini membuat kualitas sel telur wanita jadi menurun, sehingga sulit hamil atau rawan mengalami keguguran,” tambahnya.

Artikel terkait: Endometriosis, Penyakit yang Membuat Wanita Sulit Punya Anak

Mengurangi dampak polusi udara di rumah

  • Membuka jendela agar ada udara segar bisa masuk.
  • Tidak merokok di dalam rumah. Dampaknya bisa berbahaya bagi para perokok pasif seperti ibu hamil dan anak-anak.
  • Menggunakan keset. Supaya kotoran dan radiasi polusi dari alas kaki Anda tidak masuk ke dalam rumah. Lebih baik lagi jika sepatu ditanggalkan di depan pintu, dan memakai sandal khusus jika di rumah.
  • Bersihkan rumah menggunakan penyedot debu, karena menyapu hanya akan menambah partikel debu di udara.
  • Gunakan lap mikrofiber karena lebih efektif membersihkan debu dibanding lap biasa.
  • Hindari penggunaan karpet di lantai rumah, karena susah dibersihkan dan bisa menumpuk kotoran dan kuman.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Consumer Reports, Dokter Sehat, 

Baca juga:

Dampak polusi udara bagi kehamilan

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bahaya polusi udara pada kesehatan reproduksi wanita, Bunda perlu waspada!
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti