TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

PR akan dihapus dari sekolah, apa manfaatnya bagi anak?

Bacaan 3 menit
PR akan dihapus dari sekolah, apa manfaatnya bagi anak?

Dampak negatif pr tidak hanya dirasakan siswa, tapi juga keluarga. Hal inilah yang mendorong dinas pendidikan Blitar dan Bupati Purwakarta melarang sekolah memberi PR.

Senin 16 Juli 2018, Dinas Pendidikan Kota Blitar memberi pernyataan bahwa mereka akan memberikan surat edaran yang melarang guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada para siswa. Hal ini terkait dampak negatif PR yang membuat anak-anak kurang memiliki waktu bermain dan sosialisasi di dengan masyarakat.

“Kami akan membuat surat edaran (SE) untuk sekolah-sekolah soal larangan memberi PR ke siswa. Pelajaran sekolah kami harap selesai di sekolah. Siswa biar punya waktu belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, M. Sidik seperti dikutip dari Kompas.

Sidik juga menambahkan, kebijakan untuk menghapus PR bagi siswa sudah diterapkan sejak tahun lalu, setelah aturan lima hari sekolah dijalankan untuk siswa SMP. Namun, baru disebarkan secara lisan. Kini, ia akan membuat surat edaran resmi untuk diberikan pada guru-guru.

dampak negatif PR 1

Sebelumnya, langkah menghapus PR bagi siswa telah dilakukan di Purwakarta tahun 2016 lalu. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 421.7/2016/Disdikpora tentang Pemberian Tugas Kreatif Produktif Pengganti Pekerjaan Rumah dan Larangan Karya Wisata.

Surat edaran ini melarang pihak sekolah memberi PR akademis kepada para siswa SD hingga SMP, dan menggantinya dengan tugas praktik yang lebih aplikatif. Karena ia menyadari, dampak negatif PR yang membuat para siswa rentan stres dan kurang waktu bermain dan bersosialisasi.

Artikel terkait: Resmi, Bupati Purwakarta Larang Guru Memberikan PR Untuk Siswa!

Dampak negatif PR terhadap anak-anak

dampak negatif PR 2

Larangan pemberian PR ini tentunya disambut baik oleh para siswa dan orangtua murid. Karena bisa mengurangi beban belajar anak dan dia bisa memiliki waktu bermain atau melakukan aktivitas lain lebih banyak.

Sebelumnya, sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak negatif PR terhadap perkembangan anak-anak. Seperti masalah mental dan fisik. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. PR membuat anak rentan mengalami obesitas

Sebuah studi menyatakan, anak-anak yang menghabiskan waktu 30 menit atau lebih setiap malam untuk mengerjakan PR, memiliki tingkat stres yang tinggi. Hormon yang dikeluarkan tubuh saat stres memicu nafsu makan berlebihan. Selain itu, PR juga membuat aktivitas fisik anak berkurang, sehingga risiko obesitas cenderung tinggi.

2. Masalah fisik

Penelitian di Universitas Stanford mengungkap bahwa PR yang terlalu banyak pada remaja, memicu stres dan membuat anak kurang tidur. Hal ini bisa memicu masalah kesehatan seperti depresi, sistem imun yang menurun, kecelakaan lalu lintas, konsumsi obat terlarang, bahkan bunuh diri.

dampak negatif PR 4

3. Dampak negatif PR pada keluarga

Studi lain juga menunjukkan, semakin banyak PR yang harus dikerjakan sang anak, orangtua dan pengasuhnya juga akan semakin stres. Selain itu, PR yang berlebihan juga tidak efektif dalam meningkatkan kemampuan akademik anak. Malah, bisa memberi dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik anak, juga keluarganya.

4. PR membatasi waktu anak menikmati masa kecil

Gara-gara PR, banyak anak yang tidak memiliki waktu untuk bermain atau berolahraga. Sehingga mudah stres dan jatuh sakit. Hal ini tentunya bisa dihindari jika PR yang diberikan pihak sekolah tidak berlebihan.

5. PR membatasi waktu istirahat anak

Seringkali, waktu istirahat anak menjadi sedikit karena harus mengerjakan PR. Padahal, anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk bisa berkonsentrasi penuh di sekolah.

***

Meski larangan pemberian PR baru berlaku di dua daerah, semoga bisa ditindaklanjuti sehingga kebijakan ini bisa diterapkan secara nasional. Agar anak kita bisa menjalani masa kecilnya dengan lebih banyak aktivitas fisik.

 

Sumber referensi: CNN, Kompas,

Baca juga:

PR Mulai Dihapus dari Berbagai Sekolah Mancanegara

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • PR akan dihapus dari sekolah, apa manfaatnya bagi anak?
Bagikan:
  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti