TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering dimarahi, bocah 10 tahun berpikiran ingin bunuh diri

Bacaan 4 menit
Sering dimarahi, bocah 10 tahun berpikiran ingin bunuh diri

Mendisiplinkan anak tentu perlu, tapi jangan sampai membuatnya kecil hati apalagi merasa ingin bunuh diri. Bagaimana cara memarahi anak yang benar?

Parents, apa yang kita lakukan pada anak akan memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa. Namun, bukan berarti kita tidak boleh memarahi anak ketika ia melakukan kesalahan, misalnya. Hanya saja, kita perlu tahu bagaimana cara memarahi anak yang benar supaya ia tidak berubah jadi depresi.

Belakangan ini viral rangkaian cuitan dari Amalia Paravoti dalam akunnya @lovoti. Amalia yang merupakan seorang guru yoga sekaligus mahasiswi psikologi klinis anak, menceritakan bahwa ada salah satu murid yoganya yang baru saja berumur 10 tahun, mengatakan kalau ia ingin bunuh diri.

 

Memarahi dan meremehkan itu dua hal yang berbeda. A THREAD
???????????? pic.twitter.com/MkdBF5wVrf

— Amalia Paravoti (@lovoti) December 4, 2018

Bocah 10 tahun ingin bunuh diri karena sering dimarahi orangtua dan guru

Mamanya R sering dipanggil ke sekolah karena tulisan jeleknya.
Karena saking seringnya dimarahin, akhirnya anak ini dicap bodoh sama teman-temannya. Banyak temen yang ngga mau main sama dia. Tiap kerja kelompok R selalu tersingkir, gak dapet kelompok. R jadi benci sekolah. — Amalia Paravoti (@lovoti) December 4, 2018

Dalam rangkaian cuitan itu ia paparkan, si anak yang disebut ‘R’, sebetulnya pintar sekali. Hobinya baca buku sains atau ensiklopedia dan bercita-cita ingin membuat robot.

Sayangnya, R yang bersekolah di sekolah elit dengan tuntutan akademis tinggi, memiliki tulisan tangan yang jelek. Hal ini membuatnya sering dimarahi gurunya. Karena sering dimarahi, R pun dicap bodoh oleh teman-temannya dan dikucilkan. R pun jadi benci sekolah.

Masalah diperparah oleh sikap ayahnya sendiri yang mudah marah dan sering berkata kasar. “Anak yang udah lemah kepercayaan diri dan harga dirinya karena kemampuan menulis yang kurang, terus ditambah kata-kata yang kasar yang ia terima. Itu yang bikin dia stress sampe bilang mau bunuh diri aja,” tulis Amalia dalam cuitannya.

Setiap orang tentu tidak lepas dari kesalahan, apalagi anak kecil yang masih banyak belajar mana benar mana salah. Kita juga sebagai orang tua tentu perlu mendisiplinkan anak. Namun seringkali kita lepas kontrol dan terlalu emosi dan si anak pun menjadi terluka oleh perkataan kita.

Apalagi pada kasus R yang bisa dibilang ‘hanya’ gara-gara tulisan tangannya jelek, pasti Anda setuju masalahnya terlalu sepele dan sesungguhnya banyak cara untuk membantunya, alih-alih menyalahkannya.

Lantas bagaimana sih cara memarahi anak yang benar? Simak beberapa poin di bawah.

Cara memarahi anak #1: Tetap hargai anak Anda

Parents pastinya ingin dihargai oleh anak, begitu juga anak. Meskipun anak Anda masih kecil, bicarakan segala permasalahan dengan kepala dingin seperti bagaimana Anda berbicara dengan kolega kantor atau teman.

Hindari membentak, mengeluarkan kata kasar, menyepelekan anak, dan merasa diri paling benar. Duduklah agar sejajar dengan anak Anda agar ia merasa Anda memperlakukannya dengan setara.

Cara memarahi anak #2: Lakukan dengan tenang

Cara memarahi anak - poin 1

Hindari memarahi anak dalam keadaan emosional. Anda akan menyesal ketika mengucapkan sesuatu yang tidak ingin Anda ucapkan dan berakhir melukai psikisnya untuk seumur hidupnya. Tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum membicarakan permasalahannya baik-baik. Beri jeda waktu untuk Anda dan anak Anda agar situasinya mereda terlebih dahulu.

Cara memarahi anak #3: Konsisten

Sekali waktu Anda memarahinya karena anak Anda membiarkan kamarnya berantakan, tapi lain waktu Anda juga membiarkannya. Berikan peraturan yang jelas bagi anak Anda dan jangan plin-plan dalam memberikan konsekuensinya. Selain itu, berikan ia contoh yang baik, karena anak akan meniru orang tuanya, bukan hanya menurut karena disuruh-suruh.

Cara memarahi anak #4: Berbicara dengan positif

Cara memarahi anak - poin 2

Anak susah mengerti dengan kalimat larangan menggunakan kata ‘jangan’ atau ‘tidak’. Ubah percakapan untuk meminta apa yang Anda mau dengan kalimat yang positif. Jika ia merajuk atau melawan balik ketika Anda memarahinya, beri ia contoh yang baik dengan tetap berkata-kata dalam kalimat yang positif dan nada ramah.

Cara memarahi anak #5: Memberinya contoh yang baik

Percuma memberi anak banyak aturan tertentu jika Anda sendiri tidak menjalankannya. Jadikan diri Anda role model yang baik untuk anak Anda.

Bagaimana cara Bunda mendisiplinkan anak? Share di kolom komentar ya, Bun!

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Referensi: Very Well Family

Baca juga:

"Anakku, maafkan ayah yang sudah marah dan membentakmu…"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Devi Agustina

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Sering dimarahi, bocah 10 tahun berpikiran ingin bunuh diri
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti