Biar nggak cepat ludes, begini lho kiat mengelola THR yang bijak

Biar nggak cepat ludes, begini lho kiat mengelola THR yang bijak

Iya sih lebaran cuma datang setahun sekali, tapi atur uang Tunjangan Hari Raya dengan bijak yuk Parents!

Bulan Ramadan menjadi momen yang spesial bagi umat Muslim, disinilah kita melatih kesabaran dan lebih banyak beribadah dibandingkan biasanya. Tak hanya pola makan, bulan puasa membuat pola keuangan seseorang turut berubah.

Banyak orang menilai bahwa bulan Ramadan menjadi bulan yang paling hemat, dengan logika kita tidak mengeluarkan budget sedikit pun untuk makan siang sehingga seharusnya pengeluaran bulanan bisa ditekan. Persiapan keuangan dan cara mengelola uang THR dengan bijak penting untuk dilakukan agar Parents tidak pusing melihat tagihan setelahnya.

Kebiasaan yang membuat boros di bulan Ramadan

kebiasaan boros bulan Ramadan

#1 Kalap membeli menu berbuka puasa

Memang sih saat puasa kita tidak membeli makan siang, namun waktu berbuka puasa nyatanya bisa menjadi hal yang menimbulkan kebocoran halus pengeluaran Anda. Tak bisa dipungkiri, saat berbuka makanan dan minuman terlihat sangat menggoda sehingga Anda merasa ingin membeli semuanya.

Untuk itu, susunlah daftar menu apa saja yang ingin dibeli sehingga tetap bisa mengontrol pengeluaran.

#2 Ajakan buka puasa yang beruntun

Selain beribadah, tak pelak bulan puasa menjadi ajang reuni. Jangan kaget jika di bulan ini akan ada ajakan berbuka puasa tak terbendung mulai dari teman semasa SD, SMP, SMA, teman kuliah dan teman kantor Anda sekarang ini.

Hal ini memang mengasyikkan, di samping bertemu kawan lama Anda bisa mencoba makanan baru yang mungkin selam ini belum sempat dicoba. Namun, hati-hati karena hobi satu ini tak ayal bisa membuat kantong jebol perlahan!

Karena itu, cobalah untuk selektif mendatangi acara buka bersama yang menghampiri Anda. Jangan sungkan menolak suatu ajakan jika tidak sesuai dengan pos keuangan yang sudah dibuat, apalagi jika mengharuskan kita untuk berhutang.

#3 Lautan promo yang menggoda iman

Mendatangi pusat perbelanjaan menjadi cara masyarakat urban untuk menyegarkan pikiran karena stres pekerjaan. Kegemaran ini semakin menyenangkan dengan banyaknya potongan harga menggiurkan, apalagi menjelang hari raya. 

Kondisi ini memungkinkan seseorang berpikir dua hal: menjadi lebih bijak membelanjakan uang atau malah kalap dengan dalil “udahlah beli saja, mumpung murah”. Akibatnya, Anda kehilangan kontrol dan tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Dengan begitu, sebisa mungkin buatlah daftar prioritas barang apa saja yang akan dibeli sehingga pengeluaran tidak membengkak untuk hal yang konsumtif.

#4 Prinsip semua harus serba baru

“Enggak lebaran kalau enggak pakai baju baru” nampaknya masih menjadi stigma yang menempel erat di kepala masyarakat Indonesia. Membeli segala sesuatunya yang serba baru seolah menjadi ritual entah itu baju, sepatu bahkan kendaraan baru tercantum dalam daftar pengeluaran keluarga Indonesia.

Padahal, masih banyak hal penting lain yang harus dipikirkan selain benda baru seperti keperluan mudik ke kampung halaman dan kebutuhan lainnya. Cobalah untuk menghilangkan stigma tersebut, mengapa harus membeli jika masih mempunyai barang lama layak pakai?

#5 THR = Banyak uang

Bagi Parents yang bekerja di kantor atau perusahaan tertentu akan mendapatkan tunjangan hari raya. Tunjangan hari raya menjadi hal yang ditunggu. Umumnya, kisarannya sebesar satu kali upah bulanan bergantung kebijakan perusahaan. 

THR memang sangat dinantikan karena diibaratkan angin segar setelah Anda menghamburkan isi dompet untuk belanja dan berbuka puasa di luar rumah. Sisi negatifnya, ‘pemasukan kejutan’ ini membuat hasrat belanja seseorang akan meningkat karena merasa memiliki banyak uang. Padahal, jika tidak tahu cara memgelola uang THR tentunya uang ini akan menguap begitu saja.

Cara mengelola uang THR yang bijaksana

Ditemui dalam acara Media Gathering sekaligus Peluncuran Teman Treasury #PunyaSimpenanEmasLebih pada Kamis (2/5) lalu, Melvin Mumpuni seorang perencana keuangan mengakui habit orang yang cenderung lebih boros selama bulan Ramadan.

“Memang tidak makan siang dan minum kopi, tetapi banyak acara buka bersama di luar sama teman sekolah, teman kerja, klien, belum lagi keluarga membuat anggaran malah membludak,” kata Melvin. Ia menyarankan supaya Anda lebih bisa memilah acara buka puasa bersama. Pasalnya anggaran kegiatan satu ini cukup mengganggu arus kas pengeluaran jika tidak bisa mengendalikan diri dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Melvin juga menuturkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis begitu saja. “Kuncinya adalah tentukan skala prioritas. Apa yang dianggap penting dahulukan,” sambungnya lagi.

Melvin pun juga tidak menganjurkan penggunaan uang THR untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sisihkan dana hari raya ini yakni 20% untuk kebutuhan seperti mudik ke kampung halaman, 10% untuk membayarkan zakat fitrah atau membagikan rezeki kepada saudara dekat. Jika ada lebih, akan lebih bagus jika bisa menyisihkannya untuk ditabung dan berinvestasi. Jangan lupa untuk mengalokasikan dana darurat yang mungkin saja dibutuhkan saat lebaran nanti.

“Sisanya baru dibagi per pos kebutuhan misal untuk bayar kontrakan, listrik tapi upayakan ini dilakukan di akhir,” pungkas Melvin.

Baca juga : 

Kakeibo, menabung ala ibu rumah tangga Jepang yang wajib Bunda tiru

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner