Sering dimarahi, bocah 10 tahun ingin bunuh diri

lead image

Mendisiplinkan anak tentu perlu, tapi jangan sampai membuatnya kecil hati apalagi merasa ingin bunuh diri. Bagaimana cara memarahi anak yang benar?

Parents, apa yang kita lakukan pada anak akan memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa. Namun, bukan berarti kita tidak boleh memarahi anak ketika ia melakukan kesalahan, misalnya. Hanya saja, kita perlu tahu bagaimana cara memarahi anak yang benar supaya ia tidak berubah jadi depresi. 

Belakangan ini viral rangkaian cuitan dari Amalia Paravoti dalam akunnya @lovoti. Amalia yang merupakan seorang guru yoga sekaligus mahasiswi psikologi klinis anak, menceritakan bahwa ada salah satu murid yoganya yang baru saja berumur 10 tahun, mengatakan kalau ia ingin bunuh diri.

 

Bocah 10 tahun ingin bunuh diri karena sering dimarahi orangtua dan guru

Dalam rangkaian cuitan itu ia paparkan, si anak yang disebut ‘R’, sebetulnya pintar sekali. Hobinya baca buku sains atau ensiklopedia dan bercita-cita ingin membuat robot.

Sayangnya, R yang bersekolah di sekolah elit dengan tuntutan akademis tinggi, memiliki tulisan tangan yang jelek. Hal ini membuatnya sering dimarahi gurunya. Karena sering dimarahi, R pun dicap bodoh oleh teman-temannya dan dikucilkan. R pun jadi benci sekolah.

Masalah diperparah oleh sikap ayahnya sendiri yang mudah marah dan sering berkata kasar. “Anak yang udah lemah kepercayaan diri dan harga dirinya karena kemampuan menulis yang kurang, terus ditambah kata-kata yang kasar yang ia terima. Itu yang bikin dia stress sampe bilang mau bunuh diri aja,” tulis Amalia dalam cuitannya.

Setiap orang tentu tidak lepas dari kesalahan, apalagi anak kecil yang masih banyak belajar mana benar mana salah. Kita juga sebagai orang tua tentu perlu mendisiplinkan anak. Namun seringkali kita lepas kontrol dan terlalu emosi dan si anak pun menjadi terluka oleh perkataan kita.

Apalagi pada kasus R yang bisa dibilang ‘hanya’ gara-gara tulisan tangannya jelek, pasti Anda setuju masalahnya terlalu sepele dan sesungguhnya banyak cara untuk membantunya, alih-alih menyalahkannya.

Lantas bagaimana sih cara memarahi anak yang benar? Simak beberapa poin di bawah.

Cara memarahi anak #1: Tetap hargai anak Anda

Parents pastinya ingin dihargai oleh anak, begitu juga anak. Meskipun anak Anda masih kecil, bicarakan segala permasalahan dengan kepala dingin seperti bagaimana Anda berbicara dengan kolega kantor atau teman.

Hindari membentak, mengeluarkan kata kasar, menyepelekan anak, dan merasa diri paling benar. Duduklah agar sejajar dengan anak Anda agar ia merasa Anda memperlakukannya dengan setara.

Cara memarahi anak #2: Lakukan dengan tenang

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Cara memarahi anak poin 1.jpg Sering dimarahi, bocah 10 tahun ingin bunuh diri

Hindari memarahi anak dalam keadaan emosional. Anda akan menyesal ketika mengucapkan sesuatu yang tidak ingin Anda ucapkan dan berakhir melukai psikisnya untuk seumur hidupnya. Tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum membicarakan permasalahannya baik-baik. Beri jeda waktu untuk Anda dan anak Anda agar situasinya mereda terlebih dahulu.

Cara memarahi anak #3: Konsisten

Sekali waktu Anda memarahinya karena anak Anda membiarkan kamarnya berantakan, tapi lain waktu Anda juga membiarkannya. Berikan peraturan yang jelas bagi anak Anda dan jangan plin-plan dalam memberikan konsekuensinya. Selain itu, berikan ia contoh yang baik, karena anak akan meniru orang tuanya, bukan hanya menurut karena disuruh-suruh.

Cara memarahi anak #4: Berbicara dengan positif

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Cara memarahi anak poin 2.jpg Sering dimarahi, bocah 10 tahun ingin bunuh diri

Anak susah mengerti dengan kalimat larangan menggunakan kata ‘jangan’ atau ‘tidak’. Ubah percakapan untuk meminta apa yang Anda mau dengan kalimat yang positif. Jika ia merajuk atau melawan balik ketika Anda memarahinya, beri ia contoh yang baik dengan tetap berkata-kata dalam kalimat yang positif dan nada ramah.

Cara memarahi anak #5: Memberinya contoh yang baik

Percuma memberi anak banyak aturan tertentu jika Anda sendiri tidak menjalankannya. Jadikan diri Anda role model yang baik untuk anak Anda.

Bagaimana cara Bunda mendisiplinkan anak? Share di kolom komentar ya, Bun!

 

Referensi: Very Well Family

Baca juga:

"Anakku, maafkan ayah yang sudah marah dan membentakmu…"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.