Anak ini Naikkan Berat Badan 10kg dalam 2 Bulan Demi Selamatkan Nyawa Ayahnya

Anak ini Naikkan Berat Badan 10kg dalam 2 Bulan Demi Selamatkan Nyawa Ayahnya

Simak kisah mengharukan dari bocah berumur 8 tahun bernama Cao Yinpeng yang menyelamatkan nyawa ayahnya dengan mendonorkan tulang sumsum milknya.

Kisah ini datang dari negeri tirai bambu Tiongkok. Seorang bocah laki-laki bernama Cao Yinpeng berusaha menolong ayahnya yang sedang menderita penyakit leukimia dengan cara mendonorkan tulang sumsum miliknya.

Anak laki-laki mendonorkan tulang sumsum

Cao Yinpeng (kanan) dan ayahnya. Sumber foto: WEIBO

Cao Yinpeng (kanan) dan ayahnya. Sumber foto: WEIBO

Setelah mendapatkan diagnosa pada Januari 2016, Ayah Yinpeng tidak berhasil menemukan pendonor yang pas bagi dirinya untuk transplantasi tulang sumsum.

Artikel terkait: Anak bisa rangking 1 di sekolah, jika ayahnya melakukan ini setiap hari

Merasa hatinya terketuk, Yinpeng memutuskan ingin menyelamatkan nyawa ayahnya, sama seperti ayahnya yang telah memberikannya kehidupan.

Meskipun Yinpeng yang masih berumur 8 tahun tidak sesuai dengan kualifikasi pendonor yang diharuskan berumur 18-45 tahun, pengecualian dibuat atas niat mulia yang ia miliki.

anak selamatkan nyawa ayahnya

anak selamatkan nyawa ayahnya

Ayah Yinpeng telah sembuh total

Seperti dilansir The Strait Times, Yinpeng kecil juga berusaha keras untuk menambah bobotnya sebanyak 10 kg untuk memenuhi kualifikasi pendonor. Cara ini juga demi menghasilkan darah yang cukup banyak untuk tubuhnya.

Niat Yinpeng terlaksana pada bulan Juni dan mulai menjalankan operasi di awal Juli lalu.

Artikel terkait: Wajib tahu! Ini pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter anak

Sekarang, Ayah Yinpeng telah sembuh total dan berusaha merawat pangeran kecilnya tersebut dengan penuh kasih sayang.

mendonorkan tulang sumsum

Ayah Cao Yinpeng dalam masa pemulihan setelah operasi. Sumber foto: QQ.com

Baca juga:

 

Surat Seorang Ayah yang Trauma Karena Kehilangan Anaknya

Tahukah Anda bahwa penderita leukemia atau kanker darah dapat diselamatkan dengan cara mencari pendonor sumsum tulang belakang? Menjadi pendonor ini tentu memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Akan tetapi, bagaimana jika seorang anak terketuk hatinya untuk menyelamatkan sang ayah? Ia belum memenuhi syarat untuk mendonorkan tulang sumsum miliknya, dilihat dari berat badan dan usia. Yuk simak ulasan lengkapnya di sini!

Mengenal Leukimia

Leukemia adalah sebutan lain untuk kanker darah karena banyaknya jumlah sel darah putih yang abnormal. Sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang. Jika sumsum tulang terganggu, maka sel darah putih yang diproduksi mengalami perubahan fungsi, sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu. Penyakit ini dapat dialami oleh orang dewasa ataupun anak anak.

ini mendonorkan tulang sumsum menyumbangkan sumsum tulang untuk adiknya

Penyebab leukemia terdapat beberapa faktor, seperti pertama memiliki keluarga yang pernah mengalami leukemia. Kedua mengalami kelainan genetik, salah satunya Down Syndrome. Ketiga mengalami kelainan darah, salah satunya sindrom meilodisplasia. Keempat perokok, lalu pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk penyakit kanker sebelumnya. Dan terakhir pernah di lingkungan yang terpapar bahan kimia.

Yinpeng Tergerak menjadi Pendonor

Ayah Yinpeng didiagnosa mengalami leukemia pada awal tahun 2016. Setelah awal diagnosa itu, hingga beberapa waktu lamanya ayahnya tidak mendapat pendonor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang. Oleh karena itu, Yinpeng tergerak untuk menjadi pendonor bagi ayahnya meskipun beberapa syarat pendonor belum dapat dipenuhinya. Ia ingin selamatkan nyawa superhero dalam hidupnya itu.

tau mendonorkan tulang sumsum Nyawa Ayahnya

Menjadi pendonor sumsum tulang dilakukan oleh anak laki laki berusia 8 tahun itu karena ia ingin memberikan ayahnya kehidupan. Sama seperti yang telah dilakukan ayah tercintanya kepada dirinya selama ini. Ayahnya adalah sosok yang pekerja keras, hingga dirinya dapat tumbuh sehat seperti saat ini. Yinpeng telah bertekad ingin mendonorkan sumsum tulang miliknya pada ayah yang dicintainya itu.

Sebagai pendonor, tentu Yinpeng harus memiliki kesehatan yang prima dan harus dipastikan bahwa tidak memiliki kelainan darah atau penyakit autoimun. Hal ini telah terpenuhi karena anak laki laki ini sangat sehat. Akan tetapi, ada satu syarat yang tidak dapat dipenuhi oleh Yinpeng yaitu usia pendonor. Syarat minimal adalah berusia 18 hingga 44 tahun.

Kasus ini adalah kasus spesial, sehingga dibuat pengecualian untuk Yinpeng agar dapat mendonorkan sumsum tulangnya kepada ayah tercintanya. Tidak hanya itu, Yinpeng harus menambah berat badannya sebanayk 10 kg untuk emnghasilkan darah yang banyak. Selain itu, berat badan pendonor juga menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam waktu 2 bulan, cukup singkat bukan?

Operasi dapat Dilaksanakan

Niat baik Yinpeng akhirnya dapat terlaksana pada Juni 2016 dengan jadwal operasi pada Juli 2016. Operasi pertama bagi Yinpeng ini tidak membuat anak berusia 8 tahun itu gentar. Ia sangat mantab dan yakin untuk melakukan operasi ini. Dengan begitu, ia dapat menyelamatkan ayahnya dari regangan nyawa kelebihan produksi sel darah putih dalam tubuhnya.

ini Transplantasi Sumsum Tulang Belakang mendonorkan tulang sumsum Nyawa Ayahnya

Yinpeng telang mendonorkan tulang sumsum miliknya kepada ayahnya melalui sebuah operasi besar beberapa waktu yang lalu. Segala usahanya dalam waktu kurang lebih 2 sampai 3 bulan terakhir tidak sia sia. Hal tersebut membawa angina segar karena operasi berhasil dan ayah tercintanya telah sembuh total dan dapat beraktivitas seperti biasanya. keduanya dapat menghabiskan waktu bersama.

Melalui sebuah penyakit ini, ayah Yinpeng diuji kesabarannya. Yinpeng pun diuji mengenai bakti darmanya kepada sang ayah. Setelah menunggu pendonor yang tepat, tetapi tidak kunjung ditemukan. Anak laki laki berusia 8 tahun itu pun berusaha sekuat tenaga memenuhi syarat sebagai pendoro agar dapat mendonorkan sumsum tulang miliknya kepada ayahnya. Hal ini ia lakukan agar ayahnya kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti biasanya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Ardi

app info
get app banner