Tips penggunaan cream bayi baru lahir, jangan sampai salah ya, Bunda!

lead image

Cream bayi bisa digunakan untuk melembabkan kulit bayi yang kering, tapi sebelum menggunakannya, perhatikan hal-hal penting berikut ini.

Cream bayi menjadi salah satu produk perawatan kulit bayi yang cukup penting. Meskipun kulit bayi baru lahir sebenarnya cukup lembab di bawah lapisan terluar. Namun cream bayi penting untuk menjaga kelembaban dan kekenyalan kulitnya saat mulai sering mandi dan terpapar udara kering.

Selain itu, cream bayi juga penting untuk menjaga kesehatan kulitnya agar terhindar dari risiko iritasi dan eksim.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan cream bayi?

cream bayi

Bayi yang baru lahir memiliki penutup di kulit yang disebut vernix, yaitu lapisan perlindungan lilin yang menutupi tubuh mereka di dalam rahim dari dari cairan ketuban.

Vernix mulai mengelupas pada beberapa minggu pertama setelah kelahiran dan memberikan penampilan kulit kering dan bersisik. Pada umumnya, kulit di bawah lapisan ini cukup lembab dan tidak membutuhkan pelembab ekstra. Namun, Bunda bisa mulai memberikan cream bayi bila kulitnya mulai terlihat sangat kering. Terutama pada bagian-bagian tertentu seperti pergelangan kaki, siku, dan tangan.

Bunda bisa memberikan petroleum jelly, minyak zaitun, atau krim Vitamin A-D untuk membantu melembabkan kulit bayi saat vernix terkelupas. Bila Bunda ingin memberikan cream bayi yang dijual bebas dipasaran, sebaiknya pastikan krim tersebut berbahan ringan, bebas pewangi, dan direkomendasikan dokter anak khusus untuk bayi baru lahir.

Tips memberikan cream bayi baru lahir

cream bayi

Mengoleskan krim pada bayi baru lahir tentu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Berikut ini beberapa tips yang dapat Bunda coba:

1. Oleskan cream bayi setelah dia mandi

Mandi dapat mengeringkan kulit bayi. Oleh karena itu, oleskan krim yang bebas pewangi dan khusus untuk bayi baru lahir setelah dia mandi.

Caranya, bersihkan tangan secara menyeluruh. Ambil sedikit krim dan sebarkan di telapak tangan dan jari-jari tangan. Kemudian, pijat dengan lembut tubuh bayi sehingga krim tersebut tersebar merata di seluruh tubuhnya.

Pastikan Bunda tidak memiliki kuku yang tajam sehingga tidak menggores atau menggaruk kulit bayi saat mengoleskan krim ke tubuhnya.

2. Gunakan krim pada bagian tubuh bayi yang terlihat kering

Oleskan secara rutin cream ke area tubuh bayi yang tampak sangat kering, seperti pergelangan kaki, siku, dan tangan.

3. Hindari menggunakan lebih dari satu produk

Jangan menggunakan lebih dari satu produk pada bayi. Sebab bahan kimia dalam krim yang diproduksi secara komersial dapat membahayakan kulit bayi baru lahir yang masih rapuh dan sensitif. Sebaiknya, Bunda memilih satu produk krim yang telah direkomendasikan oleh dokter anak dan tetap memakainya sampai masalah kulit bayi teratasi.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Tips penggunaan cream bayi baru lahir, jangan sampai salah ya, Bunda!

Sebelum menggunakan krim pada bayi, tidak ada salahnya bila Bunda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Tanyakan cream bayi seperti apa yang aman dan dibutuhkan oleh jenis kulit bayi Anda.

Jika bayi memiliki kulit yang sangat kering, gatal, mengelupas, dan kemerahan, bisa jadi itu adalah tanda eksim. Sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut pada dokter. Eksim bayi biasanya terlihat di tangan, wajah, dan punggung lutut.

Bunda juga harus berkonsultasi dengan dokter jika bayi terus memiliki kulit yang sangat kering meskipun sudah menggunakan krim pelembab.

*** 

Semoga informasi ini bermanfaat ya Bunda.

 

 

Referensi: Firstcry Parenting

Baca juga

Jaga Kelembapan Kulit Bayi dengan 5 Langkah Mudah

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner