TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

PR Mulai Dihapus dari Berbagai Sekolah Mancanegara

Bacaan 4 menit
PR Mulai Dihapus dari Berbagai Sekolah Mancanegara

PR diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal akademis. Namun sebuah sekolah tertua di Inggris berpendapat lain. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Belakangan ini para pendidik dan ahli di bidang perkembangan anak mancanegara semakin meningkatkan pemantauan mereka terhadap PR alias pekerjaan rumah bagi siswa, terkait isu apakah PR bermanfaat atau malah berbahaya untuk perkembangan anak.

Cheltenham Ladies College, sebuah sekolah bergengsi berusia 162 tahun di Inggris, telah melarang guru memberikan PR untuk siswa. Alasannya, PR “memancing epidemi depresi dan kecemasan remaja”.

Orangtua suka PR karena khawatir anak tidak paham pelajaran di sekolah.

Orangtua suka bila anak mendapat pekerjaan rumah karena khawatir anak tidak paham pelajaran di sekolah.

 

Sementara dua sekolah di Amerika, yaitu Sekolah Umum 116 (Public School 116) di New York menghapus PR bagi murid kelas 1 hingga kelas 5 karena mereka yakin tidak ada kaitan antara pekerjaan rumah dan prestasi belajar siswa di sekolah. Sedangkan Kino School Arizona membebaskan semua murid dari semua kelas dari pekerjaan rumah.

Tren terbaru dalam dunia pendidikan ini diperkuat dengan munculnya komentar pedas para ahli perkembangan anak tentang PR. Di antaranya adalah Alfie Kohn, pengarang buku laris The Homework Myth.

Dalam sebuah pernyataan yang dimuat dalam Atlantic Monthly, Kohn mengatakan, “PR adalah sebuah praktek yang buang-buang waktu, tanpa fantasi dan kesia-siaan pendidikan yang mengarahkan anak-anak menjadi sekumpulan tikus penghisap jiwa sebelum usia mereka matang.”

Argumen lain tentang mengapa PR harus dihapuskan adalah karena tugas-tugas tersebut menyebabkan anak merasa lelah, tertekan, tidak aktif karena terus menerus duduk.

Selain itu, ada yang berpendapat bahwa pekerjaan rumah mengurangi waktu anak untuk melakukan hal-hal konstruktif, mengurangi dorongan pribadi anak untuk belajar.

Lebih jauh lagi, pendapat tersebut menyebutkan bahwa memberikan pekerjaan rumah adalah tambahan beban bagi guru karena harus meluangkan waktu untuk merancang  apa yang harus dikerjakan murid.

Orang tua suka PR

Sebaliknya, pihak orangtua berpendapat lain. PR, bagi orangtua, menjadi alasan mengapa anak harus belajar di rumah dan pondasi bagi rutinitas yang baik.

Orangtua menganggap PR merupakan suatu aktivitas konstruktif yang musti dikerjakan anak sesudah pulang sekolah, sesuatu yang dapat memupus kekhawatiran kita bahwa mereka tidak memperhatikan apapun yang dijelaskan para guru.

Parents, bagaimana menurut Anda?

Referensi: South China Morning Post

Beberapa sekolah masih menerapkan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa, setelah mereka berjam jam belajar di sekolah. Pekerjaan rumah yang diberikan dinilai sebagai bentuk pemahaman atas materi yang telah disampaikan di sekolah oleh guru gurunya. Akan tetapi, hal tersebut tidak sejalan dengan pakar perkembangan anak tentang pekerjaan rumah. PR dinilai hanya menghambat siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya. Berikut ulasan lengkapnya, yuk simak bersama.

Kecaman tentang Pekerjaan Rumah

Ahli perkembangan anak memberikan komentar pedas kepada sekolah sekolah yang masih memberikan pekerjaan rumah kepada para siswanya. Hal tersebut dinilai sebagai pelaksanaan yang membuang waktu siswa dalam mengembangkan potensinya. Selain itu, pekerjaan rumah yang diberikan mampu memancing stres dan kecemasan siswa yang berakibat buruk bagi perubahan tumbuh kembangnya.

ini Benarkan PR Termasuk Malpraktik Pendidikan Anak

Anak menjadi tidak aktif bergerak dan beraktivitas karena setumpuk pekerjaan rumah dari sekolahnya karena terus menerus duduk. Selain itu, siswa tersebut akan merasa mudah lelah dan tertekan. Sebagai seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, ia juga butuh waktu untuk bermain dan belajar di luar aktivitas sekolahnya. Oleh karena itu, kecaman itu muncul untuk membuka pandangan pada guru dan menghapus kebijakan tentang adanya tugas rumah tersebut.

Kecaman seoarang ahli itu telah diterapkan oleh beberapa sekolah. Terbukti sebuah sekolah di Inggris yang sangat bergengsi telah menghapuskan kebijakan adanya pekerjaan rumah untuk para siswa. Selain itu, Sekolah Umum 116 di New York juga telah menghapus adanya pekerjaan rumah bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5. Terakhir Kino School yang juga memberi larangan guru memberi pekerjaan rumah kepada siswa dari semua kelas, menarik bukan?

ini PR sekolah Mulai Dihapus dari Mancanegara

Pendapat Mengenai Pekerjaan Rumah

Para ahli mendukung adanya kebijakan yang meniadakan pekerjaan rumah untuk para siswa. Hal tersebut bertujuan agar siswa memiliki waktu untuk melakukan hal hal konstruktis yang dapat meningkatkan kreativitas dalam dirinya. Hal tersebut juga meringankan beban guru yang harus mempersiapkan tugas rumah siswa siswanya dan masih harus mengoreksi hasil tugas para siswanya.

tau PR Mulai Dihapus ini belajar

Akan tetapi, kebijakan sekolah ini tampaknya tidak mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Orang tua para siswa tersebut menganggap bahwa PR merupakan ajang untuk mengetes tingkat pemahaman anaknya dari penjelasan guru di dalam kelas. Selain itu, adanya tugas rumah yang diberikan guru membuat anak anak memiliki alasan untuk belajar di rumah dan menjadi awal dari kebiasaan yang baik untuk meningkatkan hasil belajarnya.

Itulah bentuk setuju dan tidak setuju mengenai penghapusan tugas rumah bagi siswa. Dari beberapa ahli mengatakan bahwa tugas rumah dapat menghambat perubahan tumbuh kembang seorang anak. Akan tetapi, para orang tua mendukung adanya tugas rumah yang dapat dijadikan tolak ukur pemahaman siswa atas penjelasan guru di dalam kelas. Bagaiamankah pendapat Anda tentang adanya tugas rumah bagi siswa?

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • PR Mulai Dihapus dari Berbagai Sekolah Mancanegara
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti