Kata dokter: "Jangan mencium bibir anak!" Ini risikonya

Kata dokter: "Jangan mencium bibir anak!" Ini risikonya

Sering mencium bibir anak? Hati-hati karena ada risikonya bagi kesehatan anak.

Ya, kebiasaan cium bibir anak mungkin menjadi salah cara untuk menunjukkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Tapi sadarkah Bunda jika cium bibir anak sebenarnya sangat berisiko dan membahayakan kesehatan mulut dan gigi mereka di masa datang?

Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh BioMed Central Oral Health, yang membuktikan kalau seorang ibu dapat mentransfer bakteri yang terdapat di mulut mereka dengan cara cium bibir anak.

Tindakan ini ternyata berisiko membuat anak-anak terpapar pada kuman-kuman yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut lainnya.

Fakta yang cukup menyedihkan bukan? Mengingat mencium bibir anak merupakan salah satu bentuk ekspresi yang sering dilakukan orangtua khususnya ibu terhadap anaknya.

Penelitian tersebut juga membuktikan hal lain, ketika risiko yang bisa didapatkan anak tidak hanya bisa disalurkan lewat mencium mulut anak. Ternyata, berbagi sendok dengan si kecil selama waktu makan pun menjadi salah satu risiko anak mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulutnya di masa datang.

Baca juga : Bolehkah mencium bibir anak? Ini jawaban psikolog

cium bibir anak

Mimpi buruk seorang ibu yang sering cium bibir anak

Setidaknya pengalaman ini sudah dirasakan seorang ibu bernama Rachel. Ia mengetahui bahwa anak laki-lakinya yang berusia dua tahun didiagnosis menderita sakit gigi lantaran giginya berlubang. Melihat anaknya yang masih berusia dua tahun mengalami kerusakan gigi, tentu membuat sang ibu tercengang.

Hingga menimbulkan pertanyaan, apa penyebabnya?

Ternyata, menurut dokter gigi, kondisi ini bisa dikarenakan sang ibu kerap memberikan ciuman di bibir anaknya.

“Dokter gigi menyerahkan selembar kertas yang menerangkan mengenai risiko transfer air liur ini,” terang ibu berusia 37 tahun itu mengatakan kepada NBC News, menceritakan betapa terkejutnya dia.

“Dokter pun mengingatkan agar saya tidak lagi berbagi cangkir atau peralatan makanan lainnya pada anak saya. Dokter mengatakan, ‘Jangan mencium bibir anak Anda.’ Jelas waktu dokter mengatakannya membuat saya terkejut. Memang saya sesekali menggigit makanan dan kemudian memberikan gigitan makanan tersebut pada anak saya sejak dia mulai MPASI,” lanjutnya.

Ia pun menambahkan, “Saya mengatakan kepada dokter gigi bahwa saya belum pernah mendengar tentang ini dan dokter pun mengatakan bahwa ini memang temuan baru.”

Seperti halnya Rachel, dokter mengatakan kalau selama ini memang banyak orangtua yang tidak sadar akan risiko mencium bibir anak.

Walaupun begitu, dokter gigi anak-anak, Dr. Jane Soxman menjelaskan bahwa kesehatan mulut dan gigi anak tidak selalu dipengaruhi karena orangtua sering mencium bibir anak saja. Artinya, jangan hanya menyalahkan dan menghindari untuk tidak mencium bibir anak. Pasalnya, ini hanyalah salah satu risiko dari berbagai macam faktor.

Karena pada dasarnya kesehatan mulut dan gigi anak dikarenakan pembusukan gigi merupakan infeksi bakteri yang bisa menyebar, terutama saat gigi anak masih dalam kondisi yang rentan, atau sebelum gigi susu mereka mulai tumbuh.

“Saat Anda cium bibir anak, dan Anda sedang menderita pilek, artinya Anda akan menyebarkan virus ini pada anak,” Dr. Soxman menjelaskan kepada NBC News.

Sebuah studi di Journal of the California Dental Association lebih jauh menekankan betapa pentingnya mengobati karies gigi, atau kerusakan gigi, kondisi ini pun sebenarnya dianggap sebagai “penyakit menular.”

Bagaimana mencegah kerusakan gigi di masa depan?

Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat untuk menangani kesehatan gigi anak Anda. Selain menghindari mencium bayi di mulut, pastikan juga mulut Anda tetap bersih!

The Pediatric Dental Centre menawarkan panduan berikut untuk menghindari penyebaran bakteri penyebab kerusakan gigi:

  • Jaga kesehatan mulut Anda sendiri. Seorang ibu bahkan calon ibu harus rutin mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya secara berkala.
  • Jangan lupa untuk rutin sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, atau menggunakan benang gigi secara teratur.
  • Saat hamil, jangan lupa periksa kondisi kesehatan gigi dan mulut. Dengan semua persiapan yang terlibat dalam kehamilan, seringkali kesehatan gigi Anda terabaikan.
  • Jangan lupa menjadwalkan kunjungan untuk mengetahui apakah perawatan pencegahan sangat dibutuhkan. Setidaknya 6 bulan sekali.
  • Tentu saja, hindari “kontak saliva”, yang berarti kurangi kebiasaan mencium di bibir atau berbagi peralatan saat makan.
  • Jika si kecil menjatuhkan dot, pastikan mengganti atau mencucinya, bukan hanya membersihkannya dengan tisu.
  • Simpan minuman manis, jangan biarkan anak jadi gemar mengonsumsi minuman manis.

cium bibir anak

  • Bahkan jika gigi kecil anak belum tumbuh, jangan sampai lupa untuk bersihkan mulutnya! Bahkan anak yang baru lahir hingga usia anak 12 bulan harus rutin dibersihkan. Cukup gunakan kain pembersih bersih atau sikat jari untuk menggosok gusi dengan lembut.
  • Kemudian, saat anak berusia 12 sampai 36 bulan, Anda bisa menyikat gigi anak Anda dengan pasta gigi khusus anak dua kali sehari.

Untuk itu, saat mencium anak pastikan dulu kondisi mulut sudah bersih, ya.

 

*Artikel ini sudah dipublikasikan di TheAsianParent Singapura

 

Baca juga :

Mencium Bibir Anak Jadi Kontroversi, Ini Pembelaan David Beckham

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner