8 Cara Mengembangkan Kecerdasan Akademis dan Emosional Anak

Parents, yuk ketahui beberapa cara mengembangkan kecerdasan akademis dan emosional anak yang dapat dimulai sejak dini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kenyataannya, pandemi benar-benar mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 6 anak berusia mulai dari 3 tahun mengalami penyesuaian capaian perkembangan. Ini adalah kondisi yang memengaruhi bagaimana si Kecil bermain, belajar, berbicara, bertindak, atau bergerak. Untuk itu, adanya intervensi dini (sebelum usia sekolah) seperti cara mengembangkan kecerdasan akademis dan emosional anak juga sangat diperlukan.

Intervensi dini tersebut dapat memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru. Khususnya bagi Generasi Alfa yang lahir ketika pandemi memiliki tantangan yang lebih kompleks. 

Artikel Terkait: Cara Mengatasi Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara dan Tips Stimulasi yang Sebaiknya Parents Pelajari

Stimulasi, nutrisi, dan lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, tak terkecuali kecerdasan akademis dan emosional si Kecil. Sayangnya, kondisi yang tak menentu, seperti pandemi, membuat pola stimulasi dan lingkungan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Salah satunya meningkatnya paparan gadget dan berkurangnya interaksi langsung dengan lingkungan. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan otak anak. 

“Selama pandemi, banyak situasi yang tidak menentu, sulit diprediksi dan terjadi banyak perubahan secara signifikan. Hal ini tidak hanya berat bagi orang dewasa, namun juga membingungkan bagi anak-anak dan berpengaruh pada tumbuh kembang si Kecil. Di sini peran orang tua menjadi semakin penting untuk memastikan si Kecil mendapatkan perasaan aman dan mendukung stimulasi untuk optimalkan kecerdasan emosionalnya,” kata psikolog Ajeng Raviando.

Sejalan dengan Ajeng, Lazuardi Putra selaku Category Manager Nutrition Reckitt Indonesia mengungkapkan bahwa saat ini kita dihadapkan dengan kondisi di mana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Situasi ini disebut juga dengan istilah VUCA, yaitu singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Dengan semakin dekatnya era VUCA dan ditambah lagi percepatan digitalisasi dan otomatisasi, si Kecil yang lahir di masa pandemi menghadapi tantangan yang lebih kompleks, di mana persyaratan untuk sukses bukan hanya menjadi juara akademis di kelas saja, namun juga memiliki kecerdasan emosional,” ujarnya dalam keterangan pers bertajuk Enfagrow A+ Ajak Orang Tua Optimalkan Kecerdasan Akademis dan Emosional, beberapa waktu lalu.

Karenanya, orang tua diajak untuk memberikan perhatian khusus agar anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di tengah kondisi pandemi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Kami menyadari bahwa para ibu membutuhkan sebuah panduan baru untuk menjawab ini. Karena itu, melalui A+ Masterclass kami ingin mendampingi para Ibu dalam upaya mereka mengembangkan kecerdasan akademis dan emosional si Kecil, serta mengingatkan pentingnya asupan nutrisi yang optimal bagi si Kecil,” tambah Lazuardi.

Artikel Terkait: 5 Permainan yang Bisa Melatih Kecerdasan Anak Meski Di Rumah Aja

Inilah Cara Mengembangkan Kecerdasan Akademis dan Emosional Anak

A+ Masterclass membagikan pengetahuan tentang keseimbangan pengembangan kecerdasan akademis melalui 4 pilar yang terdiri dari: 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  1. Pemecahan masalah
  2. Memori
  3. Kosa kata
  4. Kognitif.

Serta pengembangan kecerdasan emosional melalui 4 pilar terdiri dari:

  1. Memotivasi diri
  2. Pengendalian diri
  3. Empati
  4. Leadership.

Dengan demikian, beberapa aspek tersebut tampaknya dapat dipelajari Parents mulai dari sekarang. Semua itu adalah cara mengembangkan kecerdasan akademis dan emosional anak sejak dini.

***

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baca Juga:

10 Tanda Anda Memiliki Kecerdasan Emosi yang Tinggi

Pelajari Pertumbuhan Anak 3-6 Tahun: Fisik, Kognitif, Emosional, hingga Bahasa

Parents, ini caranya mengendalikan emosi anak sesuai tahapan usia