Bintitan Pada Anak, Haruskah Anda Merasa Khawatir?

lead image

Bintitan pada anak tergolong hal yang cukup umum terjadi. Namun bagaimana penanganan yang tepat saat anak mengalaminya? Simak penjelasannya berikut ini

Orang jaman dahulu bilang, bintitan pada anak terjadi karena anak mengintip orang yang sedang mandi. Tentu saja, hal tersebut hanyalah mitos belaka ya, parents!

Bintitan terjadi karena adanya infeksi di area bulu mata anak sehingga menyebabkan bengkak dan muncul nanah.  Bagian bulu mata yang tidak terjaga kebersihannya membuat anak mengalami bintitan.

Umumnya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Bintitan memiliki dua jenis, bahasa kedokterannya adalah Hordeolum Eksternum dan Hordeolum Internum. Pada Hordeolum Eksternum, lokasi bintitan biasanya terjadi di luar mata dekat dengan pangkal bulu mata.

Pada Hordeolum Internum, bintitan terjadi di bagian dalam kelopak mata dan membuat seolah ada yang mengganjal di area tersebut.

Bagaimana mengatasi bintitan pada anak?

Bintitan bukanlah termasuk penyakit yang berat. Ia akan sembuh dengan sendirinya dalam rentang 2-7 hari.

Namun Anda bisa melakukan cara berikut ini untuk membantu mempercepat proses penyembuhannya

  • Kompres mata anak yang terkena bintitan dengan air hangat
  • Sambil dikompres, lakukan pijatan ringan untuk membantu mengurangi bengkak
  • Jangan mencoba memecahkan nanah sendiri untuk mencegah komplikasi
  • Jika Anda menggunakan bedak wajah untuk anak, perhatikan penyimpanan dan tanggal kadaluarsanya agar tidak kembali menimbulkan infeksi
  • Jaga kebersihan tangan anak. Jangan biarkan ia menggosok mata dengan tangan yang kotor

Kapan harus membawa anak ke dokter jika bintitan pada anak tidak juga sembuh? Lihat di halaman selanjutnya!

 

Meskipun bintitan pada anak biasanya akan sembuh dengan sendirinya, namun Anda harus tetap waspada. Bawalah anak untuk menemui dokter jika terdapat gejala berikut ini:

  • Anak mengeluh sakit kepala
  • Terjadi demam
  • Anak kehilangan nafsu makan
  • Merah dan bengkak menghilang namun benjolan tetap ada dan mengeras

Jika gejala yang terakhir muncul, bisa jadi diperlukan prosedur bedah ringan atau insisi untuk mengeluarkan nanah agar tidak kambuh lagi di kemudian hari.

 

Referensi: raisingchildren.net.au

 

Baca juga:

Benarkah Telur Penyebab Bisul pada Anak?