Cara Kerja Compound Interest, Keajaiban Dunia Kedelapan dalam Investasi

Mulailah investasi sejak dini agar keuntungan yang didapatkan pun semakin banyak.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Saat ini, banyak sekali orang yang ingin mencoba masuk ke dalam dunia investasi, khususnya saham. Hal tersebut dikarenakan investasi dipercaya mampu memberikan keuntungan yang cukup banyak bagi siapa saja yang melakukannya. Namun untuk bisa sukses dalam bidang investasi, Parents harus mengetahui seluk beluk dan istilah dasar yang biasa digunakan. Salah satunya adalah compound interest. Parents harus memahami definisi dan cara kerja compound interest.

Ingin tahu pengertian compound interest dan cara kerjanya? Simak penjelasan berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Pengertian dan Cara Kerja Compound Interest

Compound interest atau bunga majemuk merupakan bunga atas pinjaman atau simpanan yang dihitung berdasarkan pokok awal dan akumulasi bunga dari periode-periode sebelumnya. 

Istilah ini diperkirakan berasal dari Italia abad ke-17, di mana compound interest dapat dianggap sebagai “bunga atas bunga”. Dan itu akan membuat jumlah simpanan atau pinjaman tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada bunga sederhana, yang dihitung hanya pada jumlah pokok.

Sehingga tingkat compound interest yang diperoleh tergantung pada frekuensi pembungaan. Jadi semakin tinggi jumlah periode pembungaan, semakin besar bunga majemuk.

Dengan demikian, jumlah bunga majemuk yang diperoleh pada Rp100 ribu dengan bunga majemuk 10 persen per tahun akan lebih rendah daripada bunga majemuk Rp100 ribu dengan bunga majemuk 5 persen setiap setengah tahun selama periode waktu yang sama.

Karena efek bunga atas bunga dapat menghasilkan pengembalian yang cukup menggiurkan berdasarkan jumlah pokok awal. Compound interest bahkan disebut sebagai “keajaiban dunia ke-8” oleh Albert Einstein.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel Terkait: Tertarik Investasi P2P Lending? Kenali Cara Kerja dan Risikonya Berikut Ini, Parents!

Pengertian yang lebih mudahnya lagi adalah jika Parents menginvestasikan modal sekian dan kemudian mendapatkan bunga dari investasi tersebut. Namun Parents tidak langsung mengambil bunga itu, melainkan Parents menginvestasikannya kembali sehingga berbunga. 

Sehingga dengan menggunakan compound interest, pembayaran bunga akan terus ditambahkan ke pokok simpanan dan pokok yang sudah ditambahkan itu akan terus mendapatkan bunga. Oleh karena itu istilah compound interest sering diartikan sebagai bunga yang berbunga.

Mengutip dari Investing, Warren Buffet adalah salah satu orang yang berhasil menjadi orang terkaya di dunia berkat investasi. Dia diketahui menghasilkan pengembalian atau return investasi hanya 24,7 persen saja dalam waktu setahun. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Meskipun termasuk kecil, tetapi Warren Buffett konsisten dengan return tersebut. Sehingga yang awalnya hanya 24,7 persen saja, kemudian return yang didapatkannya menjadi 146,887 persen dalam waktu 40 tahun. Dan itu karena compound interest.

Bagaimana Cara Kerja Compound Interest?

Compound interest dihitung dengan mengalikan jumlah pokok awal dengan satu ditambah tingkat bunga tahunan yang dibagi oleh jumlah periode majemuk. Jumlah total simpanan awal kemudian dikalikan dari nilai yang dihasilkan.

Untuk lebih jelasnya lagi, gunakan rumus untuk menghitung besaran bunga majemuk sebagai berikut.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

A = P (1 + r/n)^nt

Keterangan:

P = Modal

r = Bunga

n = Periode Waktu

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

t = Tahun

Jadi misalnya, Anda menginvestasikan uang Rp 1 juta dengan return 20 persen per tahun. Bagaimana hasilnya dalam lima tahun ke depan?

Apabila menggunakan rumus di atas, uang Rp 1 juta rupiah yang Anda investasikan itu akan bertambah menjadi Rp 2.488.30 dalam lima tahun.

Sedangkan dalam 20 tahun, uang yang semula hanya Rp 1 juta akan menjadi Rp 38.337.559. Hasilnya sangat menggiurkan, bukan? Oleh karena itu, mulailah belajar investasi dari sekarang.

