TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kata dokter: "Jangan mencium bibir anak!" Ini risikonya

Bacaan 4 menit
Kata dokter: "Jangan mencium bibir anak!" Ini risikonya

Sering mencium bibir anak? Hati-hati karena ada risikonya bagi kesehatan anak.

Ya, kebiasaan cium bibir anak mungkin menjadi salah cara untuk menunjukkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Tapi sadarkah Bunda jika cium bibir anak sebenarnya sangat berisiko dan membahayakan kesehatan mulut dan gigi mereka di masa datang?

Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh BioMed Central Oral Health, yang membuktikan kalau seorang ibu dapat mentransfer bakteri yang terdapat di mulut mereka dengan cara cium bibir anak.

Tindakan ini ternyata berisiko membuat anak-anak terpapar pada kuman-kuman yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut lainnya.

Fakta yang cukup menyedihkan bukan? Mengingat mencium bibir anak merupakan salah satu bentuk ekspresi yang sering dilakukan orangtua khususnya ibu terhadap anaknya.

Penelitian tersebut juga membuktikan hal lain, ketika risiko yang bisa didapatkan anak tidak hanya bisa disalurkan lewat mencium mulut anak. Ternyata, berbagi sendok dengan si kecil selama waktu makan pun menjadi salah satu risiko anak mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulutnya di masa datang.

Baca juga : Bolehkah mencium bibir anak? Ini jawaban psikolog

cium bibir anak

Mimpi buruk seorang ibu yang sering cium bibir anak

Setidaknya pengalaman ini sudah dirasakan seorang ibu bernama Rachel. Ia mengetahui bahwa anak laki-lakinya yang berusia dua tahun didiagnosis menderita sakit gigi lantaran giginya berlubang. Melihat anaknya yang masih berusia dua tahun mengalami kerusakan gigi, tentu membuat sang ibu tercengang.

Hingga menimbulkan pertanyaan, apa penyebabnya?

Ternyata, menurut dokter gigi, kondisi ini bisa dikarenakan sang ibu kerap memberikan ciuman di bibir anaknya.

“Dokter gigi menyerahkan selembar kertas yang menerangkan mengenai risiko transfer air liur ini,” terang ibu berusia 37 tahun itu mengatakan kepada NBC News, menceritakan betapa terkejutnya dia.

“Dokter pun mengingatkan agar saya tidak lagi berbagi cangkir atau peralatan makanan lainnya pada anak saya. Dokter mengatakan, ‘Jangan mencium bibir anak Anda.’ Jelas waktu dokter mengatakannya membuat saya terkejut. Memang saya sesekali menggigit makanan dan kemudian memberikan gigitan makanan tersebut pada anak saya sejak dia mulai MPASI,” lanjutnya.

Ia pun menambahkan, “Saya mengatakan kepada dokter gigi bahwa saya belum pernah mendengar tentang ini dan dokter pun mengatakan bahwa ini memang temuan baru.”

Seperti halnya Rachel, dokter mengatakan kalau selama ini memang banyak orangtua yang tidak sadar akan risiko mencium bibir anak.

Walaupun begitu, dokter gigi anak-anak, Dr. Jane Soxman menjelaskan bahwa kesehatan mulut dan gigi anak tidak selalu dipengaruhi karena orangtua sering mencium bibir anak saja. Artinya, jangan hanya menyalahkan dan menghindari untuk tidak mencium bibir anak. Pasalnya, ini hanyalah salah satu risiko dari berbagai macam faktor.

 

cium bibir anak

Karena pada dasarnya kesehatan mulut dan gigi anak dikarenakan pembusukan gigi merupakan infeksi bakteri yang bisa menyebar, terutama saat gigi anak masih dalam kondisi yang rentan, atau sebelum gigi susu mereka mulai tumbuh.

“Saat Anda cium bibir anak, dan Anda sedang menderita pilek, artinya Anda akan menyebarkan virus ini pada anak,” Dr. Soxman menjelaskan kepada NBC News.

Sebuah studi di Journal of the California Dental Association lebih jauh menekankan betapa pentingnya mengobati karies gigi, atau kerusakan gigi, kondisi ini pun sebenarnya dianggap sebagai “penyakit menular.”

Bagaimana mencegah kerusakan gigi di masa depan?

Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat untuk menangani kesehatan gigi anak Anda. Selain menghindari mencium bayi di mulut, pastikan juga mulut Anda tetap bersih!

The Pediatric Dental Centre menawarkan panduan berikut untuk menghindari penyebaran bakteri penyebab kerusakan gigi:

  • Jaga kesehatan mulut Anda sendiri. Seorang ibu bahkan calon ibu harus rutin mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya secara berkala.
  • Jangan lupa untuk rutin sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, atau menggunakan benang gigi secara teratur.
  • Saat hamil, jangan lupa periksa kondisi kesehatan gigi dan mulut. Dengan semua persiapan yang terlibat dalam kehamilan, seringkali kesehatan gigi Anda terabaikan.
  • Jangan lupa menjadwalkan kunjungan untuk mengetahui apakah perawatan pencegahan sangat dibutuhkan. Setidaknya 6 bulan sekali.
  • Tentu saja, hindari “kontak saliva”, yang berarti kurangi kebiasaan mencium di bibir atau berbagi peralatan saat makan.
  • Jika si kecil menjatuhkan dot, pastikan mengganti atau mencucinya, bukan hanya membersihkannya dengan tisu.
  • Simpan minuman manis, jangan biarkan anak jadi gemar mengonsumsi minuman manis.

cium bibir anak

  • Bahkan jika gigi kecil anak belum tumbuh, jangan sampai lupa untuk bersihkan mulutnya! Bahkan anak yang baru lahir hingga usia anak 12 bulan harus rutin dibersihkan. Cukup gunakan kain pembersih bersih atau sikat jari untuk menggosok gusi dengan lembut.
  • Kemudian, saat anak berusia 12 sampai 36 bulan, Anda bisa menyikat gigi anak Anda dengan pasta gigi khusus anak dua kali sehari.

Untuk itu, saat mencium anak pastikan dulu kondisi mulut sudah bersih, ya.

 

*Artikel ini sudah dipublikasikan di TheAsianParent Singapura

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Baca juga :

Mencium Bibir Anak Jadi Kontroversi, Ini Pembelaan David Beckham

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kata dokter: "Jangan mencium bibir anak!" Ini risikonya
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti