Carpal Tunnel Syndrome, tangan kesemutan yang sering dialami ibu hamil

lead image

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi kesemutan pada jari dan pergelangan tangan. Biasa terjadi saat kehamilan dan sering tidak hilang meski bayi sudah lahir.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebuah kondisi di mana tangan terasa kesemutan, nyeri, kebas, atau bahkan mati rasa.

Kesemutan ini paling sering terjadi pada jari tengah, telunjuk, dan juga ibu jari. Gejalanya muncul perlahan, dan semakin memburuk di malam hari.

Di dalam tangan, ada saraf median dan otot tendon yang memanjang dari lengan bawah ke pergelangan tangan melalui lorong sempit. Lorong ini dikelilingi oleh tulang-tulang pergelangan tangan di bagian bawah dan jaringan ikat (ligamen) yang melintang di atasnya.

Saraf median berfungsi memberikan sensasi pada sentuhan di jari-jari, juga memberikan tenaga pada otot tangan untuk mencengkeram melalui dua jari, yang digunakan untuk menjepit atau mencubit melalui ujung jari.

Apabila saraf atau bagian tendon mengalami pembengkakan, maka akan terjadi tekanan pada saraf median. Inilah yang menyebabkan kondisi carpal tunnel syndrome menyerang. Radang sendi, kehamilan, maupun gerakan berulang yang menekan saraf median diketahui juga menjadi penyebab CTS ini.

Gejala carpal tunnel syndrome

  • Kesemutan di bagian pergelangan tangan dan jari jemari
  • Rasa sakit di ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah
  • Tangan dan jari-jari kebas atau mati rasa
  • Kekuatan ibu jari menjadi lemah
  • Sensasi seperti tertusuk jarum di jari tangan
  • Timbul rasa sakit yang menjalar di tangan dan lengan
  • Tangan terasa lemas dan tak bertenaga sehingga tidak bisa memegang benda apapun.

CTS biasanya hanya muncul di satu tangan. Namun pada beberapa kasus yang terjadi, CTS juga bisa menimpa kedua tangan penderita sekaligus.

Penyebab carpal tunnel syndrome

CTS bisa terjadi pada siapa saja. Berikut ini beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena CTS:

  • Faktor genetis, memiliki anggota keluarga yang menderita CTS.
  • Pernah mengalami cedera di pergelangan tangan yang menekan saraf median.
  • Kehamilan. Sebagian besar wanita hamil mengalami CTS, biasanya menghilang setelah bayi lahir. Namun ada pula yang CTS-nya tidak sembuh selama bertahun-tahun setelah melahirkan.
  • Profesi yang membuat seseorang menggunakan tangannya secara berulang-ulang, seperti mengetik, menulis, atau menjahit.
  • Kondisi medis seperti diabetes dan radang sendi juga bisa menyebabkan CTS.
  • Obesitas.
  • Perempuan, karena lorong di pergelangan tangannya lebih sempit dari lelaki, juga kehamilan yang membuatnya rawan terkena CTS.
  • Perubahan keseimbangan cairan tubuh.

Apabila kondisi CTS sudah sangat parah dan tidak sembuh dengan perawatan biasa, maka harus dilakukan operasi untuk membebaskan saraf yang tertekan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/10/Carpal tunnel scars.jpg Carpal Tunnel Syndrome, tangan kesemutan yang sering dialami ibu hamil

Luka bekas operasi carpal tunnel syndrome.

 Pencegahan

Kondisi carpal tunnel syndrome tentunya menyulitkan seseorang saat beraktivitas karena sebagian besar kegiatan dilakukan dengan tangan. Oleh sebab itu, lakukan tindak pencegahan berikut agar tidak mengalami CTS.

  • Kurangi tekanan pada jari dan pergelangan tangan dengan merilekskan pegangan dan mengurangi tenaga yang digunakan. Bila pekerjaan Anda diharuskan mengetik, pencet tombol keyboard dengan perlahan dan tidak terlalu kuat. Bagi penulis, gunakan pena dengan pegangan lembut.
  • Istirahatkan tangan. Selama bekerja, jangan lupa sesekali melakukan peregangan pada tangan dan jari. Terutama jika Anda bekerja dengan menggunakan alat yang bergetar dan membutuhkan tenaga ekstra pada tangan.
  • Hindari menekuk pergelangan tangan dengan ekstrim. Posisikan tangan menekuk dengan rileks, siku lebih rendah dari pergelangan tangan untuk menghindari terjadinya tekanan karena beban tambahan.
  • Perbaiki postur tubuh.  Postur tubuh yang melengkung ke depan, membuat otot di leher dan bahu menjadi lebih pendek, dan menekan saraf di leher. Hal ini bisa memengaruhi pergelangan tangan, jari dan telapak tangan.
  • Menjaga tangan agar tetap hangat. Pada lingkungan kerja bersuhu dingin, bisa menyebabkan tangan terasa kaku dan sakit. Menggunakan sarung tangan bisa membantu menjaga tangan dan pergelangan tetap hangat.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Alodokter, WebMD, Mayo Clinic

 

Baca juga:

Apakah Telapak Tangan dan kaki Sering Kedinginan? Waspadai Sindrom Raynaud