Untuk Anda yang kurang suka berhitung, Anda bisa menggunakan kalkulator untuk menghitung compound interest yang tersebar luas di internet.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain compound interest, ada juga istilah lain yang perlu Anda ketahui, yakni simple interest. Walaupun sama-sama memberikan keuntungan, tetapi kedua istilah itu memiliki perbedaan yang cukup jelas. Apa saja?

Artikel Terkait: 7 Cara Membeli Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Perbedaan Cara Kerja Compound Interest dan Simple Interest

Mengutip dari Qoala, berikut adalah perbedaan antara compound interest dan simple interest. Simak penjelasannya, ya!

1. Konsep Laba

Hal pertama yang paling membedakan compound interest dan simple interest adalah konsep laba yang digunakan. Jika pada bunga majemuk menggunakan jumlah simpanan sekaligus bunganya dari periode sebelumnya.

Maka simple interest menggunakan konsep lama yang mengacu pada jumlah simpanan atau kredit yang diberikan.

2. Cara Perhitungan

Perbedaan kedua adalah cara perhitungan. Perhitungan simple interest diketahui lebih mudah daripada compound yang bisa dibilang cukup rumit. Kalau misalnya Parents berinvestasi sebesar Rp 20 juta dengan bunga 10 persen per tahun. 

Maka jika dihitung menggunakan cara simple interest, Parents akan mendapatkan keuntungan Rp 2 juta per tahunnya. Begitu pula dengan tahun berikutnya. Berbeda dengan compound interest yang hasilnya berbeda dari waktu ke waktu.

Artikel Terkait: Rugikan Investor Miliaran Rupiah, Begini Cara Kerja Investasi Binomo

Tips Mendapat Keuntungan dari Cara Kerja Compound Interest

Nah, apabila Parents tertarik untuk berinvestasi dengan konsep compound interest ini, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini. Salah satunya tentu saja menginvestasikan modal lebih besar.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hasil compound interest yang diperoleh tergantung dari jumlah yang Anda investasikan. Jika Anda menginvestasikan uang lebih banyak dan membiarkannya selama beberapa tahun, sudah bisa dipastikan Anda akan meraup keuntungan yang sangat banyak.

1. Pilih Instrumen yang Terjamin Aman dan Bunga Tertinggi

 

Setelah memutuskan jumlah uang yang ingin diinvestasikan, langkah selanjutnya yang perlu Parents perhatikan adalah memilih instrumen investasi. Cari tahu instrumen investasi yang keamanannya sudah terjamin dan juga yang menawarkan bunga tertinggi.

Hal itu dikarenakan banyak sekali ditemukan instrumen investasi bodong. Itulah sebabnya langkah ini menjadi hal yang sangat penting untuk Anda perhatikan.

Selain itu, semakin tinggi bunga yang ditawarkan, maka hasil return yang akan Anda peroleh juga semakin tinggi. Dan perlu diingat bahwa instrumen investasi dengan bunga tinggi juga memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah benar-benar siap untuk berinvestasi.

2. Jangan Terburu-buru Ambil Keuntungan

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah menyimpan uang lebih lama. Seperti yang kita tahu bahwa cara kerja compound interest itu tidak hanya berdasarkan jumlah uang, tetapi juga tergantung dari proses penyimpanannya.

Semakin lama Anda menyimpan uang, maka semakin banyak pula hasil yang akan didapatkan di tahun-tahun berikutnya. 

3. Mindset dan Kesabaran

Langkah terakhir yang perlu Anda siapkan sebelum berinvestasi adalah mindset dan kesabaran. Mengutip dari Investing.com, seorang investor harus memiliki mindset membeli perusahaan. Itu artinya bahwa seorang investor harus menanamkan pikiran bahwa keuntungan yang diperoleh akan terus bertambah dalam jangka panjang. 

Selain itu, kesabaran adalah hal yang paling penting bagi seorang investor. Hal tersebut dikarenakan investasi membutuhkan jangka waktu yang panjang. Ingat selalu bahwa Anda tidak dapat kaya hanya dalam semalam saja. Sehingga Anda harus sabar menunggu sampai investasi Anda mendapatkan bunga yang tinggi.

Itulah informasi mengenai pengertian dan cara kerja compound interest. Kesimpulannya adalah semakin banyak uang yang diinvestasikan, maka semakin tinggi return yang akan Anda peroleh di periode berikutnya. Apakah Parents tertarik mencobanya?

***

BACA JUGA:

Viral karena Ghozali Everyday, Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?

Mengenal Ventilator Medis: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Fungsi dan Cara Kerja Air Bag Mobil, Penting untuk Keselamatan Penumpang!