TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

"Bukan tenaga medis, garda terdepan hadapi virus corona adalah masyarakat!"

Bacaan 4 menit
"Bukan tenaga medis, garda terdepan hadapi virus corona adalah masyarakat!"

Seorang dokter menyatakan bahwa tenaga medis bukanlah garda terdepan melawan corona.

Pahlawan dan garda terdepan dalam menghadapi corona tentu saja tenaga medis. Masyarakat tentu saja setuju dengan pendapat yang satu ini. Setuju? Namun, seorang dokter justru tidak menyetujui hal ini. Belum lama ini, curahan hati tenaga medis terkait ini pun akhirnya ramai tersebar dan dibicarakan di media sosial.

Adalah Dr Michelle Au, spesialis anestesi dari Rumah Sakit Emory St Joseph’s, Amerika Serikat (AS), yang memiliki cara pandang berbeda. Ia justru menganggap kalau garda terdepan dalam menghadapi wabah saat ini justru bukanlah tim medis. Isi hatinya pun ia tuangkan lewat unggahan video di akun Twitter pribadinya @AuforGA.

Curahan hati petugas medis

Curahan hati petugas medis

Curahan hati petugas medis mengenai harapannya dalam menghadapi Corona.

“We are not the frontline in this battle. We as healthcare workers stand in the back. We’re the LAST line of defense. The frontline of this epidemic is YOU, the people in the community, tasked with the challenge of keeping each other safe.” pic.twitter.com/2INJja1iAn

— Dr. Michelle Au (@AuforGA) March 23, 2020

Masyarakat adalah garda terdepan

Curahan hati petugas medis

Menurutnya, petugas medis di sini berperan sebagai garis pertahanan terakhir dalam ‘peperangan melawan corona’. Tetap, baginya masyarakat luas yang justru menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi dunia ini.

Mewakili jajaran petugas medis yang lain, dirinya berharap agar ‘pertarungan’ melawan corona tidak sampai harus melibatkan pertahanan paling terakhir. Ia berharap agar semua lapisan masyarakat bersama-sama ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan agar tidak terjadi penyebaran yang lebih banyak.

“Kami (tenaga medis) bukan garda depan dalam pertarungan ini, kami sebagai tenaga medis berdiri di barisan belakang, kami adalah garis pertahanan terakhir dan selalu berharap pertarungannya tidak sampai ke kami,” ujar Michelle.

“Garda terdepan dalam penanganan wabah ini adalah kalian, seluruh lapisan masyarakat dengan tugasnya untuk menjaga agar kita semua terjaga dari pandemi ini,” tuturnya kembali.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Memohon masyarakat agar kooperatif

Khasiat Vitamin E

Michelle pun mengungkapkan bahwa tenaga medis tak bisa sendirian melawan pandemi ini. Sebagaimana masyarakat membutuhkan tenaga medis saat sakit, para medis pun membutuhkan masyarakat untuk upaya pencegahan pada diri sendiri maupun orang terdekat. Hal ini karena bagi Michelle, kesehatan masyarakat merupakan kunci untuk mencegah pandemi semakin berlarut.

“Kamu berjaga dengan cara menerapkan gaya hidup yang bersih. Berjagalah dengan cara mengisolasi diri ketika muncul gejala-gejala, dan semoga pada akhirnya tenaga medis bisa menambahkan vaksin sebagai salah satu upaya memenangkan pertarungan ini,” tuturnya.

Death from #COVID19 can lag symptom onset by >2-3 weeks. The spike in deaths we’re seeing now is from infections a month ago.

Good public health is ultimately a triumph of prevention. Wait until things get “bad enough” and you’re already too late. @GovKemp, time to shut it down. https://t.co/TTQoJsRs0J — Dr. Michelle Au (@AuforGA) March 25, 2020

Ia pun berterima kasih pada siapa pun yang sudah kooperatif dalam menghadapi pandemi ini dan menjaga diri agar tidak tertular.

“Terimakasih sudah berdiri di garda depan untuk kami semua. Kami sebagai barisan pertahanan terakhir sangat menghargai siapa pun yang kalian lakukan untuk membantu,

Semoga kita semua tetap aman dan saling jaga satu sama lain,” pungkasnya.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indoensia

Mereka yang telah kehilangan nyawa

Dokter meninggal dunia

Membantu menangani dan melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19, tentu saja membuat para petugas kesehatan rentan tertular virus. Tak hanya di Indonesia, di beberapa negara dengan prevalensi corona yang tinggi, total sekitar 100 orang lebih petugas medis telah gugur.

Melansir Newsweek, berikut ini data angka kematian tenaga medis pada April 2020, baik dokter maupun perawat.

  • Italia sebanyak 66 orang
  • China sebanyak 13 orang
  • Inggris sebanyak 5 orang
  • Perancis sebanyak 5 orang
  • Spanyol sebanyak 5 orang
  • Iran sebanyak 3 orang
  • Amerika Serikat satu orang
  • Yunani satu orang
  • Polandia satu orang
  • Pakistan satu orang.

Sementara di Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia menyebutkan kalau dokter yang telah gugur saat menjalankan tugasnya sejumlah 18 orang.

Untuk mencegah angka tersebut semakin melambung, berbagai upaya pencegahan seperti protokol yang sudah ditetapkan pemerintah maupun tenaga medis agar pandemi tidak semakin berlanjut tentu saja perlu dilakukan.

Sudahkah melakukannya dengan disiplin?

Baca Juga :

Viral dokter berusia 80 tahun lawan virus Corona, siapa saja yang berisiko?

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • "Bukan tenaga medis, garda terdepan hadapi virus corona adalah masyarakat!"
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti