TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Buntut 'Salam dari Binjai', Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

Bacaan 5 menit
Buntut 'Salam dari Binjai', Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

Demi konten apapun bisa dilakukan seorang anak, termasuk merusak.

Minimnya konten media sosial berkualitas di Indonesia memicu kumpulan bocah berulah. Segerombolan bocah merusak pohon milik warga karena terinspirasi video YouTube yang dilihatnya. Akibatnya, warga mengalami kerugian.

Cerita Bocah Merusak Pohon

Lamanya sekolah daring nampaknya membuat sekumpulan remaja kehabisan akal mencari aktivitas. Alhasil, sembilan bocah remaja di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan merusak 50 pohon pisang milik warga.

Cerita Bocah Merusak Pohon

Sumber: Kompas

Mirisnya, 50 pohon ini menjadi korban akibat meniru video viral bertajuk ‘Salam dari Binjai’ di media sosial karya YouTuber Paris Fernandes. Aksi bocah yang menirukan konten Paris itu juga terekam dalam video.

Video bocah meninju pohon pisang itu juga viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @nandakesuma.ps dan @beritalamongan. Dalam video berdurasi 39 detik itu, terlihat anak-anak merusak pohon pisang dengan gembira.

Jika ditelaah, Paris memang mengucapkan kalimat tersebut sembari meninju pohon pisang. Kepala Desa pun membenarkan bahwa pohon pisang tersebut adalah milik warganya yaitu Sunaji, Hariadi, Harto, Kusnan, dan Sekdes Surabayan, Rendi Hardianto.

Bocah Merusak Pohon Pisang selama 4 Hari Berturut-turut

Buntut Salam dari Binjai, Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

Ilustrasi Pohon Pisang

Setelah menerima laporan, pihak desa memanggil sembilan anak yang terlibat dalam perusakan tersebut. Sembilan anak yang diketahui sebagai pelaku ternyata bukan warga Desa Surabayan. Mereka dari luar desa di antaranya Desa Kebonsari, Paji, dan Sukodadi.

“Sebenarnya sih banyak yang ikut waktu itu (saat kejadian), namun yang kami panggil kemarin hanya sembilan anak beserta orangtuanya. Ketika kami tanya, mereka rata-rata menjawab latihan silat-silatan dengan polosnya,” demikian penuturan pihak desa mengutip Kompas.

Mirisnya, aksi tersebut dilakukan selama 4 hari berturut-turut mulai Jumat 29/10/2021 hingga Senin (1/11/2021) di sore dan malam hari. Mereka menjadikan pohon pisang sebagai samsak sasaran objek tinju.

Buntut Salam dari Binjai, Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

Ilustrasi Pohon Pisang

Ada juga yang memanjat batang pohon pisang dan diayunkan hingga roboh. Sebagian di antaranya ada yang merusaknya dengan alat bantu kayu yang telah ditanami puluhan paku.

Puluhan pohon pisang yang dirusak dipilih secara acak oleh para bocah tersebut. Mereka bahkan tidak peduli pohon pisang yang dirusak baru mulai berbuah atau belum berbuah.

Artikel terkait: Viral! Video Ibu Melahirkan dalam Mobil yang Sedang Melaju, Sikap Suami Mengejutkan

Kasus Bocah Merusak Pohon Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Cerita Bocah Merusak Pohon

Sementara itu Sekdes Rendi Hardianto yang juga pemilik lahan mengatakan bahwa orangtua para remaja dan kepala desa sudah didatangkan ke Balai Desa Surabayan. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Pada anak anak kita lakukan pembinaan. Orangtuanya juga kita panggil ke balai desa,” kata Sekdes Rendi.

Di balai desa pemilik pohon pisang juga dipertemukan pada para pelaku. Korban tidak meminta ganti rugi apapun karena pelakunya masih anak-anak.

Buntut Salam dari Binjai, Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

“Korbannya tidak tega saat bertemu pelakunya yang masih anak-anak. Ya seusia anak SMP,” lanjut Rendi. Pada pertemuan itu pula, para pelaku dan orang tua telah meminta maaf kepada korban.

Pihak desa berharap kenakalan anak-anak ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Orang tua pelaku diminta untuk mengawasi dan membina anaknya.

5 Cara Mengajarkan Anak Cinta Lingkungan

Berkaca dari kasus kumpulan bocah merusak pohon tersebut, penting bagi orangtua mewariskan bagaimana cara mencintai lingkungan sejak dini. Parents tentunya tidak mau anak tumbuh mencari biang perusak lingkungan di kemudian hari kan?

1. Ajarkan Reduce, Reuse, Recycle

Cerita Bocah Merusak Pohon

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Mengenalkan konsep reduce, reuse, recycle akan membantu balita lebih cinta lingkungan. Adapun proses ini mengajarkan anak mengurangi sampah, juga memanfaatkan sampah yang masih bisa digunakan kembali.

Sebagai step awal, mulailah dengan cara sederhana. Misalnya membiasakan si kecil membawa tas belanja agar tidak menambah sampah plastik. Ajarkan juga anak membawa botol minum sendiri agar tidak membeli air minum kemasan di jalan.

Artikel terkait: Viral Pesan Lama Shahrukh Khan Ijinkan Anak Pakai Narkoba: “Harus Menikmati Hidup”

2. Buat Kegiatan Daur Ulang yang Menyenangkan

bocah merusak pohon

Daripada menyibukkan anak menonton YouTube yang belum tentu berfaedah, bagaimana kalau ajarkan ia berkreasi daur ulang! Agar tidak menjemukan, kemas kegiatan ini dengan cara menyenangkan.

Sediakan aneka jenis sampah seperti plastik, kardus, atau kertas. Siapkan juga lem, karton, gunting, crayon, dan kertas berwarna sebagai tambahan agar hasilnya semakin seru.

3. Pergilah ke Alam Bebas

Buntut Salam dari Binjai, Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga

Gawai berpotensi menjadikan anak pribadi yang cuek akan lingkungan sekitar, karenanya jadikan waktu luangnya maksimal di alam bebas. Biarkan jagoan Anda melihat dan menikmati alam dengan udaranya yang segar, juga hewan dan tumbuhan yang beragam.

Seiring usianya bertambah besar, ajarkan ia tentang apa yang dilihatnya di lingkungan luar. Mulai dari membuang sampah di tempatnya, dan bagaimana sebatang pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh besar. Dengan begini, anak akan berpikir bijaksana dan mencintai lingkungan.

Artikel terkait: Viral Cherly Juno Joget Setelah Operasi Caesar, Bahayakah? Ini Penjelasannya!

4. Hindari Pemakaian Produk Tidak Ramah Lingkungan

bocah merusak pohon

Anak kecil bisa jadi belum mengerti apa sih efek rumah kaca, tetapi bukan berarti Anda lalai mengajarkannya sejak dini. Seiring usianya bertambah, Anda bisa memberikan pemahaman seperti apa produk yang ramah dan merusak lingkungan.

Mulailah dengan contoh nyata dengan menggunakan tas kain daripada kantong plastik, membawa kotak bekal sendiri untuk menghindari styrofoam saat membeli makanan atau minuman, dan contoh sederhana lainnya.

5. Minimalisir Penggunaan Kendaraan Pribadi

bocah merusak pohon

Jika biasanya anak duduk nyaman di mobil, cobalah sesekali ajak ia bepergian dengan kendaraan umum. Tak perlu jarak jauh dulu, mulai saja dengan naik kereta api jarak dekat.

Cara ini menguntungkan karena anak akan lebih banyak bergerak, juga melihat fenomena yang ada di sepanjang perjalanan. Sedikit banyak, wawasan anak akan terbuka bahwa lingkungan tidak boleh dirusak tetapi wajib dijaga.

Semoga kisah bocah merusak pohon ini bisa menjadi pembelajaran bagi Parents agar lebih aware mengawasi anak memilih tontonan di media sosial.

Baca juga:

Si Kecil Suka Merusak Barang atau Mainan di Rumah? Ternyata Ini 4 Penyebabnya

7 Fakta Raja Anak Sultan Subang yang Viral, Sikapnya Bikin Netizen Kagum!

Viral Siswi SMP di Ketapang Melahirkan di Sekolah, Ini 6 Faktanya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Buntut 'Salam dari Binjai', Sekumpulan Bocah Merusak Pohon Milik Warga
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti