TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cinta Orangtua terhadap Anak, bukan Pengorbanan

Bacaan 3 menit
Cinta Orangtua terhadap Anak, bukan Pengorbanan

Jika cinta orangtua adalah pengorbanan terhadap anak, mereka akan menuntut balasan terhadap apa yang mereka telah berikan

Cinta orangtua bukan pengorbanan

Cinta orangtua bukan pengorbanan

Dorongan kuat untuk mencintai kadangkala membuat rasa cinta orangtua rela melakukan apa pun untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak mereka. Kini semakin banyak kalangan profesional, baik pria maupun wanita, yang rela menukar karier mereka yang sedang bersinar untuk menjadi pengasuh anak-anak mereka (istri saya adalah salah satunya). Jumlah ibu dan ayah lebih memilih tinggal di rumah semakin meningkat tajam.

Beberapa orang menganggap hal ini sebagai pengorbanan, sementara orang lain menganggap tindakan itu sebagai perwujudan dari rasa cinta orangtua. Garis batas antara cinta orangtua terhadap anak dan pengorbanan seringkali tidak jelas, namun perbedaan antara kedua hal ini sangat mempengaruhi pengalaman sebagai orangtua. Kita sering mendengar orangtua mengeluh: “Bagaimana mungkin kau melakukan ini kepadaku setelah semua pengorbanan yang kulakukan untukmu?”

Lumrah saja bagi seorang anak untuk membalas ucapan itu dengan polos (dan akan terlihat sebagai sikap yang tidak tahu berterimakasih): “Memangnya kapan aku  meminta kamu berkorban untukku?”

Kata-kata anak seringkali mengandung kebenaran. Kebenaran biasanya menyakitkan.  Dan seringkali penyebab dari rasa sakit hati atau penderitaan kita itu bersumber pada konsepsi kita yang keliru tentang realita. Kabar baiknya adalah mengetahui kebenaran akan sangatlah melegakan. Hal itu dapat membukakan mata kita untuk melihat hal-hal dari perspektif baru  dan untuk melakukan tindakan baru untuk mewujudkan pengalaman yang kita inginkan.

Berkorban berarti meninggalkan atau merelakan sesuatu yang bernilai tinggi demi hal-hal lain yang seseorang anggap lebih berharga. Orangtua seringkali salah memahami pengorbanan dengan cinta orangtua yang tanpa mementingkan diri sendiri (selfless love), padahal pada kenyataannya, pengorbanan adalah aksi untuk melayani diri sendiri (self -serving act) yang didorong oleh hasrat seseorang untuk mencapai sesuatu yang dia idealkan. 

Pada saat kita mulai menghargai tindakan pengorbanan sebagai tindakan memilih untuk mendedikasikan waktu dan energi seseorang untuk melakukan sesuatu yang kita anggap lebih penting dari yang lain, maka terbukti sebuah pengorbanan tidaklah bersifat ‘tidak mementingkan diri sendiri’ (selfless). Yang lebih sering terjadi adalah , pengorbanan adalah tindakan melayani diri sendiri (self-serving) yang membantu menghilangkan rasa bersalah karena tidak dapat memenuhi idealisme diri sendiri tentang apa yang dilakukan atau semestinya dilakukan  oleh orangtua yang ‘baik’.

Namun demikian, self-serving atau melayani diri sendiri tidak selalu berarti negatif. Sangatlah manusiawi untuk melakukan hal-hal sesuai hasrat untuk mencari kesenangan dan menghindari penderitaan. Cinta orangtua terhadap anak sendiri adalah bentuk lain dari melayani diri sendiri yang dapat melahirkan rasa bahagia. Kita memiliki kemampuan untuk mencintai dan butuh dicintai. Menjadi orangtua mempresentasikan kita dengan sejumlah peluang untuk mewujudkan rasa mencintai, sedangkan pernikahan memenuhi kebutuhan untuk dicinta.

Rasa cinta orangtua pada anak seringkali disebut sebagai bentuk cinta yang paling ‘murni’. Untuk mencintai seorang anak sudah pasti berarti menerima mereka apa adanya. Dengan kata lain untuk menerima mereka apa adanya (dengan segala kekurangan), apa pun kondisinya. Namun demikian kita cenderung menyangkalkan anak kita di bagian-bagian yang juga kita sangkal dari diri sendiri, biasanya secara tidak sadar. Kelanjutannya adalah kemampuan menerima anak-anak kita sebagaimana apa adanya, biasanya mungkin terjadi apabila kita sendiri sudah menerima diri sendiri sebagaimana apa adanya.

Bukanlah rahasia untuk mengatakan bahwa cinta orangtua terhadap anak harus diawali dengan mencintai diri sendiri. Sebelum kita dapat mencintai dan menerima diri sendiri secara utuh, bagimana mungkin kita dapat mencintai anak-anak kita dengan sepenuh hati?

Baca juga artikel menarik lainnya :

  • Mengapa Anak Lebih Suka Ayah?
  • Jangan Terlalu Eksploitasi Bakat Anak

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Kenny Toh

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Cinta Orangtua terhadap Anak, bukan Pengorbanan
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti